Sunday, October 7, 2018

Apa itu Baper?


Kata "Baper" sudah menjadi istilah lumrah yg  kita dengar hari ini. Kemudian saya penasaran, what is the real meaning of "Baper" actually? Sudah saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) namun belum ada istilah itu terdaftar disana. OK, baik, kasih waktu beberapa hari untuk tanya-tanya ahli. I'll post it completely later :)
OK, setelah bertanya dengan beberapa orang anak gaul, "Baper" adalah singkatan dari "Bawa Perasaan", hal ini berarti sebuah kondisi dimana seseorang yang terlalu sensitif dan mudah terbawa/terlarut suasana.

Namun, seorang teman psikolog menjelaskan bahwa "Baper" mempunyai penjelasan secara medis  untuk kondisi ketika seseorang memiliki sensitivitas sensorik emosi tinggi yang dapat diukur dengan Highly Sensitive Person Scale. Proses sensoris ini berkaitan dengan sistem saraf.


Orang dengan perasaan yang sensitif disamakan dengan orang-orang yang kurang mampu / kurang berani untuk mengambil resiko, menyukai ketenangan, senang menyendiri, menyenangi percakapan yang mendalam, dan menghindari berbagai ransangan emosional. Akan tetapi, kondisi ini berbeda dengan kondisi orang pemalu. Tidak ada terapi/penyembuhan dari kondisi ini. Intinya, menjadi sensitif/peka/baper-an terhadap lingkungan sekitar itu bukanlah masalah sama sekali. Namun hal ini dapat menyebabkan timbulnya beberapa masalahl, seperti kesulitan bekerja dalam tim, susah konsentrasi, dan gangguan emosi yang tentu saja dapat mempengaruhi kehidupan secara keseluruhan.

Biar ga baper-an, piknik yuk, karena perempuan makhluk perasaan yang perlu sering piknik.

Semua setuju bahwa kaum hawa jauh lebih mudah baper dibanding kaum adam. Hal ini disebabkan oleh struktur otak (otak kiri dan otak kanan)  pria dan wanita itu berbeda. Wanita memiliki pusat verbal di kedua sisi otak tersebut, sementara pria hanya terdapat di sisi kirinya saja. Maka tidak heran, jika wanita cenderung lebih banyak menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan sesuatu serta lebih mengedepankan perasaan. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan seorang pria yang baper-an juga. So, buat kamu yang baper-an, pintar-pintar manage perasaan dan emosi mu ya, supaya kehidupan dan pergaulanmu tidak terganggu.

No comments:

Post a Comment

Apa yang Kau Ingat pada Februari?

Hai, kamu ingat ini hari apa? Valentine? Sudah berlalu dari 2 hari yang lalu. Ku yakin kau pasti lupa, coba lah pejamkan mata ...