Tuesday, October 1, 2019

Sehari di Mui Ne -Vietnam, Kemana Aja..??



Buat yang memiliki impian wisata ke gurun pasir tapi belum punya cukup budget untuk ke timur tengah, maka solusinya adalah datang ke Vietnam. Ya, di Vietnam juga ada wisata gurun pasir bak di timur tengah sana, nama kotanya adalah Mui Ne. Untuk ke Mui Ne, sebaiknya dari Ho Chi Minh City (HCMC) karena posisinya lebih dekat, hanya sekitar 6 jam perjalanan dengan bus. Berikut beberapa catatan perjalanan saya ke Mui Ne.

Baca juga : Panduan Traveling ke Vietnam bagi Pemula

  1. Tranportasi ke Mui Ne

Dari HCMC bisa menggunakan bus atau kereta. Saya memilih menggunakan bus, karena lebih banyak pilihan, baik providernya maupun jam keberangkatannya. Sementara kereta, (saya dengar) hanya satu kali keberangkatan sehari.  Dari referensi yang saya baca maupun dari rekomendasi dari teman-teman, saya memilih menggunakan bus The Sinh Tourist. Lupa harga persis tiketnya, kalau tidak salah sekitar VND 200.000-an untuk sleeper bus.  Sebenarnya bisa mendapatkan harga yang lebih murah sih, tapi untuk bus dengan model bangku seating biasa. saya pikir, biarlah bayar agak sedikit lebih mahal, tapi lebih nyaman dan bisa tidur sepanjang perjalanan. Oh ya, The Sinh Tourist ini juga menjual paket tour di Mui Ne loh, baik sunset maupun sunrise. Berhubung karena keterbatasan waktu, maka saya hanya mendatangi objek-objek mainstream saja, maka saya memutuskan untuk pakai jasa tour agent ini. Saya ambil paket sunrise jeep tour seharga VND 140.000/orang. Seperti namanya, tour ini akan menggunakan mobil jeep, 1 jeep berisi 4 orang, tentu nanti saya akan digabung dengan turis lainnya, supaya genap 4 orang.

Barisan para jeep :D
2. Sampai Mui Ne, Then What?

Untuk kalian yang berniat menginap di Mui Ne, mungkin tidak akan terlalu merepotkan, tentu saja hotel menjadi tujuan pertama dan selanjutnya bisa disesuaikan. Nah, untuk yang tidak berniat menginap di Mui Ne seperti saya, saya anjurkan untuk mengambil bus terakhir (jam 8 malam) dari HCMC dan akan sampai di Mui Ne pada jam 02.00 subuh. Sunrise tour akan mulai jalan jam 4 subuh, jadi lumayanlah bisa istirahat sambil tidur-tidur ayam di sofa-sofa resort tersebut. Ada kamar mandi dan toilet yang bersih juga, jadi yang mau dandan, bahkan mandi itu bisa banget. 

Sleep on the sleeper bus, nyamannnn
Jam 4 subuh, 1 per 1 jeep berdatangan, nanti para supir jeep akan  mendatangi kita dan bilang jeep-nya sudah ready. Ingat, sebagian besar supir jeep itu tidak bisa berbahasa inggris. Jadi, siap-siap aja menggunakan bahasa tarzan sekreatif mungkin. Jam 4 lewat sedikit, jeep akan mulai jalan untuk mengejar sunrise. Vietnam menggunakan jalur kanan, jadi nanti jangan kaget kalau supirnya serasa melawan arah ya. Bagi yang membawa backpack berukuran besar atau yang membawa koper yang dinilai nanti merepotkan ketika tour, sebaiknya dititipkan di resort saja, tapi pastikan backpack atau koper sudah terkunci dan tidak berisi barang-barang berharga. 

3. Destinasi Tour

Paket tour yang saya ambil adalah paket tour sunrise setengah hari menggunakan jeep. Tour ini akan mendatangi tempat-tempat mainstream di Mui Ne. Ada 4 highlight tempat yang saya datangi, yaitu:

a. White Sand Dunes

Tujuan pertama saya adalah White Sand Dunes. Sampai di sini, saat langit masih gelap, belum terlihat matahari sama sekali. Tapi, puluhan jeep telah terparkir rapi, pun ratusan turis berbaris di gerbang gurun. Persis di gerbang tersebut, ada bapak-bapak yang menawarkan jasa ATV. Yap, jarak dari gerbang tersebut hingga ke puncak gurun lumayan jauh dan menanjak. Beberapa turis saya lihat teguh menempuhnya dengan berjalan kaki. Saya??? Oh nooo, mau nyiapin tenaga untuk seharian dan harus balik ke HCMC siang ini, biarlah naik ATV saja. Harganya lumayan mahal, USD 15 perorang. Perkiraan saya perjalanan dengan  ATV akan mulus dan menyenangkan ternyata keliru. Abang rider ATV ternyata membawa saya ngebut bak offroader kawakan di gurun tersebut. Tentu saja cuma bisa teriak dan pegangan erat di besi jok ATV tersebut. Nanjak ngebut, turun lebih ngebut lagi. Jantung berasa tertinggal di belakang saking cepatnya. Tapi sesampainya di puncak gurun tersebut, suguhan alam akan membuat kita terpana. Matahari yang menyembul perlahan di hamparan gurun yang luas sungguh spektakuler sekali buat saya. Mau pose seperti apapun, bahkan asal-asal cekrek sekali pun hasil fotonya tetap aja ciamik. Cuma agak disayangkan, ATV dan jeep yang berseliweran menyisakan jejak di permukaan pasir dan membuat kesan alami nya berkurang. Gak masalah sih sebenarnya, tapi ya mengurangi nilai estetika foto aja sih, menurutku.

Sunrise di White Sand Dunes, Amazing
Puas geguliran di puncak gurun, saya ingin kembali ke gerbang tempat pertama masuk tadi. Stop saja ATV yang sudah kosong. Oh ya, jangan sampai kertas (tiket) bukti pembayaran ATV tadi hilang ya, nanti sewaktu mau naik lagi musti liatin lagi ke rider ATV nya. Rata-rata rider ATV nya tidak bisa berbahasa Inggris, jadi ya ga usah repot ngenglish juga, gak bakal paham juga abangnya. Setelah saya naik, si abang rider kembali membawa saya off road naik turun perbukitan pasir. Kondisi alam yang sudah terang benderang membuat saya bisa melihat dengan jelas sekeliling saya, dan teriakan saya juga semakin histeris, naik-turun dan belokannya ngalahin roller coaster di Dufan ini mah.  Ternyata si abang rider tidak membawa saya langsung ke gerbang tempat keluar, saya malah di drop di pinggir sebuah danau yang sangat cantik dan tidak serramai di puncak gurun. Setelah saya tanya-tanya, ternyata danau itu bernama Lake Lotus. Tidak terlalu luas sebenarnya, cuma posisinya yang berada di tengah-tengah gurun begini, membuat lanskap-nya semakin epic. 

b. Red Sand Dunes

Seperti namanya, gurun pasir yang satu ini berwarna merah. Berlokasi di pinggir jalan raya, jadi aak lebih mudah dijangkau dibanding gurun sebelumnya. Di sini tidak tersedia ATV untuk naik ke puncak gurun. Semua pengunjung berjalan kaki, mulai dari parkiran sampai manapun sanggup. Merasa tenaga cukup terkuras di gurun sebelumnya, maka saya memutuskan tidak akan nanjak terlalu jauh. Toh, yang dilihat juga sama, pasir-pasir juga. Foto-foto sebentar dan langsung balik kanan. Kalau saya perhatikan, salah satu cara menikmati gurun ini adalah dengan bermain seluncuran. Oh, makanya banyak ibu-ibu dan anak-anak yang menawarkan semacam mat seukuran sajadah untuk alas meluncur di pasir.

Main seluncuran pasir, sand surfing 
 c. Fisherman Village

Nama tempatnya sih kedengaran keren ya. Eh tapi, ini benar-benar tidak sesuai ekspektasi sama sekali. Hmmm, atau mungkin karena buat kita ini sudah lumrah banget kali ya. Jadi ini tuh semacam perkampungan nelayan gitu. Lengkap dengan view kapal-kapal berbagai ukuran yang terapung di lautan, sampan-sampan nelayan berbentuk bundar (seperti baskom) yang membawa ikan hasil tangkapan dari kapal ke darat, disambut dengan transaksi jual beli ikan di pantainya. Saya tidak menghabiskan waktu lama di sini. Yah begitu, kalau yang model begini di Indonesia juga bejibun, hoho.

Buat orang Indonesia, pemandangan seperti ini pasti B aja
d. Fairy Stream

Tempat ini adalah tempat terakhir yang saya sambangi selama di Mui Ne. Entah karena apa tempat ini mereka namai dengan Fairy Stream. Tempat ini berupa sungai dangkal dengan air semata kaki saja, tapi dasarnya adalah pasir lembut yang berwarna kemerah-merahan. Air-nya jernih, sehingga dasar sungai bisa terlihat dengan jelas. Di kiri-kanan sungai ini, kita bisa melihat tebing-tebing pasir berwarna juga kemerahan yang katanya bisa berubah bentuk setiap saat, terpengaruh oleh arus sungai maupun air hujan. Di beberapa titik terlihat para turis naik dan memanjat tebing-tebing pasir tersebut, entah ada apa di atas tebing sana, tapi kalau prediksi saya sih palingan hanya berupa hamparan pasir saja, makanya saya tidak berminat untuk ikut-ikutan naik ke atas sana. Selain itu di beberapa spot juga ada penduduk lokal yang berjualan, mulai dari minuman, buah-buahan, hingga ke cinderamata. Lalu apa yang bisa dilakukan di sini?? Jalan menyusuri sungai ini, iya seperti zaman SD dulu yang kalau pulang sekolah lepas sepatu trus masuk ke got atau sungai. Mo menyusuri ke hulu dulu atau ke hilir dulu, bebas. Kalau saya, ngikut kemana yang rame, rame-ny ke hulu ya sudah saya pun jalan ke hulu. Jangan lupa lepas sepatu ya, tidak diizinkan pake alas kaki masuk ke sungai dangkal ini. Konon katanya sungai ini berujung ke sebuah air terjun, tapi butuh perjalanan yang masih cukup jauh. Saya sempat bertanya ke seorang bule yang berjalan berlawanan arah dengan saya, katanya masih sekitar 1 km lagi. Ah cape dehhh...kasian driver jeep yang nunggu saya di luas sana. lagi pula, perut sudah minta di isi, sedari nyampe di Mui Ne jam 2 subuh tadi, ini perut belum di isi apa-apa.

Main di selokan, yesss

4.  Balik ke HCMC

Sekitar jam 11 siang, trip saya dengan jeep ini telah selesai. Driver jeep kembali mengantarkan saya ke kantor The Sinh Tourist. Sebenarnya saya minta diantar ke restoran atau tempat makan yang terkenal di Mui Ne. Apalah daya, sudah mengerahkan bahasa Tarzan paling kreatif yang saya bisa, si bapak driver tidak paham juga. Pasrah, akhirnya saya sampai di resort tempat dimana saya juga didrop oleh bus Sinh Tourist semalam. Baiklah, celingak celinguk sebentar dan terlihatlah persis di seberang jalan berderet beberapa warung tempat makanan dan swalayan. Alhamdulillah, akhirnya bisa makan dengan makanan yang lumayan enak dan harga yang masih masuk akal. Setelah makan, saya kembali ke lobby resort, selonjoran sebentar, ngambil backpack yang saya titipkan, dan mandi. Iya, resort ini punya toilet dan kamar mandi yang bisa dipakai oleh penumpang bus yang bahkan tidak menginap seperti saya. Setelah segar mandi, saya kembali selonjoran di sofa lobby resort itu, sambil menunggu bus yang akan kembali membawa saya ke HCMC jam 13.00 nanti. Perjalanan dari Mui Ne selama 6 jam lagi, sampai di HCMC jam 7 malam. Last stop nya adalah di kantor Sinh Tourist yang ada di district 1. Dari kantor Sinh Tourist ini, tinggal jalan kaki ke hotel tempat saya menginap. Terbukti, trip di Mui Ne tanpa menginap juga bisa :)
 
Kantor Sinh Tourist Mui Ne

No comments:

Post a Comment

Cara dari Vietnam ke Kamboja Via Darat (Bus)

Setelah semalam di Ho Chi Minh City (HCMC) atau yang dulunya disebut juga dengan nama Saigon, tujuan saya selanjutnya adalah negara tet...