Monday, March 23, 2020

ODOP Day 3: Mas Mister Pulang Kampung


Ini foto mas Mister yang dikirim sama mba Queen ke gue waktu mas Mister sampai di kota mba Queen. Loh kok bisa, kan mas Mister senin ini rencananya mo gue ajak ketemu sama guru ngaji di mesjid dekat rumah gue. Tapi ternyata rencana jadinya berubah. Karena postingan gue, akhirnya mba Queen tau dengan niat mas Mister. Trus kami diskusi, dan diambil kesimpulan sebaiknya mas Mister berguru ke orang yang benar-benar paham. Salah satu tempat berguru agama terbaik di negara ini adalah di kampung mba Queen. Kesitulah tujuan mas Mister tadi siang. 

Di postingan ini, gue pengen cerita lagi soal mas Mister, karena memang bule satu ini menarik perhatian gue. Gue kenal dengan mas Mister karena dikenalin mba Queen, waktu kami mau transaksi jual beli blog ini. Mba Queen datang berdua mas Mister. Mba Queen orangnya menyenangkan, gitu juga mas Mister, kocak, walau dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata. Kami ngobrol sampai tengah malam, sampai si mas-mas cafe nya ngusir kita halus. Nah, jumat kemarin waktu mas Mister curhat pengen belajar Islam itu adalah pertemuan kedua kami.

Awalnya mas Mister ke sini buat plesiran, abis surfing di Nias, Mentawai, dan mau ke Bali, musibah virus menghentikan langkah mas Mister cuma sampai di Jakarta. Mo balik ke negaranya juga belum bisa karena negaranya masih lock down dan tidak ada penerbangan yang melayani rute ke sana. Jadinya, mas Mister musti stay dulu di Jakarta sampai bisa balik ke negaranya, nyewa apartemen gak jauh dari tempat tinggal gue. 

Entah bagaimana kelanjutan kisah ini nantinya, saya berharap mereka berdua benar-benar jodoh. Kalau memang berjodoh, mereka bakal jadi pasangan yang hebat. Keduanya punya chemistry luar biasa. Bule tatoan ini, hatinya gak sesangar tampangnya. Cara dia perlakuin mba Queen waktu ketemu gue itu, bener-bener bikin luluh banget. Ahhh, apapun itu, tetap gue doakan mereka berdua berjodoh. 

No comments:

Post a Comment

Menikmati Memori

Sehabis meletakkan surf-board nya di pasir dia nyeletuk, "alamiahnya, manusia itu memang makhluk yang susah move-on". G...