Tuesday, November 5, 2019

Sehari di Ho Chi Minh City, Kemana Aja...???



Setelah seharian di Mui Ne, saya kembali ke Ho Chi Minh City (HCMC) dengan bus siang. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, jadi saya sampai di HCMC selepas magrib, langit sudah gelap. Saya turun di kantor bus The Sinh Tourist dimana kemarin saya juga naik bus yang sama menuju Mui Ne. Kantor The Sinh Tourist ini berada di district 1, area paling beken bagi para traveler di HCMC. Jadi, jangan takut kemalaman nyampe sana, karena akan disambut dengan kemeriahan malam di sepanjang jalan district 1 itu. Untuk yang sudah booking penginapan di sekitaran district 1, maka beruntunglah anda, karena dari tempat itu cuma perlu berjalan kaki saja. Yah selain bisa hemat ongkos grab, juga bisa sekalian cuci mata kehidupan malam di sepanjang jalan. Dikarenakan sampai HCMC sudah malam, saya pun tidak berniat kemana-mana lagi, cuma cari makan sembari perjalanan menuju hotel, trus pengen tidur nyenyak sampai pagi, ngumpulin stamina buat perjalanan besok hari nya lagi.

 Baca juga : Pengalaman saya sehari di Mui Ne, di sini

1. Benh Tanh Market
Destinasi pertama yang saya datangi adalah Benh Tanh Market. Alasannya bukan karena saya pengen belanja sih, cuma karena deket dari penginapan saya, tinggal jalan kaki aja. Selain itu, gedungnya memang klasik sekali, ada serupa menara jam di bagian atapnya. Memang faktanya bangunan ini sudah ada dari abad ke-19. Masuk ke bangunan pasar ini, mata akan dibanjiri dengan berbagai barang yang bisa banget dijadikan oleh-oleh. Pedagang akan langsung menyambut dengan antusias, malah beberapa orang bisa berbahasa melayu, walau dengan logat vietnam. Bayangin dah tuh, bahasa Melayu tapi logat Vietnam :D. Hati-hati untuk yang masuk ke pasar ini, jaga barang bawaan sebaik mungkin, katanya cukup banyak tangan jahil di sini. Oh ya, untuk yang niat belanja, di sini harganya cenderung lebih mahal dibanding pasar malam yang saya sambangin kemarin malam, tapi koentjinya adalah nawar, yakkk silahkan tawar untuk mendapatkan harga terbaik. Pengalaman dari temen saya sih nawar lwbih dari setengah harga, beberapa sih dapet, beberapa malah diomelin. Hahaha, tapi bodo amat lah ya, orang ngomel pakai bahasa Vietnam, kita juga gak bakal ngerti.


Di dalamnya begini nih

 
Clock Tower di Benh Tanh Market

2. Independence Palace / Reunification Palace
Dengan mengandalkan bantuan Google Map, tempat kedua ini bisa saya gapai dengan berjalan kaki lagi. Independence Palace / Reunification Palace dulunya adalah istana presiden Vietnam Selatan, waktu itu Vietnam masih terpisah antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Makanya gedung ini dinamakan Reunification Palace, karena di tempat ini lah terjadinya penyatuan Vietnam Utara dan Selatan dan ditetapkan sebagai hari kemenangan Komunis Vietnam melawan penjajah Amerika Serikat. Di dalam bangunan ini kita bisa nemuin banyak hal, mulai dari ruang-ruang yang dipakai untuk keperluan kenegaraan, bangsal-bangsal bawah tanah, barang-barang unik, foto-foto bersejarah, dan sebagainya. Gedung ini ada 4 lantai dan ga ada lift. Jadi, kalau mau lihat semua lantai, siapin tenaga yaa. Sepertinya setiap hari, tempat ini rame, baik oleh turis maupun oleh warga lokal. Pas saya ke sana, rame sekali anak-anak sekolah yang lagi karyawisata gitu, seru juga sih perhatiin mereka. Untuk bisa masuk ke bangunan ini, kita harus beli tiket seharga 40.000 VND (28.000 Rupiah). Di bagian belakang Independence Palace ini ada bangunan yang bernama "The Exhibit From Norodom Palace to Independence Palace", sebuah eksibisi tempat pamerin foto-foto dan audio-video yang berkaitan dengan masa-masa kemerdekaan Vietnam dulunya. Untuk masuk ke dalam eksibisi ini kita musti bayar 25.000 VND lagi (17.500 Rupiah).

 
Independence / Reunification Palace

 
The Exhibition










Baca juga: Persiapan Backpacker ke Vietnam di sini.

3. Notre-Damme Cathedral
Tempat ini tidak jauh dari Independence Palace, hanya beberapa ratus meter saja. Tinggal jalan kaki melintasi sebuah taman kota, trus nyampe deh. Walaupun Kristen bukanlah agama mayoritas di Vietnam, tapi cathedral ini menjadi ikon kota yang jadi list wajib didatangi oleh semua turis yang datang ke HCMC. Cathedral ini sudah ada dari zaman kolonial lohh, dan masih aktif digunakan untuk ibadah hingga hari ini. Hal yang paling menarik perhatian di cathedral ini, selain bangunannya yang ciamik adalah sebuah atung Bunda Maria yang berdiri megah di taman yang berada di depan cathedral tersebut.


4. Saigon Central Post Office
Iya, bangunan ini adalah kantor pos, yang sudah ada dari abad ke-19 dulu dan juga masih aktif digunakan untuk kegiatan per-pos-an hingga hari ini. Lokasinya persis di sebelah Notre-Damme Cathedral, tinggal nyebrang jalan raya saja. Bangunannya bergaya gothic khas Eropa. Ya iyalah, perancangnya sama dengan perancang menara Eifell di Paris sana kok. Siapa lagi kalau bukan Gustave Eiffel. Selain kegiatan pos, di bangunan ini juga ada di jual pernak-pernik khas Vietnam yang bisa dijadikan oleh-oleh, money changer, dan juga bisa jadi tempat foto yang instagramebel tentunya :D

 
Inside
 
Outside

 
5. Saigon Opera House
Tempat ke-5 yang bisa didatangi dengan berjalan kaki adalah Saigon Opera House. Lokasinya hanya beberapa blok saja dari Saigon Central Post Office. Sama seperti gedung-gedung sebelumnya, opera ini sudah ada dari abad ke-19, masih terawat dengan sangat baik, dan berfungsi sebagai sebuah opera hingga hari ini. Opera ini juga bergaya Eropa, pengaruh dari arsiteknya yang berasal dari Perancis. Hampir semua hal yang berada di opera ini asli impor dari Perancis, membuat nuansa di tempat ini benar-benar aura Perancis. 

Keren yaa











Sebenarnya, masih ada beberapa tempat bersejarah lainnya yang ada di HCMC, akan tetapi karena saya sudah booked bus untuk ke Phnom Penh, maka saya harus segera balik ke district 1, tempat kantor bus tersebut berada. FYI, sekarang sudah tidak ada lagi bus ke Phnom Penh yang berangkat malam dari HCMC (tahun lalu katanya masih ada). Bus yang paling terakhir dari HCMC berangkat jam 4 sore (hasil dari nanya-nanya beberapa provider bus). Hal ini dikarenakan border di perbatasan Vietnam dan Kamboja tidak buka 24 jam (hanya sampai jam 10 malam), jadinya sebelum jam 10 malam, bus sudah harus melintasi border. 

Cerita perjalanan saya ke Kamboja di blogpost terpisah, tungguin yesss :)


1 comment:

  1. Kak saran deh kalo ud ke sana cobain ke da lat ... Tempat nya bagus banget pasti sukak

    ReplyDelete

Cara dari Vietnam ke Kamboja Via Darat (Bus)

Setelah semalam di Ho Chi Minh City (HCMC) atau yang dulunya disebut juga dengan nama Saigon, tujuan saya selanjutnya adalah negara tet...