Tuesday, July 30, 2019

Air Terjun Nyarai, Wisata Anti-Mainstream di Sumatera Barat


Jam Gadang di Bukittinggi, Pantai Gandoriah di Pariaman, Istano Pagaruyung di Batusangkar, atau yang katanya mirip Raja Ampat Papua wisata Pulau Mandeh di Painan merupakan destinasi wisata populer di Ranah Minang. Namun, selain tempat-tempat tersebut, Ranah Minang menyimpan banyak destinasi lainnya yang (mungkin) belum terlalu bergema di telinga para traveler. Salah satunya adalah Air Terjun Nyarai. Air terjun ini memang belum seterkenal air terjun Lembah Anai yang berada di pinggir jalan Padang - Padan Panjang itu, tapi percayalah Air Terjun Nyarai ini benar-benar worth untuk dikunjungi.
1. Lokasi

Air terjun ini berada di Lubuk Alung. Bisa dijangkau setelah melakukan perjalanan darat selama 1 jam dari Kota Padang. Jalan ke Lubuk Alung merupakan jalur yang akan kita lewati jika ingin ke Bukittinggi. Setelah beberapa ratus meter melewati Pasar Lubuk Alung, perhatikan di persimpangan yang ada di kanan jalan, akan ada petunjuk jalan ke arah Air Terjun Nyarai, berbelok lah ke kanan mengikuti petunjuk arah tersebut. Posisi air terjun tersebut masih sekitar 5 km lagi dari persimpangan tersebut. Jika kalian kebingungan, tanya saja ke masyarakat setempat, mereka dengan senang hati akan mengarahkan kalian. 

Track nya begini, kamu kuat????
Ingat, beda padang beda ilalang. Kalau kalian bertanya kepada masyarakat setempat, sebaiknya turun dari kendaraan kalian dan ucapkan terima kasih setelahnya. Di sini, bertanya dengan posisi sambil duduk di motor atau cuma dengan melongokkan kepala dari jendela mobil dianggap tidak sopan.

2. Biaya  

Aslinya lebih tinggi daripada foto
Air Terjun Nyarai ini berada di sebuah hutan lindung bernama Hutan Gamaran. Untuk bisa sampai ke air terjun tersebut, kita musti jalan kaki dulu menembus kebun sawit, menyeberang sungai, dan rindangnya pepohonan hutan. Untuk bisa masuk ke dalam kawasan hutan tersebut, kita musti bayar retribusi 20.000 Rupiah perkepala, dan jika sudah terkumpul 5 orang pengunjung, kita akan didampingi oleh guide dari pemuda setempat secara free. Memang salah satu persyaratan untuk bisa ke air terjun Nyarai adalah harus didampingi oleh guide dari masyarakat setempat.
 
Nyebrangi sungai ini juga


3. Ada Apa Aja

Masuk ke kawasan air terjun ini, bukan hanya air terjun saja yang kita temui. Untuk yang suka tracking, ini sangat menantang juga, karena jalur yang harus dilewati hingga ke air terjun lumayan memacu adrenalin. Mulai dari parkiran dan beli karcis masuk, kita musti jalan kaki sejauh 5 km dengan track beragam.Mulai dari jalan beraspal beberapa belas meter, disambut oleh kebun sawit masyarakat, menyeberang sungai dengan arus yang cukup deras namun bersih, menyusuri hutan dengan pepohonan yang masih asri, hingga meniti sebuah batang pohon berukuran raksasa yang sebagiannya terbenam ke dasar sungai, barulah kemudian kita bisa sampai ke dekat air terjun.

Air terjun tersebut di kelilingi oleh batu-batu berukuran raksasa, yang paling unik adalah ada satu batu yang berada di paling tengah dengan kondisi cekung. Air sungai di bawah air terjun ini sangat jernih sehingga kita bisa melihat dengan jelas ikan-ikan berenang kesana-kemari. Oh ya, walau terlihat tenang, namun arus bawah di sungai tersebut cukup kuat, maka untuk yang akan berenang harap hati-hati. Sebaiknya hindari ke arah penampungan air terjun nya langsung karena katanya di bawah situ terdapat pusaran air yang sangat berbahaya, apalagi buat yang belum terlalu mahir berenang.

Ini nih view nya, yakin ga nyebur??
Untuk kalian yang senang berkemah di alam bebas, di sekitaran air terjun ini juga disediakan area perkemahan yang bisa disewa dari masyarakat setempat. Koordinasikan dengan guide yang mendampingimu ya, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk yang tidak suka bermalam di hutan seperti itu namun tetap ingin menikmati nuansa alam, bisa saja. Persis di sebelah parkiran kendaraan atau di tempat kitaa beli karcis masuk tadi, ada guesthouse yang disediakan bagi traveller yang ingin bermalam di sana. Jangan khawatir akan bikin kantong bolong, karena harganya cukup terjangkau kok. 

Ada tempat kemah juga kok
Sekali lagi ingat, lain lubuk lain ikannya, jaga sikap jaga perilaku selama di kawasan ini ya. Bagi yang berkemah atau menginap di guesthouse yang ada juga gak boleh berpasang-pasangan jika tidak dalam ikatan pernikahan. 

Anyway, air terjun Nyarai ini sudah pernah didatangi oleh tim MTMA loh. Kalau gak percaya, coba aja cek di sini.

Sumber foto dari sini

No comments:

Post a Comment

Cara dari Vietnam ke Kamboja Via Darat (Bus)

Setelah semalam di Ho Chi Minh City (HCMC) atau yang dulunya disebut juga dengan nama Saigon, tujuan saya selanjutnya adalah negara tet...