Monday, February 8, 2021

D O A


Apa doamu hari ini teman? Doa murah rejeki? Doa besok disehatkan? Atau berdoa diberikan jodoh yang tajir tapi soleha lagi cerdas? Atau engkau mendoakan supaya kuburan orang tuamu dilapangkan?

Entah telah berapa ribu doa dengan harapan-harapan baik dilontarkan ke langit oleh manusia, berharap Tuhan mendengar dan mengabulkannya. Aku pun dulu begitu, aneka doa kuroketkan ke langit, siang malam, juga di waktu yang kata orang-orang adalah waktu yang paling membuat doa lebih cepat sampai ke Tuhan. Namun itu dulu. Aku bahkan lupa kapan terakhir berdoa dengan rangkaian pinta-pinta baik untuk diri sendiri maupun untuk orang yang aku sayangi. Kini, aku tak pernah lagi berdoa, bahkan untuk sekedar menyemogakan jangan hujan pada saat aku ingin keluar rumah. Apalah lagi untuk pinta-pinta serius semacam rejeki, kesehatan, perlindungan, dan sejenisnya. Aku telah menjadi manusia tanpa doa, manusia yang takkan pernah meminta.

Apakah aku masih percaya Tuhan? Masihhh. Masih melakukan kewajiban sebagai umat Tuhan? Masih. Hanya doa yang tak pernah lagi kupanjatkan. Sejak kapan hal itu terjadi? Sejak Tuhan tidak mengabulkan doa yang telah kupanjatkan dengan berbagai cara, di berbagai waktu, dan dengan berliter-liter air mata. Namun doa tersebut tidak pernah terkabulkan. Emangnya doa apa?? Doa yang tak terkabulkan itu hanya doa receh, tidak seberat untuk minta jodoh atau minta diberi rejeki. Aku hanya minta diberi rasa mengantuk atau bisa tidur nyenyak. Hanya satu doa "Tuhan, tolong beri aku rasa mengantuk dan nyenyakkan tidurku" saja yang kuulang-ulang setiap waktu. 

Semenjak satu-satunya doa itu tidak pernah terkabul, aku tidak pernah lagi berdoa, tidak pernah lagi meminta, untuk apapun.

No comments:

Post a Comment

D O A

Apa doamu hari ini teman? Doa murah rejeki? Doa besok disehatkan? Atau berdoa diberikan jodoh yang tajir tapi soleha lagi cerdas? Atau engka...