Saturday, January 12, 2019

Panduan Travelling ke Kuala Lumpur (Malaysia) Bagi Pemula


Sebelum memutuskan travelling ke sebuah daerah, diwajibkan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dirasa penting. Apalagi ke luar negeri, apalagi jika sendiri, persiapannya juga akan lebih sedikit rempong. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Berikut saya uraikan panduan (persiapan) backpacking ke Kuala Lumpur (Malaysia) bagi pemula. Enjoy it :)

Baca juga : Sistem transportasi umum Kuala Lumpur (Part 1)

Lanjut baca ini juga : Sistem transportasi umum Kuala Lumpur (Part 2)

1. Kedatangan

Bagi kamu yang memiliki waktu terbatas, maka untuk efektifitas trip nya, saya sarankan untuk mengambil penerbangan pagi ke KL, supaya eksploringnya bisa dimulai dari hari itu juga. Ingat,  waktu Malaysia lebih cepat 1 jam dari Waktu Indonesia bagian Barat (WIB). Untuk yang berkantong pas-pasan, bisa hunting tiket promo yang terkadang bisa jauh lebih murah dibanding tiket penerbangan domestik kita.

2. Penginapan

Lagi-lagi demi keefektifitasan trip, sebaiknya menginap di daerah Bukit Bintang atau di daerah Chinatown. Kenapa..?? Karena daerah ini adalah daerah strategis yang dilewati oleh transportasi umum, termasuk bus gratis GoKL. Khusus untuk daerah Chinatown sekitarnya (gak tau deh kalau di Bukit Bintang juga ada apa tidak), ada pool bus bandara StarShuttle yang mulai jalan dari jam 03.00 pagi dengan harga tiket hanya 12 MYR saja. Ini akan memudahkan jika penerbangan pagi, kita tinggal jalan kaki ke pool bus nya yang ada di Terminal Pudu.

Rata-rata penginapan tersebut akan memperbolehkan untuk check-in pada jam 2 siang, namun sekedar untuk menitipkan bawaan masih diperbolehkan kok. So, jika kita datang kepagian dan belum memungkinkan untuk check-in dan meletakkan barang bawaan, maka tetap saja jadikan penginapan kita sebagai destinasi pertama setelah keluar dari Bandara, supaya bisa menitipkan barang bawaan sementara dan trip bisa dimulai dengan ringan gembira.

3. Transportasi Bandara

Untuk menuju pusat kota KL dari KLIA maupun KLIA 2, kita bisa menggunakan KLIA Ekspress/KLIA Transit atau dengan bus. Ongkos dengan kereta KLIA Ekspress/KLIA Transit adalah 55 MYR untuk dewasa dan setengahnya untuk anak-anak, sepadan dengan lama perjalanan hanya 30 menit saja sampai KL Sentral, sementara dengan bus (SkyBus atau Aerobus) hanya 12 MYR saja, namun lama perjalanan dua kali lipat dari KLIA Ekspress/KLIA Transit. So, semua terserah pe ngana, mau naik apa.


Baca di sini ya, soal transportasi di Kuala Lumpur.

4. Peta Wisata atau Peta Transportasi

Untuk yang pertama kali mengunjungi Kuala Lumpur, wajib mempunyai peta wisata maupun peta transportasi umum yang ada di Kuala Lumpur. Brosur peta wisata dan peta tranportasi umum Kuala Lumpur dapat diperoleh di pusat informasi yang ada di bandara, jangan lupa ambil dulu sebelum keluar dari bandara. Jika tidak sempat, peta transportasi umum yang ada di Kuala Lumpur, bisa download di sini.

5. Beli Kartu Touch n Go

Seperti yang saya uraikan sebelumnya, transportasi umum di KL itu terintegrasi satu sama lain, so, untuk yang staying beberapa hari di Kuala Lumpur, tidak disarankan untuk membeli token sekali jalan, karena akan jadi lebih boros. Sebaiknya membeli kartu Touch n Go yang bisa aktif sampai 10 tahun ke depan, isi saldonya dan kemudian setiap akan masuk ataupun keluar dari stasiun tinggal di tap. Kartu Touch n Go ini juga berfungsi sebagai e-money loh, jadinya tidak hanya bisa digunakan untuk membayar transportasi umum saja, tapi juga bisa digunakan untuk membayar parkir, masuk tol, dan belanja di berbagai ritel.



6. Naik Eskalator

Di negara-negara tetangga ini, ada peraturan naik eskalator yang sudah dipatuhi oleh masyarakatnya, yaitu jalur kanan hanya untuk orang yang sedang terburu-buru dan akan bergerak (berjalan atau . berlari). Sementara  untuk orang-orang yang tidak sedang terburu-buru dan hanya akan diam berdiri di eskalator, gunakanlah jalur kiri ya. Demikian juga ketika hendak naik kendaraan umum, tinggalkan dulu kebiasaan kita yang bebas mau masuk ke KRL dari penjuru mana saja. Selama di Kuala Lumpur (kalau bisa juga diberlakukan di Indonesia), biasakan untuk ngantri di bagian kiri dan kanan gate, karena jalur tengah adalah jalur untuk penumpang yang turun terlebih dahulu.

Kalau tidak buru-buru, berdiri di jalur kiri ya

7. Hindari Naik Taksi Konvensional

Sangat tidak dianjurkan untuk naik taksi konvensional di sana, mahalllllll. Ada juga supir-supir nakal yang memanfaatkan ketidaktahuan wisatawan, dibawa ke jalur yang berputar-putar, sehingga argo membengkak. Jikalau memang mau sudah terpaksa sekali, sebaiknya naik taksi online saja. Di Kuala Lumpur ada Gr*b, aplikasinya sama seperti aplikasi yang digunakan di Indonesia, jadi ga perlu instal aplikasi baru lagi ya.

8. Say Yes to "Gratis"

Siapa yang tidak suka yang gratis??? Nah, ini bisa jadi salah satu trik irit selama di Kuala Lumpur. Manfaatkanlah fasilitas gratis yang ada itu, seperti transportasi gratis maupun tempat-tempat wisata yang gratis, heheheh. Transportasi gratis bisa menggunakanbus GoKL untuk keliling kota dengan gratis sepuasnya, bus GoKL ini beroperasi dari jam 06.00 pagi sampai jam 11 malam.

Penikmat gratisan, naik ini yaa hehe

9. Tempat Makan

Well known kan ya kalau Malaysia adalah negara yang berpenduduk muslim yang banyak juga, tidak jauh beda sepert iIndonesia. So, untuk urusan makanan tidak terlalu ribet sih, walaupun tetap harus hati-hati juga, karena ada juga beberapa pedagang makanan yang tidak mencantumkan logo halal di gerai/warung mereka. Jika ingin makanan murah namun tetap mengenyangkan, coba cari food-truck yang ada di sekitaran area menara petronas, harga 8 MYR sudah dapat 1 paket makanan dan minuman. Atau bisa juga makan di foodcourt lantai 2 di Central Market, makanan masih terjangkau dengan harga 10 MYR. Jangan lupa untuk kulineran juga ke Alor Street di Bukit Bintang, namun disana harganya cukup mahal menurut saya, tapi worth it lah, karena memang makanannya enak dan variatif.

Alor Street, surganya para pencinta kuliner 
Oh ya, jangan khawatir mengenai air minum di Kuala Lumpur. Berbeda dengan di Singapura yang harga air minumnya sangat mahal, maka harga air minum di Kuala Lumpur sangat terjangkau, kurang lebih sama lah seperti harga air minum di Indonesia. Untuk harga yang lebih murah belilah air minum dengantutup botol berwarna putih, karena itu adalah air minum olahan. Jika ingin membeli air minum dari mata air atau air bawah tanah, maka belilah air kemasan dengan tutup botol berwarna hijau atau biru.

10. Colokan

Nah, ini yang remeh tapi bernilai vital. Colokan listrik Malaysia berbeda dengan Indonesia. Di Indonesia kita menggunakan colokan kaki 2, sementara di Malaysia colokannya yang kaki 3. So, jangan lupa membawa adapter ya, supaya tetap bisa me-recharge gadget untuk bisa terhubung dengan keluarga dan atau untuk tetap bisa eksis di keesokan harinya. Saran saya sih, lebih baik beli universal converter aja, supaya bisa dipakai di berbagai negara lain yang bentuk colokannya juga berbeda. Universal converter itu bisa dibeli di toko-toko elektronik besar seperti AC* Hardware itu.

Model colokan listrik di Malaysia

11. SIM Card Lokal

Sesampainya di bandara, kita bisa menemukan banyak sekali gerai provider SIM Card lokal Malaysia seperti : Digi, Exelcom, Hotlink, dan sebagainya. Rata-rata harganya 30 MYR untuk 5 GB data internet yang bisa dipakai selama 1 bulan. Saya tidak bisa menyarankan untuk memilih provider yang mana, karena saya sendiri tidak pernah membeli SIM Card lokal negara-negara yang saya kunjungi, hanya mengandalkan wifi gratis di penginapan saja, heuheuheu.

Salah satu gerai provider yang ada di KLIA2
12. Toilet

Don't worry para pengguna toilet yang butuh cebok dengan semprotan, Malaysia juga memiliki model toilet yang sama seperti Indonesia yaitu toilet duduk dan toilet jongkok yang memiliki keran semprotan. Cuma, ada di beberapa tempat (bahkan di tempat-tempat wisata), toiletnya tidak bersih alias kotor. So, jangan lupa bawa tisu basah untuk jaga-jaga ya. Ada juga beberapa toilet yang berbayar seharga 20-30 sen, siapin uang receh juga biar gampang.

13. Oleh-Oleh

Ada beberapa tempat yang recommended untuk membeli oleh-oleh murah di Kuala Lumpur. Sungei Wang Plaza, Central Market, dan Petaling Street adalah tempat-tempat favorit para wisatawan untuk membeli oleh-oleh di Kuala Lumpur. Berbagai oleh-oleh seperti gantungan kunci, magnet kulkas, pakaian, hingga coklat bisa kita beli dengan harga yang tidak terlalu menguras kantong di ketiga tempat ini. Namun, jika tidak sempat untuk datang ke ketiga tempat tersebut, maka bisa datang ke MyDin (sejenis Hyp*rmart di Indonesia) saja, disana kita bisa membeli coklat dan snack-snack khas Malaysia dengan harga yang murah meriah juga, lumayanlah daripada tidak bawa apa-apa sama sekali ya kan.

 
Petaling Street, selalu ramai wisatawan 

Central Market ini sudah berdiri dari tahun 1888


No comments:

Post a Comment

Sehari di Mui Ne -Vietnam, Kemana Aja..??

Buat yang memiliki impian wisata ke gurun pasir tapi belum punya cukup budget untuk ke timur tengah, maka solusinya adalah datang ke V...