Sunday, November 22, 2020

Surat Kecil untuk Ayah dan Ibuku


Jika ada 3 hal yang akan menjadi amalan dan membantu seorang manusia sampai ke akhirat nanti, maka anak adalah salah satunya. Anak sholeh adalah anugerah luar biasa. Anak yang dibentuk dengan cinta adalah cikal anak yang sholeh. Sayangnya banyak orang tua yang tidak ingat dengan hal itu. Surat ini disampaikan oleh seorang anak kepada kedua oang tuanya. 

Dear Ayah

Apa kabarmu? Kata Ibu, kau hidup bahagia saat ini. Oh mungkin kalimat Ibuku kurang lengkap, karena yang ku tahu, hidupmu sudah sangat bahagia dari dulu. Bahkan jauh sebelum bertemu dengan Ibuku, apalagi sebelum ada aku. Tenang yah, aku dan Ibuku tak akan mengusili soal bahagiamu itu. Aku sudah sangat bahagia di sini yah, temanku para malaikat yang baik dan rupawan. Setiap hari ku dengar doa-doa sejuk dari Ibu untuk ku, sesekali ku dengar isak Ibu disela doa-doa itu. Tahu kah kau yah, Ibu sangat merindukanku. Isaknya akan semakin terseok ketika Ibu juga merindukanmu. Ibu merindukan kita berdua.

Yah, tidak ada hal yang paling Ibu cintai di dunia ini, selain kita berdua, aku anaknya dan engkau ayahku. Malaikat-malaikat yang menemani ku bermain juga selalu mengatakan itu. Setiap sepertiga malam malaikat-malaikat itu bergantian menerbangkan untaian-untaian doa penuh rindu dari Ibu ke langit. Doa-doa itu selalu sampai ke haribaan ku yah. Aku sangat senang setiap kali doa-doa Ibu menjumpaiku yah, tapi aku turut menangis setiap Ibu meratapi mu.

Yah, aku tak tahu apa yang terjadi antara Ayah dan Ibu. Aku hanya tahu bahwa Ibu mencintaiku, amat, sangat, dan sungguh. Doa-doa dan air mata Ibu setiap waktu adalah bukti cinta Ibu terhadapku. Tapi Aku tak tahu apa kau mencintaiku yah? Seperti cinta Ibu kepadaku?? Tanpa kau jawab pun aku sudah tahu jawabannya yah. Tidak apa yah, cinta Ibu sudah cukup untukku. 

Selamat yah, bahagialah dengan kehidupan mu.

Dear Ibu   

Ibu... Aku belum lelap ketika sekelebat malaikat datang menyampaikan untaian doa dari mu. Masih sama seperti malam-malam sebelumnya. Doa-doa Ibu tersampaikan kepadaku dan sangat menenangkan. Tapi kenapa Ibu masih saja menangis, menangis yang bukan untuk diri Ibu sendiri? Ibu mencintai Ayah? Aku tahu itu, Aku dan Ayah adalah dua hal yang paling Ibu nantikan di dunia kan?? Ingat bu, ada cinta yang lebih nyata, cinta Sang Pencipta dan cintaku disini. Mari bu, fokuslah kepada cinta Pencipta dan cintaku. Ahhh lagi-lagi isakanmu terdengar lirih, tapi sangat melukaiku. Bu, kuatlah!

Seperti biasa, Ibu terlelap dalam isak, dengan bulir airmata yang mengering di pipi. Aku ingin bertemu bu, mari bercengkrama dalam dunia kita berdua, dunia mimpi. Kita di rumah panggung yang terbuat dari kayu di sebuah pulau dengan pantai berpasir putih. Seusai menyusu dari payudaramu, Aku berlarian di pantai dengan Ayah, saling kejar untuk menangkap sebuah bola plastik. Dari kejauhan kau berteriak-teriak memperingatkan kami untuk tidak terlalu ke tengah. Kemudian azan menghentikan permainan kami. Kita bertiga beranjak untuk beribadah bersama. Ayah menjadi imam, Ibu makmumnya, dan Aku yang duduk di sebelah Ibu menunggu kalian selesai beribadah. 

Pelan-pelan ku lihat kau tersenyum. Aku bahagia bu, melihatmu tersenyum, walau aku menghiburmu hanya dalam mimpi. Biarkan saja Ayah bahagia, kita berdua juga bisa bahagia, ya kan Bu.


No comments:

Post a Comment

Surat Kecil untuk Ayah dan Ibuku

Jika ada 3 hal yang akan menjadi amalan dan membantu seorang manusia sampai ke akhirat nanti, maka anak adalah salah satunya. Anak sholeh ad...