Monday, September 9, 2019

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam



Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berbekal tiket murce hasil hunting promo freeseat si maskapai merah kesayangan para budget traveler, saya memilih Ho Chi Minh City (HCMC) sebagai starting point-nya, karena tiketnya hanya seperlima dari harga tiket oneway dari kota saya ke ibukota Jakarta. Long story short, hari keberangkatan tiba, saya pun menjejakkan kaki di negara yang juga terkenal dengan kenikmatan kopinya itu. Ada banyak keunikan yang saya temui di sini, dan saya pikir sayang untuk dilupakan begitu saja. Berikut beberapa hal-hal unik yang patut dijadikan panduan juga buat para traveler pemula.


1. Aktivitas di Bandara

Sholat. Bandara di HCMC bernama Tan Son Nhat International Airport. Airportnya lumayan lega dan bersih, tapi kalau dibanding Soeta Airport ya masih kalah luas lah. Pada saat kedatangan saya, bandara ini sedang ramai-ramainya, tau deh kalo hari biasa juga serramai ini atau tidak. Antrian imigrasi juga mengular, berliku-liku tapi tertib. Tidak terlalu sulit melewati petugas imigrasi di sini. Cek paspor, cocokin foto dan muka, ditanya-tanya dikit, coppppp..."welcome to Vietnam, enjoy your holiday" kata si mas petugas imigrasi itu dengan ramah. Selepas dari imigrasi mata saya langsung menjelajah sekeliling bandara. Ya, lumayan lah, untuk penilaian awal di bandara ini, Vietnam tidak (atau belum) menakutkan sama sekali. Turun ke lantai dasar, karena datang pas jam solat zuhur, saya langsung celingukan mencari musholla (tempat sholat). Agak ragu sebenarnya bakal bisa nemu mushola, secara ini  bukanlah negara mayoritas muslim seperti Indonesia atau Malaysia. Tapi saya tidak keabisan akal, nekad nanya ke dua orang petugas bandara yang sedang ngobrol, dan dengan santainya mereka jawab "You may prayin at that corner" sambil nunjuk pojokan ruangan dekat trolly-trolly. Saya langsung girang dan setengah berlari ke pojokan ruangan yang ditunjuk oleh mas-mas petugas tadi. Sebelumnya saya wudhu di toilet. Toiletnya bersih dan tidak bau, tapi sayang tidak ada semprotan buat cebok, beruntung siaga tisu basah di ransel, amaannnn. Kemudian saya menggelar sajadah di pojokan ruangan, diantara barisan trolly-trolly. 
 
Antriannya mengular, tapi prosesnya ga susah
Isi botol air minum. Di dalam bandara sini, ada dispenser air siap minum juga. Membantu banget buat saya yang selalu bawa botol kosong selama ngetrip. Lumayan bisa lepas dari dahaga dan bisa hemat juga.

Nukar duit. FYI, sangat jarang money changer di Indonesia yang menjual mata uang Vietnam (VND/Dong). Mungkin karena harganya di bawah harga Rupiah. Jadi, sebaiknya beli USD (Dollar Amerika) dulu di Indonesia trus baru tukar ke Dong di HCMC. Money changer di bandara termasuk salah satu tempat tukar duit yang recommended  di Vietnam. Jadi, jangan ragu buat nukerin duit di bandara ya. Tapi ingat, tidak bisa nukar Rupiah langsung ke Dong. Ya, mau ga mau, musti bawa USD ya. Eh, Ringgit juga bisa sih. 

Tempat tukar uang dan beli sim card 
Beli sim card. Selanjutnya, beli Local Sim Card. Ga sah kalo ga ria, ya kan. So, musti selalu online biar ria paripurna. Local sim card di sini murce banget. Untuk paket internet unlimited sebulan cuma VND 90.000. Jika dirupiahkan cuma IDR 63.000. Lupa nama provider nya, ingatnya berwarna kuning terang gitu. Sinyal nya lancar jaya baik di HCMC maupun di Mui Ne (saya ke Mui Ne juga).   

2. Transportasi dan ke Bandara

Tan Son Naht Airport tidak terlalu jauh jaraknya dari pusat kota. Hal ini sangat menguntungkan bagi traveler karena bisa mencapai pusat kota dengan murah meriah. Ada beberapa pilihan yang bisa kita gunakan untuk itu: taksi bandara, taksi online, dan bus. Tentu saja saya akan memilih pilihan ketiga. Selain murmer juga bisa membaur dengan warga lokal, hal yang paling saya senangi ketika ngetrip. 

Bus 109, ongkosnya 20.000 VND 
Ada 2 bus yang bisa kita gunakan, bus nomor 152 (harga tiket 10.000 VND) dan bus 109 (harga tiket 20.000 VND). Kedua bus ini akan melewati rute yang biasa jadi tempat stay para turis. Jadi, jangan takut nyasar. Tinggal liatin alamat hotel tempat kita nginap, trus mereka nanti akan bilang kita bisa turun di bus stop yang mana. Kedua bus ini sudah sangat nyaman, bersih dan ber-AC. Penampilannya kurang lebih seperti Trans Jakarta lah.

3. Penginapan

Coba hitung itu bangunan ada berapa lantai?
District 1 adalah tempat favorit para traveler untuk menginap. Memang di district 1 ini tersebar banyak penginapan dengan berbagai level yang bisa jadi pilihan. Cafe, resto, hingga bar berderetan di sini. Sehingga alau malam, daerah ini jadi sangat meriah, karena ramainya turis, kerlap-kerlip lampu, dan suara musik yang bersahut-sahutan. Bangunan di sini, sangat padat, berhimpitan dinding satu sama lain. Otomatis pikiran saya langsung melayang ke Jakarta, kurang lebih sama seperti di Jakarta. Cuma, bangunan di sini tuh sangat tinggi. Maksudnya, di Jakarta biasanya di kawasan padat penduduk gitu, bangunan cuma 2-3 lantai saja. Tapi kalau di sini, bangunan nya bisa sampai 7-8 lantai. Jadi keliatan aneh aja, rumah dengan lebar paling banter 5 meter, tapi menjulang tinggi ke atas.

Saran, pastikan penginapan (terutama hostel dan sekelasnya) memiliki lift/elevator. Kali aja ga kuat manggul backpack naik tangga sampai lantai 8.

4. Tempat makan

Deretan restoran halal, favorit saya di
resto 'Halal Amin', seluruh menunya juara
As we know, Vietnam bukanlah negara dengan penduduk muslim yang banyak. Bisa ditebak akan sedikit kesulitan menemukan makanan halal di sini. Tapi, don't worry, di HCMC ini ada 1 area yang isi nya adalah kafe dan resto halal semua. Namanya Malaysian Street. Disebut Malaysian Street karena memang yang jualan rata-rata adalah orang-orang melayu Malaysia ataupun keturunannya. So, jangan heran kalau muka-muka melayu seperti kita-kita disapa dengan sapaan bahasa melayu juga. Selain itu, transaksi kita bisa bayar pake Ringgit juga. Makanan nya juga enak-enak, kalau di lidah saya sih cocok banget. Memang Vietnam terkenal dengan kuliner nya yang unik dan enak. Nah, kalau makan di Malaysian ini, kita bisa makan makanan khas Vietnam namun dalam versi halal. Malaysian Street ini dekat banget dari Benh Tanh Market, kalau misalnya udah laper abis ngubek-ngubek Benh Tanh Market tinggal ngesot ke sini. Eh atau kalau malam juga ada night market dekat sini, lumayan lah bisa nyari-nyari oleh-oleh. Jangan lupa nawar setawar-tawarnya yes. Harga yang dikasih tau biasanya 4x lipat dari harga seharusnya.
Saran, pesan 1 menu untuk berdua aja yah, karena porsi makanannya porsi jumbo.


5. Scamming

Vietnam itu terkenal sebagai negara dengan rekam jejak scamming yag cukup tinggi, selain itu kejahatan jalanan juga lumayan sering dikeluhkan para turis. Kejahatan terjadi karena ada kesempatan kan ya, nah hati-hati lah selama di Vietnam. Jangan terlalu mudah akrab dengan orang yang baru dikenal. Kalau gak terlalu penting, jangan main HP sambil jalan (di pinggir jalan). Kalau emang butuh liat map, sebaiknya liat-liat dulu sekeliling, atau minggir dulu ke pojokan yang rasanya aman. Begitupun barang-barang yang ditinggal di penginapan, sebaiknya hanya barang-barang biasa yang tidak menarik perhatian orang lain untuk mengambilnya. Usahakan barang-barang berharga dan dokumen-dokumen penting selalu dibawa kemanapun pergi, bahkan ke kamar mandi sekalipun (kalau menginap di dorm).
Saran: Kalau menggunakan ransel kecil, sebaiknya menggunakan ransel yang resleting anti maling, atau sandang ransel di dada bukan di punggung. Pasang awareness tingkat tinggi kalau ada yang mepet-mepet gak jelas
Btw, helm nya lucuk yaa

6. Traffic
Ga jauh beda dari Jakarta, di HCMC ini lalu lintasnya sangat semrawut, boleh dibilang lautan motor. Kendaraan sangat padat dan hobi bunyiin klakson. Di sini, setirnya di kiri ya, jadi mereka pakai jalur kanan. Jadi kalau mau nyebrang lihat ke kanan, tapi nengok ke kiri. Oh ya, motor-motor di sini juga sering ugal-ugalan, bahkan udah ada lampu merah pun banyak yang nekad nerobos. Hati-hati banget kalau nyebrang ya, even itu di zebra cross sekalipun. 


No comments:

Post a Comment

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam

Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berb...