Thursday, January 3, 2019

Di Krabi, Kemana Aja?? (Itinerary 3D2N di Krabi)


Hai, sebelumnya saya mau ngucapin selamat tahun baru 2019 dulu ya, ini postingan pertama saya di tahun 2019 nih, masih lanjutan dari trip saya ke Thailand bagian selatan pada tahun 2018 lalu. Seperti pada postingan lalu, saya ceritain tentang perpindahan dari Phuket ke Krabi menggunakan bus umum dengan ongkos yang hanya 70 ribu Rupiah aja. Pada blogpost ini, saya mau ceritakan apa aja yang saya lakuin selama di 3 hari 2 malam di Krabi. Check it out yess :)


DAY 1

1. Perjalanan dari terminal bus ke hostel
Jika di Phuket ada Patong sebagai tempat terramai dan terfavorit para traveler, maka di Krabi ada Ao Nang. Yups, tentu aja saya memilih hostel di area ini, mengingat saya solo dan memilih tempat yang mudah di akses. Kita bisa menggunakan Songtheaw berwarna biru dari dalam terminal bus dengan ongkos 30 Baht saja. Jangan lupa sampaikan kepada supir bahwa ingin turun di daerah tujuan ya, supaya supir bisa menurunkan di alamat yang tepat. Sayangnya supir songtheaw yang saya tumpangi tidak bisa bahasa inggris, jadinya saya memperlihatkan alamat hostel tempat saya menginap dari HP dan dijawab 'OK' oleh si supir. Perjalanan dari terminal ke Ao Nang sekitar 45 menit. Jalanannya  lebar namun tidak seramai Phuket apalagi Bangkok. Sepanjang jalan bisa dilihat beberapa petunjuk jalan ke tempat-tempat wisata yang terkenal di Krabi, lumayanlah anggap aja survey lapangan untuk trip saya keesokan hari nya.

Saya sampai di hostel pada jam 2 siang. Soal ho(s)tel, tidak jauh beda dari Phuket, di Krabi pun sangat banyak penginapan berbagai level di lokasi-lokasi strategis dengan harga yang sangat terjangkau. Kali ini saya membooking sebuah hostel backpacker gratisan (hasil tukar poin Traveloka) bernama Ideal Bed Hostel, kalau saya lihat di aplikasi rate-nya sekitar 110 ribu Rupiah. Hostel ini sangat recommended banget untuk backpacker yang tidak asal milih hostel, kenapa? karena hostel ini sangat bersih, aman, nyaman, dan strategis. Berada di pinggir jalan Ao Nang, berjarak hanya beberapa meter dari Ao Nang Beach, kiri-kanan banyak yang jualan makanan kalau malam, sebelahan dengan swalayan, dan di depannya ada agen tour ke pulau.

2. Ao Nang Beach
Ao Nan Beach
Patung nelayan di pinggir Ao Nang Beach
Setelah beristirahat sebentar, saya keluar dari hostel dan berniat untuk keliling-keliling sekitaran hostel. Tujuan pertama saya tentu saja Ao Nang Becah yang hanya berjarak sepelemparan batu dari hostel tempat saya nginap. Walau cukup panjang, namun tidak terasa lelah menyusuri garis pantai Ao Nang ini. Mungkin karena pantai ini sangat bersih dan nyaman banget. Trotoar yang disediakan untuk pejalan kaki sangat lega dan menambah nyaman untuk menikmati pantai. Jejeran pedagang oleh-oleh maupun cafe yang ada di seberang pantai memperramai garis pantai Ao Nang ini. Beda sedikit dengan pedagang-pedagang yang ada di negara kita, pedagang-pedagang di sini tidak terlalu ngotot untuk memaksa wisatawan berbelanja, sehingga wisatawan bisa lebih nyaman ketika berjalan di sepanjang pantai. Tidak jauh dari Mc.D (seberang jalannya) kita bisa melihat patung nelayan yang sedang menarik seekor ikan besar. Patung ini juga menjadi incaran tempat foto bagi para wisatawan yang berkunjung ke Ao Nang Beach.






Trotoar yang disediakan untuk pejalan kaki

How can I will pass this view :)

3. Street Food
Malam ini, saya tidak berniat kemana-mana, hanya ingin istirahat untuk menyiapkan stamina supaya besok bisa eksplor Krabi dengan maksimal. Saya hanya mencoba street food yang banyak dijajakan di pinggir jalan di sepanjang jalan depan hostel. Di sini cukup mudah menemukan makanan halal, akan banyak sekali kita jumpai pedagang yang berkerudung. Cukup banyak pilihan makanan halal di sini, mulai dari Thai food sampai ke Arabian food, semua ada. Kalau untuk harga, dibandingkan Bangkok, masih cukup mahal menurut saya, tapi masih terjangkau lah. Untuk sepori nasi goreng kari plus telur ceplok, saya kena 90 Baht atau setara 35 ribu Rupiah.

Ao Nang malam hari


Untuk langkah aman mencari makanan halal, beli ke pedagang yang berkerudung aja


DAY 2

Hari kedua ini, saya eksplor tempat-tempat wisata di darat Krabi, menggunakan sepeda motor yang saya sewa. Harga sewa sepeda motor di Krabi 200 Baht untuk 24 jam, sedikit lebih mahal dibanding Phuket ya. Saya sangat menikmati berkeliling Krabi dengan sepeda motor, tidak macet, dan tidak cruel

1. Tiger Cave 
Tiger cave sebenarnya adalah sebuah kuil tempat beribadah umat Budha yang kalau dalam Bahasa Thailand disebut dengan Wat Tham Seua. Sudah terbayang kan apa yang bisa kita lihat di sini, kuil-kuil khas Budha yang mewah pastinya, tak jauh beda seperti kuil-kuil Budha khas Thailand lainnya. Kenapa disebut dengan Tiger Cave Temple? Karena macan dianggap sebagai dewa yang juga dipuja di sini, tidak heran disini banyak sekali patng-patung macan. Namun ada beberapa hal yang menarik disini, seperti gua-gua kapur sekitaran kuil tempat bermeditasi para pendeta, banyak situs arkeologi tempat ditemukannya sisa-sisa peninggalan zaman batu, dan yang paling menantang adalah anak tangga sejumlah 1.237 buah yang bisa kita tapaki untuk menaiki bukit kapur yang ada di belakang kuil. Tidak ada usaha yang sia-sia, demikian juga dengan 1.200an anak tangga tersebut. Lelah menaikinya akan terobati dengan menemui beberapa patung Budha di puncak bukit yang dibalut dengan pemandangan indahnya Krabi dari ketinggian. Disarankan untuk datang ke tempat ini pada pagi hari menjelang siang, atau pada sore hari menjelang senja. Dikarenakan harus menapaki lebih dari seribuan anak tangga itu akan terasa semakin berat di bawah matahari yang terik, ya kan??
Tips lain dari saya, jangan lupa persiapkan stamina dan bekal air minum juga yaa, karena menapaki seribu lebih anak tangga itu aja akan menghabiskan tenaga dan waktu yang tidak sedikit, semakin ke atas anak tangga nya pun terasa semakin tinggi. Tidak perlu buru-buru, santai saja, yang penting tetap sampai di puncak kan??? Hati-hati juga dengan monyet-monyet yang terkadang suka usil.
 
Seperti namanya, banyak patung macan di sini
 
1.237 anak tangga, siaaapp..???
 
Semakin ke atas, ukuran anak tangga nya semakin besar


 
View on top

2. Emerald Pool (Thung Teao Forest National Park)
Setelah bermotor selama kurang lebih 1 jam seturunnya dari Tiger Cave Temple, sampailah saya di Thung Teao Forest National Park. Apa yang bisa kita temui di taman ini??? Disini kita bisa melihat tracking dengan pemandangan alami nan hijau. Namun, yang paling dicari wisatawan datang ke taman ini adalah Emerald Pool-nya. Untuk masuk ke taman ini, kita harus bayar tiket sebesar 200 Baht, harga yang cukup lumayan mahal. Namun, harga segitu akan setimpal dengan yang akan kita temui di dalam nantinya. Kembali, kita harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari gate masuk tempat membeli tiket tadi. Jarak 1 kilometer lebih itu akan terasa menyenangkan dikarenakan suasana taman yang sangat alami, masih banyak pohon-pohon hijau, suara kicauan burung, dan suara gemericik sungai. Sstelah melewati track menyenangkan tadi, kita pun akan sampai di tujuan, sebuah kolam jernih berwarna tosca bening. Kolam bening diantara pepohonan ditengah hutan itulah yang dinamakan Emerald Pool. Jika melihat kolam berkilau ini, dijamin hasrat nyebur tidak akan terbendung. So, saran saya, jangan lupa untuk membawa baju ganti ya.
 
Dari gate ini aja udah keliatan asrinya ya kan?
 
Siapa yang kuat nahan diri ga nyebur???
Tips lain dari saya, Emerald Pool termasuk salah satu destinasi favorit turis di Krabi, maka dianjurkan untuk datang bukan pada hari Sabtu atau Minggu, karena tidak akan ada space untuk nyebur pada hari-hari itu saking padatnya turis. Satu lagi, walaupun berada di tengah hutan, namun kebersihannya sangat terjaga. Jadi, jagalah kebersihan yaaa :)

3. Blue Pool (Thung Teao Forest National Park)
Masih di dalam kawasan yang sama, saya lanjutkan dengan berjalan kaki ke Blue Pool. Track yang dilalui untuk mencapai Blue Pool sudah jalan beton, namun demikian di sekitar masih dikelilingi oleh pohon-pohon hijau yang semakin rapat. Tetap saja, buat saya lingkungan seperti ini benar-benar menenangkan, sehingga berjalan beberapa ratus meter itu jadi tidak terasa. Sesampainya di Blue Pool saya terpanan luar biasa. Kolam ini benar-benar indah, alami, dan biru sekali. Namun sayang, niat untuk nyebur di kolam satu ini harus diurungkan, karena ada larangan berenang di sini. Konon katanya ada lumpur hisap di dasar kolam. See, yang terlihat cantik dan tenang sekalipun menyimpan ancaman mematikan kan?? (ceilahhh :D). Konon katanya lagi, jika kita tepuk tangan di sekitar kolam ini, maka mata air panasnya akan semakin bertambah. Wallahu'alam.
 
Track-nya hijau begini kiri-kanan, diselingi gemericik air dan suara burung 

 
Dibalik kecantikannya ini, terkandung pasir hisap, makanya wisatawan dilarang berenang disini, huuftt
4. Krabi Town
Puas basah-basahan dan cuci mata di Thung Teao Forest National Park, perjalanan saya lanjutkan ke Krabi Town. Sengaja saya agendakan ke Krabi Town pada sore hari, karena saya ingin mampir ke night market yang cuma ada pada setiap weekend saja. Di Krabi Town kita bisa menemukan patung yang menjadi ikon kota Krabi yaitu patung kepiting. Ah ya, saya curiga, jangan-jangan nama Krabi memang diserap dari hewan ini, crab - craby. Harap bersabar jika ingin berfoto di patung kepiting ini ya jika ingin mendapatkan foto tanpa ada orang lalu lalang sebagai background.
 
Craby = Krabi
 
Krabi Night Market, rameeeee
Tibalah malam yang saya tunggu-tunggu, saatnya ke night market. Tujuan utama saya adalah pengen wisata kuliner khas Thailand, dan cuci mata tentunya. Pasar malam ini berada di Maharat Soi, atau jika bingung, bisa bertanya ke penduduk lokal saja, mereka akan dengan senang hati menunjukkan arah jalan menuju pasar malam ini. Benar-benar surga makanan buat pencinta masakan Thailand seperti saya, semua terlihat menggiurkan, dengan harga yang lebih murah dibanding resto/cafe tempat saya makan di Ao Nang kemarin. Oh ya, hati-hati di sini ketika membeli makanan ya, karena mayoritas juga makanan non-halal. Buat amannya, belilah makanan di pedagang yang berkerudung. Selain makanan, di pasar ini juga banyak dijual oleh-oleh Krabi, seperti baju kaos bertulisan Thailand/Krabi, gantungan kunci, magnet kulkas dan sebagainya. Tips untuk yang ingin membeli oleh-oleh, jangan sungkan untuk menawar ya, karena harga yang disampaikan oleh pedagang belum lah harga net, masih bisa ditawar kok.

DAY 3

Hari ini saya merencanakan akan hoping island yang tertunda dari Phuket. Semalam, sesampainya di hotel dan mengembalikan motor yang saya sewa. Saya pun mendatangi beberapa pedagang paket tour pulau yang ada di sekitar hotel. Setelah bertanya dan menawar di beberapa pedagang, akhirnya saya memutuskan membeli paket tour ke Phi Phi Island di pedagang berkerudung yang berjualan persis di depan hostel saya. Harga paket tour tersebut adalah 900 Baht. Paket tour ini termasuk antar-jemput dari dan ke hostel, makan siang, dan snack. Sebenarnya ada beberapa pilihan tujuan pulau yang bisa kita pilih, namun dikarenakan memang niat saya ingin ke Phi Phi Island, maka saya pilih paket yang ada Phi Phi Island nya. Jadi ada 4 spot yang akan kami singgahi nantinya; Bamboo Island, Viking Cave, Koh Gai, dan Phi Phi Island.

Namun sayang, dikarenakan oleh satu dan lain hal, maka tour saya pada hari ini tidak dapat saya lanjutkan, dan berarti saya harus merelakan tiket hoping island seharga 900 Baht yang sudah saya beli (pediiihhh). Saya musti balik segera pada hari ini juga ke Indonesia. Otomatis rencana trip saya yang nanti akan berakhir di Hat Yai pun berubah.


OK, dapat penerbangan ke Singapura pada siang hari. Daripada garing di hostel saja, maka mari kita isi dengan yang bening-bening. Kita ke pantai lagi dooonnnggg, jalan kaki beberapa langkah saja ke Ao Nang Beach, lumayan lah bisa ngilangin gondok juga dan happy kembali buat balik ke Indonesia via Singapura.  Tidak apa-apa, suatu hari nanti saya akan kembali ke Krabi, I love this place so much.

Perjalanan saya di selatannya Thailand selesai, minus Hat Yai (sayangnya). 2 bulan setelah Krabi ini, saya diberi juga kesempatan ke Hat Yai, namun melintas dari Malaysia, nanti akan saya ceritakan di blogpost selanjutnya ya. Apa kesan saya soal Krabi?? Nyaman, iya saya pencinta daerah dengan pantai dan alam cantik namun yang tidak terlalu crowd model begini. Seumpamanya di Indonesia, maka Phuket adalah Bali, Krabi ini adalah Lomboknya. One day, I'll be back to this town :D

No comments:

Post a Comment

Cara ke Malaka dari Dumai, Kuala Lumpur, dan Penang

Dari Hat Yai (baca report-nya  di sini ), kami balik ke Penang. Destinasi selanjutnya adalah, Melaka, kota di Malaysia bersama Pen...