Friday, May 29, 2020

Kehilangan dan Alam


Dunia dan segala isinya adalah fana. Kepercayaan apa saja meyakini hal ini. Apapun yang ada di muka bumi ini adalah milik Sang Pencipta yang pada suatu waktu nanti akan kembali kepadaNya. Manusia terkuat sekalipun akan mengalami tutup usia, demikian juga dengan hewan maupun tumbuhan. Bahkan aneka benda langit yang seolah tak terjangkau itu, banyak hasil penelitian yang menyatakan juga memiliki batas usia tertentu dan suatu saat akan meledak dan sirna. Apalah lagi dengan benda-benda buatan manusia, sekokoh-kokohnya itu akan mencapai ambang kehancuran juga. So, dapat dikatakan bahwa tak akan ada yang abadi, kecuali Sang Pencipta saja.

Tak dapat dipungkiri terkadang kehilangan adalah salah satu hal yang menjadi beban paling berat bagi manusia. Semakin spesial barang yang hilang, semakin dalam kegelisahan yang dirasakan karenanya. Padahal, kehilangan adalah satu hukum alam yang pasti akan dirasakan oleh siapapun. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menyikapi sebuah kehilangan?? Mudah saja, ingat saja satu hal, kehilangan adalah hukum alam dan semua orang pasti akan mengalaminya. 

Jika telah percaya dan paham dengan hukum kefanaan itu, lalu mengapa kita masih merasa sedih atas sebuah kehilangan? Adalah sebuah kewajaran untuk merasa duka atas sebuah kehilangan itu. Namun, ingat juga bahwa duka adalah pintu. Pintu untuk terlepasnya udara kotor yang bersemayam dalam dada, sekaligus pintu untuk masuknya oksigen segar sebagai penggantinya. Jika hati diibaratkan rumah, maka sirkulasi udara yang baik akan membuat penghuni rumah menjadi sehat. Begitu juga dengan hati, jangan simpan kotoran terlalu lama, bukakan pintunya, biarkan kotoran itu terlepas. Dan hiruplah udara segar sepuasnya, kemudian bersiaplah untuk menjadi lebih sehat dan bahagia.

*Dituturkan oleh Mas Mister dan dialihbahasakan oleh Tango D feat Queen Djo 

No comments:

Post a Comment

De Javu

Istilah de javu berasal dari bahasa Perancis yang berarti 'sudah terlihat'. Istilah ini biasanya digunakan untuk kondisi ketika sese...