Tuesday, January 22, 2019

Di Kuala Lumpur, Kemana Aja?? (Itinerary Destinasi Wisata Populer Kuala Lumpur dan How to Get There)



OK, setelah di artikel sebelumnya saya menjelaskan mengenai sistem transportasi umum di Kuala Lumpur, selanjutnya saya akan menjelaskan destinasi wisata yang wajib dikunjungi ketika berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Kalo Singapura identik dengan patung singa putih nyemburin air, maka KL juga identik dengan gedung kembar dua yang tinggi banget itu. Nah, KL ga cuma gedung Petronas itu loh, banyak lagi tempat-tempat wisata lain yang bisa kita kunjungi. (Hampir) semua destinasi wisata tersebut bisa dicapai dengan menggunakan transportasi umum, seperti yang saya jelaskan sebelumnya itu. Yuk, sekarang kita bahas 1 per 1 destinasi wisata tersebut.



Sebelum lanjut, baca dulu : Panduan Traveling ke Kuala Lumpur Bagi Pemula

DAY 1

Kali ini saya menginap di Agosto Guesthouse, sebuah hostel backpacker yang ada di daerah Chinatown atau yang juga dikenal dengan sebutan Petaling Street. Sengaja saya memilih menginap di area ini karena daerah ini dekat kemana-mana, dekat dengan stasiun LRT, dan termasuk pusat keramaian KL juga. Selesai check-in dan meletakkan barang-barang bawaan saya di kamar. Saya pun langsung keluar untuk menunaikan kewajiban ke pulau tengah alias perut. Tidak susah mencari makan di daerah ini, tergantung selera saja mau apa.

Setelah makan, saya pun langsung mengarahkan kaki ke beberapa tempat wisata yang ada di sekitaran Chinatown. Memang Petaling Street lebih terkenal sebagai tempat belanja oleh-oleh. Namun, sebenarnya, selain pasar tempat belanja oleh-oleh itu, di sekitaran sini kita juga bisa menjumpai tempat-tempat menarik yang sayang dilewatkan untuk disinggahi. Bangunan-bangunan tua dan kuil-kuil tempat peribadatan yang telah ada dari berabad-abad silam akan membuat feed Instagram-mu semakin keren, percayalah :D. Beberapa tempat yang sempat saya singgahi adalah  :

Baca juga : Panduan Transportasi Umum di Kuala Lumpur Part 1 dan Part 2

a. Kuil Guan Di (Kuan Ti Temple) dan Sri Maha Mariamman Temple.
Kuil Guan Di

Kedua kuil ini berada di Jalan Tun H S Lee, sekitar 50 meter dari Petaling Street, dan hanya sepelemparan batu dari hostel tempat saya menginap. Kuil Guan Di adalah kuil aliran Taoisme yang didedikasikan untuk Panglima Guan Di dan telah ada dari tahun 1888. Tidak dipungut biaya untuk masuk ke kuil ini, namun disediakan kotak donasi bagi pengunjung yang ingin berdonasi.




Kuil Sri Maha Mariamman
Kuil Sri Maha Mariamman hanya berjarak sekitar 50 meter saja dari Kuil Guan Di. Kuil ini merupakan kuil Hindu tertua dan terkaya yang telah ada dari tahun 1873 di Kuala Lumpur. Konon katanya bangunan kuil ini menyerupai bentuk manusia yang berbaring, posisi kepalanya di bagian Barat dan posisi kakinya di bagian Timur. Ada juga sebuah menara dengan ukiran dewa-dewi yang diukir langsung oleh seniman yang didatangkan dari India. Sama seperti Kuil Guan Di, masuk ke kuil ini juga tidak dipungut biaya. Hanya saja, saat masuk ke dalam kuil, kita diharuskan membuka alas kaki dan bisa dititipkan dengan biaya hanya 50 sen saja.

How to go to The Temples:
On foot, karena kedua kuil ini sejalur dengan hostel tempat saya menginap, maka saya tinggal jalan lurus beberapa langkah saja. Sementara bagi kalian yang stay di daerah lain, naik LRT laluan Kelana Jaya dan turun di stasiun Pasar Seni. Patokan termudahnya adalah dari Petaling Street, buka google map atau tanya orang-orang, hanya jalan kaki 5 menit saja sudah sampai.

b. Pasar Seni atau Central Market


Pasar Seni
Masih dengan berjalan kaki, perjalanan saya lanjutkan ke Pasar Seni, lagi-lagi sebuah destinasi wisata belanja-nya Kuala Lumpur. Pasar ini juga sudah ada dari berabad-abad silam, yaitu dari tahun1888. Hanya berjalan kaki selama 10 menit saja saya sudah sampai di Pasar Seni. Ada banyak barang-barang lucu dan unik yang bisa kita jadikan oleh-oleh dijual di sini, hati-hati kalap ya, apalagi untuk backpacker yang tidak beli bagasi pesawat, jangan sampai malah bawaannya beranak-pinak hehehe. Jangan malu buat nawar dulu sebelum beli ya. Oh ya, untuk kalian yang kelaparan ketika sedang berbelanja di Pasar Seni. Don't worry, ada food court di lantai dua pasar ini dengan menu yang bervariasi dan harga yang sangat terjangkau sekali. Idaman para traveler berdompet tidak terlalu tebal seperti kita-kita nih, hehehe.

How to go to Pasar Seni:
Jika naik bus GoKL, maka gunakan jalur ungu dan pemberhentiannya sangat dekat dengan Pasar Seni ini. Jika naik LRT, maka naiklah LRT laluan Kelana Jaya dan turun di Stasiun Pasar Seni, hanya perlu jalan kaki sekitar 5 menit dari stasiun ini. Jika naik MRT, maka naiklah MRT laluan Amoang dan turun di Stasiun Mesjid Jamek, dan lanjutkan dengan jalan kaki sekitar 10 menit saja. 

c. Petaling Street


Petaling Street adalah salah satu destinasi wisata wajib mampir di Kuala Lumpur. Di sini kita bisa berbelanja berbagai barang dengan harga miring yang masih bisa ditawar. Namun, hati-hati, rata-rata barang-barang yang dijajakan di pasar  ini adalah barang KW-an. Jika memang ingin membelinya, perhatikan dan periksa dengan teliti, karena para penjual tidak segan-segan menyebutkan bahwa barang dagangan mereka adalah barang asli.

Petaling Street di malam hari
Waktu yang paling dianjurkan untuk datang ke Petaling Street adalah sore hingga menjelang malam. Selain sudah tidak panas lagi, tempat ini akan semakin semarak dengan lampu-lampu pedagang dan cahaya lampion yang digantung di sepanjang jalan. Menambah semakin semangat untuk memanjakan mata sekaligus mengabadikannya di jepretan kamera.

How to go to Petaling Street:
Sama dengan cara ke Pasar Seni atau Central Market di atas.


d. Bukit Bintang - Alor Street

Selanjutnya, masih destinasi favorit para wisatawan, baik kelas backpacker maupun sosialita kelas atas, Bukit Bintang. Bukit Bintang benar-benar akan memanjakan para wisata, karena di sana ada banyak pusat perbelanjaan, bar, hotel, klub malam, dan tempat hiburan lainnya. Bagi yang senang berbelanja, bisa mendatangi Pavillion Mall, Sungei Wang Plaza, Berjaya Times Square, Sephora Starhill Gallery dan lain-lain. Sedangkan, bagi yang senang kulineran, bisa datang ke foodcourt-foodcourt yang ada di mall-mall tersebut. Bisa juga ke Arab Street yang juga terletak di Jalan Bukit Bintang ini yang tentu juga bisa jadi salah satu tujuan untuk wisata kuliner khas nuansa Timur Tengah.

Alor Street, meriah dan kenyang
Nah, kalau tujuan saya datang ke Bukit Bintang kali ini bukanlah mau berburu sale akhir tahun di mall-mall tersebut, tapiiiii saya ingin berburu beragam kuliner yang ada di Alor Street. Alor Street adalah nama sebuah jalan yang dipenuhi oleh pedagang-pedagang makanan kaki lima maupun cafe-cafe dan resto-resto. Kawasan kuliner Alor Street ini hanya buka dari selepas sore hingga tengah malam saja ya. Untuk harga, menurut saya masih agak tinggi dibandingkan foodcourt yang ada di Central Market, tapi masih dalam batas wajarlah untuk sekelas tempat tujuan wisata seramai itu.

How to go to Bukit Bintang (saya dari Petaling Street):
Jalan ke Stasiun Pasar Seni, naik MRT Sungai Buloh yang ke arah Kajang, kemudian turun di Stasiun MRT Bukit Bintang. Tinggal mengikuti ke arah mana orang ramai, atau gunakan the power of nanya-nanya, hehehe.

e. Pulang ke Penginapan

No
Destinasi
1.
Penginapan : Agosto Guesthouse
2.
Kuil Guan Di
3.
Kuil Sri Maha Mariamman
4.
Pasar Seni
5.
Bukit Bintang – Alor Street
6.
Pulang ke penginapan

DAY 2

a. Batu Caves

Batu Caves ini terletak lumayan jauh dari pusat kota Kuala Lumpur, makanya sengaja saya letakkan di urutan pertama daftar kunjungan saya pada hari kedua ini. Batu Caves ini sebenarnya adalah kuil tempat ibadah umat Hindu, namun juga dibuka untuk umum. Tidak ada kata sepi untuk tempat ini, selalu ramai sepanjang waktu. Apalagi kalau ada perayaan hari besar umat Hindu, Batu Caves seakan jadi lautan manusia, terkadang juga ditutup untuk pengunjung.

Jika ingin berfoto dengan latar seperti ini,
tapi tanpa orang-orang itu, maka datanglah pagi hari
Sesuai namanya, maka di sini kita akan menjumpai beberapa gua batu, gua yang terbesar yang biasa dimasuki oleh para wisata disebut sebagai Gua Cathedral atau Gua Kuil. Sebagaimana kuil-kuil di tempat lain, di sini kita juga aka menjumpai patung dewa-dewa Hindu dengan berbagai ukuran. Namun yang paling raksasa ukurannya dan paling menarik perhatian pengunjung adalah patung Dewa Murugan yang menjulang tinggi dengan warna emas menyala membelakangi mulut gua.  Area di sekitaran Patung Dewa Murugan ini cukup luas, segerombolan burung merpati mempercantik area itu. Pastinya jadi salah satu spot wajib selfie dong ini kan hehehe. 

Selanjutnya, kita harus menaiki ratusan anak tangga yang di-cat warna-warni supaya bisa sampai ke mulut Gua Cathedral. Tapi, hati-hati ya, sepanjang anak tangga banyak monyet-monyet yang terkadang usil menjahili para pengunjung, jaga barang-barang pribadi ya, seperti kacamata, topi, makanan, dan lain-lain. Sesampainya di atas, kita bisa melihat view Kota Kuala Lumpur yang indah, kemudian kita akan menjumpai banyak sekali umat Hindu yang sedang beribadah, karena itu sangat dianjurkan untuk berpakaian sopan ya kalau ke sini. Batu-batu stalagtit dan stalagnit di pinggiran gua, semakin mempercantik pemandangan di dalam gua yang luas ini. Masuk ke gua ini free ya, alias gratis.

Bagian dalam gua, ada Cathedral Cave atau Gua Kuil,
Yang mau uji nyali, bisa ikut Tour Dark Cave Adventure 
Bagi yang bernyali ekstra, bisa ikut tour menjelajah gua tersebut semakin ke dalam. Nah, khusus untuk adventure gua seperti ini saya gak pernah bernyali, so, cukup nanya-nanya sama petugasnya aja ya kan, hahaha. Nama gua nya adalah Dark Cave, pasti diambil dari kondisi gua nya kan itu, gua yang gelap, hhhhiiiiii. Banyak hal yang ditawarkan oleh tour Dark Cave ini, bukan hanya caving saja, tapi juga ada unsur edukasi-nya juga. Dark Cave ini merupakan habitat laba-laba langka, Trapdoor Spider. Nah, perjalanan menelusuri gua dengan stalagtit dan stalagnit dengan aliran air dibawahnya, akan dilengkapi dengan menemukan laba-laba tersebut, melihat kelelawar, dan kecoa-kecoa yang melewati kaki, hiiiii saya makin merinding. Tiket untuk tour edukasi Dark Cave ini adalah 35 MYR, dan 80 MYR untuk tour adventure-nya.

Sebenarnya ada 2 kuil lagi yang berada di gua lainnya yang bisa kita datangi, yaitu Cave Villa dan Ramayana Cave. Namun, saya memutuskan untuk tidak mampir ke kedua gua itu, karena saya masih punya beberapa list lagi yang harus saya tuntaskan pada hari itu. Lagi pula, kedua cave itu juga tidak free (berbayar), 15 MYR untuk Cave Villa dan 5 MYR untuk Ramayana Cave.

How to go to Batu Caves (saya dari Stasiun Pasar Seni)
Dari Stasiun Pasar Seni, saya naik LRT  Laluan Kelana Jaya lalu transit di Stasiun KL Sentral. Lanjutkan denga naik KTM Komuter Laluan Seremban, dan turun di Stasiun Batu Caves. Don't worry nyasar, pintu masuk ke Batu Caves persis di sebelah stasiun. Tinggal baca petunjuk arah aja, atau ikutin aja kemana orang-orang rame jalan.

b. Istana Negara

King's Palace atau Istana Negara adalah tempat tinggal-nya Raja Malaysia, Yang di Pertuan Agong. Istana negara berada di  sebuah bukit yang ada di Jalan Duta. Istana ini memiliki desain arsitektur yang menarik, yaitu campuran antara gaya Eropa, Melayu, dan Timur tengah. Walaupun istana ini  tidak dibuka untuk umum, namun kita masih bisa menikmati kemegahannya dan atau mengabadikannya dengan foto dari luar pagar. Daaaannnnn, hal yang paling ditunggu-tunggu oleh wisatawan adalah atraksi pergantian pasukan penjaga istana yang setiap 2 jam sekali.

Cuma bisa foto-foto dari sini aja, tapi cukup menyenangkan lah ya
How to go to Istana Negara (saya dari Batu Caves):
Sebenarnya kita bisa menggunakan transportasi umum, yaitu naik KTM Komuter Laluan Pulau Sebang dan turun di Stasiun Kuala Lumpur, tapi dari stasiun itu musti harus nyambung dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 km. Tapi saya tidak sanggup untuk jalan jauh hari ini, dan akhirnya cara yang saya pilih adalah dengan menggunakan taksi online (tapi lupa ongkosnya berapa), maaafff.

c. Dataran Merdeka 

Perpustakaan Kuala Lumpur, bakalan betah nih lama-lama
di Perpustakaan model begini
Perjalanan saya lanjutkan ke Dataran Merdeka. Dataran Merdeka adalah pusat pemerintahan Kuala Lumpur pada masa penjajahan Inggris dulu. Kenapa disebut sebagai Dataran Merdeka? karena di sana dahulunya dideklarasikannya kemerdekaan Malaysia buat pertama kalinya. Untuk kalian pencinta gedung-gedung kuno ala-ala kolonial, disinilah tempatnya. Di sini kita masih bisa menemukan gedung-gedung tua peninggalan Inggris yang masih terjaga dengan baik. Gedung-gedung yang paling menarik minat wisatawan adalah Bangunan Sultan Abdul Samad, Perpustakaan Kuala Lumpur, dan Katedral St. Mary the Virgin.

Gedung Sultan Abdul Samad
 
Katedral St.Mary
Kalau weekend atau hari libur, harus ngantri dulu
untuk berfoto di depan tulisan ILoveKL itu 
Sebenarnya, ada banyak bangunan lainnya yang bisa
dikunjungi di area Dataran Merdeka ini, tuh liat aja
Nah, salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan jika ke Dataran Merdeka ini adalah KL City Gallery. Di gedung ini kita bisa melihat foto-foto sejarah Kuala Lumpur dan miniatur kota Kuala Lumpur. Untuk masuk  untuk melihat miniatur Kuala Lumpur ini kita harus membayar 5 MYR. Kemudian, jangan lupa untuk berfoto di depan KL City Gallery ini ya, ada tulisan besar "I Love KL" disana. Tulisan ini telah menjadi tempat foto wajib jika ke KL setelah Gedung Petronas.




How to go to Dataran Merdeka (saya dari Istana Negara) :
Dari pelataran Istana Negara, saya musti berjalan kaki dulu sekitar 900 meter ke arah Stasiun Tun Sambanthan. Setelah itu, saya naik  monorail ke KL Sentral, sambung dengan LRT Kelana Jaya dan turun di Stasiun Masjid Jamek. Keluar dari stasiun Mesjid Jamek dan jalan kaki ke dataran  merdeka sekitar 500 meter.

d. Kuala Lumpur City Center (KLCC)
Kalau di foto gini sih, keliatannya biasa aja
Tapi, kalau lihat langsung, bisa-bisa gak berkedip deh nontonnya
Dianjurkan untuk datang ke KLCC ini pada menjelang senja. Kenapa?? karena (menurut saya) momen terbaik berfoto dengan latar menara kembar itu adalah pada malam hari, pindar cahaya kedua menara tersebut membuat foto kita akan terlihat mevvah, hahaha. Selain itu, akan ada pertunjukan air mancur berkombinasi dengan lampu-lampu cantik yang sangat cantik dengan iringan musik. Show ini tidak ada setiap saat ya, hanya ada pada jam-jam tertentu saja, yaitu jam 20.00, jam 21.00, dan jam 22.00. Katanya sih, ada show pada siang hari juga, namun (masih menurut saya) masih akan lebih cantik jika dilihat pada malam hari. So, datanglah pada menjelang sore hari, kemudian habiskan waktu beberapa saat di Suria KLCC Mall untuk (window)-shopping, kemudian keluar ke arah pintu utama mall dan jalan terus keluar ke depan taman yang ada kolam air.




Latar yang paling ikonik di Kuala Lumpur, Si Kembar
Selanjutnya, yang tentu tidak boleh ketinggalan kalau ke Kuala Lumpur adalah berselfi-sukaesih di depan Petronas Tower atau menara kembar. Jika kita datang pada malam hari, kesan cantik dari cahaya lampu kedua menara ini membuat foto-foto kita terlihat begitu mewah. Tapiiiii....jangan datang terlalu malam, karena lampu-lampu di kedua menara akan otomatis padam pada jam 00.00. So, ga lucu lah ya, kalau datang di atas jam 00.00 dengan latar 2 menara yang telah gelap gulita.


How to go to KLCC (saya dari Dataran Merdeka):
Jalan sekitar 5 menit ke Stasiun Masjid Jamek, kemudian naik LRT Laluan Kelana Jaya ke arah Gombak, lalu turun di Stasiun KLCC. Selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk arah exit gate.

e. Pulang ke Penginapan

No.
Destinasi
1.
Batu Caves
2.
Istana Negara
3.
Dataran Merdeka
4.
KLCC – Petronas Tower
5.
Pulang ke Penginapan

DAY 3

Di hari ketiga ini saya tidak kemana-mana, dikarenakan balik ke Indonesia dengan penerbangan pagi. Cara termurah untuk ke Bandara dari kawasan Chinatown adalah naik bus Star Shuttle, hanya 12 MYR saja, cukup jalan kaki sekitar 5 menit ke shuttle nya yang ada di dekat Terminal Pudu.

Demikian destinasi singkat saya selama 3 hari 2 malam di Kuala Lumpur. Sebenarnya ada beberapa destinasi lagi yang pernah saya datangi pada kunjungan-kunjungan lain waktu ke Kuala Lumpur. Semoga nanti ada hidayah buat menulisnya di postingan lain. Cheers :)

1 comment:

  1. Rasanya saya pengen ke Malaysia lagi. Masih belum puas waktu itu ke sana meskipun sampai beberapa hari

    ReplyDelete

Sehari di Mui Ne -Vietnam, Kemana Aja..??

Buat yang memiliki impian wisata ke gurun pasir tapi belum punya cukup budget untuk ke timur tengah, maka solusinya adalah datang ke V...