Tuesday, July 28, 2020

Terima Kasih

Bintang senja ...: 2012

Mari sini, aku ceritakan tentang sesuatu. Tentang manusia yang kau tinggalkan itu. Kau tahu sejak kau pergi dengan cara pengecut itu, tidur malamnya tak pernah tenang, dan air matanya tak terhenti jatuh. Dalam sepi ia memikirkanmu. Pun dalam ramai, ia tetap merasa sendiri tanpamu.

Friday, July 24, 2020

Aroma Terapi



Kutemui ia meringkuk di atas sajadah hijau tua miliknya. Mukenah putih bersih membungkus tubuhnya. Sesekali isaknya masih jelas terdengar. Entah sudah berapa lama ia berada di atas sajadah itu hingga akhirnya tertidur, mungkin karena penat raganya, atau memang karena matanya yang telah lelah mengalirkan air bening itu. Kuintip perlahan ke arah mukanya, setitik air mata masih menggelantung di ujung bulu mata lentiknya.

Hei, apakah itu yang ada di genggamannya?? Oh Aku tahu, ini yang katanya aroma terapi kesukaannya itu. Aneh, setahuku aroma terapi itu menggunakan minyak essence khusus. Walau tidak murah, Aku yakin manusia 1 ini sanggup membelinya. Tapi kenapa malah dia menyenangi aroma terapi yang murahan begini??? Ah ya sudahlah, soal selera tidak bisa dipaksakan. Paling tidak aroma terapi kesukaannya itu mampu melegakannya, menghilangkan sesak dadanya yang sudah ia keluhkan dari tadi, dan tentu bisa menggantikan tangisnya, dan membawanya ke dalam dunia tidur. Selamat tidur kamu

Tango D

Sunday, July 5, 2020

Menikmati Memori




Sehabis meletakkan surf-boardnya di pasir dia nyeletuk, "alamiahnya, manusia itu memang makhluk yang susah move-on". Gue penasaran dong, bagaimana penjelasan Mas Mister soal hal menarik ini. Sayang buat dilewatin begitu aja, gue bikinin catatannya di sini, check it out.

Rumah Berhalaman Stroberi

Perlahan aroma manis kopi panas menguar di udara dan menyapa indra penciumannya, membuat kelopak matanya perlahan terangkat dan ter...