Tuesday, December 11, 2018

Di Phuket, Kemana Aja?? (Itinerary 3 Hari 2 Malam di Phuket)


Saya termasuk tipikal yang nyantai ketika traveling, nyantai disini maksudnya adalah persiapan. Jarang sekali saya membuat itinerary untuk perjalanan saya, susunan kunjungan dalam satu hari biasanya berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol dengan petugas hotel, orang tempatan, maupun traveler lain yang saya temui di hotel. Namun, untuk trip Thailand kali ini, saya prepare agak sedikit serius. Kenapa? karena destinasi saya bukanlah destinasi yang aksesnya semudah Singapura ataupun Bangkok, jadi saya harus sedikit repot mempersiapkan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak saya inginkan. Berikut itinerary saya selama 3 hari 2 malam di Phuket.
DAY 1

a. Airport
Penerbangan saya dari Singapura sampai di Phuket lewat tengah hari, urusan imigrasi berjalan lancar dan cepat. Airportnya biasa-biasa aja, tidak terlalu besar dan wah. Enaknya, toiletnya ada yang jongkok dan bisa ceb*k pakai air (semprotan). Jadi gausah bawa-bawa air pake botol bekas minuman lagi buat ceb*k, seperti negara sebelumnya. Selain itu, ada juga beberapa kran air siap minum, lumayan lah bisa isi botol minum buat bekal di jalan ke kota. Eh tapi di Thailand, air mineral harganya murah kok, sama lah kaya di Indonesia.


b. Perjalanan ke penginapan
Seperti yang saya ceritakan di blogpost sebelumnya, saya sudah membooking hostel di Patong. Perjalanan dari bandara ke Patong dengan minivan sekitar 1 jam. Saya sampai di hostel jam 4 sore, istirahat sebentar dan mandi. Kemudian saya keluar untuk mencari makan siang (yang terlambat) di sekitaran hostel. Hostel saya berlokasi di sebelah Jungceylon Mall, maka upaya pertama saya adalah mencari makanan (halal) di mall tersebut. Namun karena belum ada yang sreg, akhirnya saya bertekuk lutut di pintu KFC. 

c. Bangla Road
Pada malam pertama ini, saya tidak terlalu semangat kemana-mana. Pertama karena lelah, kedua karena cuaca kurang mendukung, gerimis tipis. Jadinya, saya hanya ke Bangla Road yang hanya 200 meter dari hostel saya. Tujuannya ga ngapa-ngapain sih, cuma pengen nyari makan makanan khas Thailand di sana. Malam itu saya makan Tom Yum seafood yang benar-benar terjaja menggiurkan di sana, (kalau tidak salah) harganya 150 Baht sudah termasuk nasi putih dan kelapa muda, plus potongan buah-buahan segar untuk desert-nya. Setelah makan, saya kembali ke hostel, ingin beristirahat.

DAY 2

Pada hari kedua ini, saya merencanakan untuk mengeksplor tempat-tempat wisata yang ada di Phuket dengan sepeda motor. Sebenarnya semalam saya janjian dengan seorang solo-backpacker dari Jepang untuk eksploring dan nyewa motor bareng, tapi sepertinya dia pulang terlalu larut semalam dan sampai saya siap mau berangkat, doski masih ngorok. Ya sudahlah, sudah ditakdirkan solo kemana-mana sepertinya, hahaha. Banyak tempat penyewaan motor di pinggir jalan Patong ini, sekali lagi saya ingatkan, harus pintar-pintar nawar ya. Saya dapat harga 150 Baht untuk sepeda motor matic merk Yamah* Mi*. Semakin terkini motornya, maka akan semakin mahal. Syaratnya cukup tinggalkan fotocopy paspor saja. Nanti kita akan dibuatkan semacam kontrak penyewaan gitu, helm, dan peta wisata Phuket. Mungkin karena lihat saya perempuan sendiri, si Bapak bantu menyusun kunjungan saya dan menunjukkan track termudahnya di peta tersebut. See, itinerary yang saya buat pun jadi tak terpakai kan? hehe

a. Big Budha
Tempat pertama yang saya datangi adalah Big Budha, sebuah tempat wisata religi umat Budha yang berada di atas bukit. Tidak susah untuk menemukan lokasi ini, karena petunjuk arah sangatlah jelas. Selain itu, karena berada di ketinggian, maka dari kejauhan sudah terlihat patung Budha berwarna putih. Tinggal kita mengikuti petunjuk arah yang tersedia. Track untuk menuju tempat ini adalah track menanjak yang lumayan menantang, tetap berhati-hati ya. Di kiri-kanan jalan akan banyak kita temui cafe-cafe maupun tempat wisata (semacam sirkus atau elephant riding) lainnya. Sesampainya di Big Budha, parkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan ya (parkir gratis). Kemudian ikuti petunjuk entry ke Big Budha nya (masuk juga gratis). Tidak hanya patung Big Budha warna putih itu yang bisa kita jumpai disini, tapi kita juga bisa melihat pemandangan Phuket dengan birunya Laut andaman 360 derajat. Selain itu bisa juga melihat (yang dipercaya) bekas telapak kaki Budha di sebuah batu, atau prosesi ibadah umat Budha di kuil juga sayang untuk dilewatkan. Untuk masuk ke kawasan Big Budha ini, hanya diperbolehkan bagi yang berpakaian sopan dan tertutup, sementara bagi turis-turis yang berpakaian terbuka, akan dipinjamkan sarung oleh petugasnya (sama seperti wisata ke pura di Bali).
 
Yuk, naik tangga ke atas
 
Laut Andaman dari ketinggian


b. Wat Chalong
Wat Chalong adalah kuil yang paling bersejarah di Phuket, karena sudah berdiri dari tahun 1800-an. Komplek Wat Chalong ini sangat luas, dan terlihat mewah dengan nuansa warna emas dan merah. Ketika masuk ke komplek kuil, kita bisa melihat banyak sekali umat Budha yang beribadah, jangan kaget jika mendengar suara rentetan petasan ya, itu adalah salah satu rangkaian prosesi ibadah mereka. Pada sebuah kuil yang besar (sepertinya kuil utama) yang terbuka untuk umum, turis-turis diperbolehkan masuk dengan membuka alas kaki. Di dalam kuil tersebut, kita bisa menemukan patung Budha berwarna emas dengan berbagai posisi, ada yang duduk, berbaring, bersila, dan berdiri. Pengunjung juga diperbolehkan naik ke lantai dua, lagi-lagi kita bisa menemukan ruangan yang berisi patung-patung Budha berwarna emas, yang menarik adalah sebuah patung Budha dengan bunga teratai di sebelahnya yang dilingkup dengan kaca transparan, bertaburan uang-uang kertas berbagai nominal di dalam kaca tersebut, sepertinya ini juga jadi salah satu spot doa pengunjung yang kemudian akan melemparkan uang ke dekat patung Budha tersebut. Di balkon lantai dua ini, kita bisa melihat sekeliling dari komplek Wat Chalong ini. 
 
Komplek Wat Chalong dari lantai 2 kuil

 
Patung Budha berbagai pose
c. Old Phuket Town
Dari namanya sudah tertebak kan apa yang akan kita temui di tempat ini? Ya, bangunan tua dan sejenisnya. Old Phuket Town ini terletak di Phuket Town, dari Wat Chalong sekitar 20 menit saja. Katanya sih, lebih cantik kalau dikunjungi malam hari, bangunan-bangunan tua tersebut akan terlihat semakin mempesona dengan siraman aneka cahaya.

Old Phuket Town, tenang dan sahdu ya

d. Promthep Cape
Promthep Cape ini adalah view-point yang terletak di paling selatan Phuket, posisinya tersebut tentu saja akan menjadi tempat favorit orang-orang untuk menikmati sunset. Katanya lagi sih, Promthep Cape ini adalah tempat teryahud di Phuket untuk melepas matahari ke peraduannya. Sayangnya, saya datang masih terlalu siang, jadi tidak bisa melihat keemasan sunset tersebut.
 
Promthep Cape
 
Karon View Point


e. Karon View-Point
Di perjalanan pulang dari Promthep Cape ke arah Patong, lagi-lagi saya menemukan sebuah view-point yang cukup ramai pengunjung, yaitu Karon View-Point. Dari view-point ini, kita bisa melihat kemolekan Pantai Kata dan Pantai Karon dari kejauhan. Kebayang kemolekan dua pantai itu akan semakin berlipatganda di kala sunset, sayang saya tidak bisa menunggu sampai sunset.

f. Beaches (Karon Beach dan Kata Beach)
Setelah singgah sebentar di Karon View Poin, perjalanan pun saya lanjutkan ke arah Patong. Sepanjang perjalanan, saya melewati beberapa pantai-pantai yang indah dan bersih, yaitu Karon Beach dan Kata Beach. Namun saya memutuskan tidak singgah di kedua pantai ini hanya foto-foto sebentar dari pinggir jalan saja, karena saya lihat langit sudah gelap seperti mau hujan deras. Saya segera tancap gas, sambil meneliti petunjuk arah ke Patong.

g. Patong Beach
Walau lumayan deg-degan juga karena takut nyasar, saya akhirnya bisa kembali ke Patong. Sebelum kembali ke penginapan, saya singgah sebentar di Patong Beach untuk melepas lelah dan dahaga. Sedikit berbeda dari 2 pantai yang saya lewati sebelumnya, Patong Beach sangat ramai pengunjung. Mungkin karena posisinya berada di pusat keramaian, serta dikelilingi oleh cafe-cafe dan hotel-hotel.

h. Bangla Road
Sebelum magrib saya sudah sampai di penginapan, selesai bersih-bersih dan istirahat, saya bersama dua orang roommate sepakat untuk makan malam dan sedikit bersenang-senang di sekitaran Bangla Road. Malam ini saya makan masakan Timur Tengah, lagi-lagi untuk memastikan kehalalannya. Selanjutnya, kami nongkrong di sebuah bar yang ada di Bangla Road tersebut (saya hanya ikutan nongkrong), amazing, di Phuket minuman beralkohol sangat terjangkau, hanya puluhan Baht saja pergelasnya. Minuman (beralkohol) lokal jauh lebih murah lagi. Tidak heran, kenapa pulau ini diserbu pecinta dunia malam.


DAY 3

Bye Phuket, Hello Krabi
Saya tidak kemana-mana pada hari ketiga ini, bangun agak siang, packing, siap-siap check-out, dan melanjutkan perjalanan. Ada teman yang bertanya kepada saya, kenapa tidak hoping island selama di Phuket? Sebenarnya Phi Phi Island (Maya Bay sih khususnya) adalah target utama saya pada awalnya, gara-gara si ganteng Leonardo Dicaprio pernah shooting di sana. Namun sayang, ketika kedatangan saya ke Phuket, Maya Bay sedang ditutup untuk pengunjung, karena sedang dalam masa konservasi dan baru dibuka kembali pada November 2018. Maka saya memutuskan akan tetap berkunjung ke Phi Phi Island dan James Bond Island, namun start dari Krabi, karena dari Krabi akan lebih dekat. So, tunggu blogpost selanjutnya ya, sekalian akan saya ceritakan cara ke Krabi dari Phuket via darat.


8 comments:

  1. wah seru sekali ya! semoga saya bisa berkunjung kesana aamin.

    ReplyDelete
  2. Serunya bisa traveling ke Phuket. Semuanya terlihat menarik, tapi sepertinya ke Promthep Cape dan Katon view point asyik sambil lihat sunset. Semoga suatu saat saya dimampukan ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang iya mba, lokasi paling ciamik buat sunset-an disana. Aamiinnn Insha Allah suatu hari akan dimampukan kesana

      Delete
  3. suasananya Asia banget ya. dengan pantai dan tempat ibadah budha

    ReplyDelete
  4. Bener mba, Asia banget, bikin betah :)

    ReplyDelete
  5. Waktu itu ke Thailand beluum sampai Phuket. Baru Bangkok dan Pattaya. Boleh nih liburan ke sini tahun depan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, kalau waktu agak panjang boleh lah overland ke Krabi sampai Hat Yai mba hehehe

      Delete

Sehari di Mui Ne -Vietnam, Kemana Aja..??

Buat yang memiliki impian wisata ke gurun pasir tapi belum punya cukup budget untuk ke timur tengah, maka solusinya adalah datang ke V...