Sunday, September 23, 2018

Panduan Backpacking ke Singapura Bagi Pemula

Singapura termasuk negara yang paling banyak dikunjungi oleh orang Indonesia. Walaupun terkenal sebagai negara yang mahal dan sangat disiplin, namun tidak mengurangi animo traveler Indonesia untuk menjejakkan kaki di negara yang identik dengan patung singa ini. Jangan takut untuk (solo) traveling ke Singapura karena negara ini sangat ramah untuk backpacker/traveler. Tidak harus fasih berbahasa inggris juga, karena orang-orang Singapura juga fasih berbahasa melayu, selain itu sistem transportasi umumnya juga sangat mudah untuk dipelajari, serta petunjuk jalan dan tempat-tempat wisata juga sangat jelas sekali. Khusus untuk newbie yang baru pertama kali akan ke Singapura, ada beberapa panduan yang wajib kamu ketahui, simak di paragraf selanjutnya ya..!

Baca juga : Tips Melewati Imigrasi Singapura dengan Aman
Tempat wisata gratis di Singapura..?? Ada di sini

1. Volume Cairan
Peraturan penerbangan internasional memang membatasi liquid yang dibawa ke kabin maksimal hanya 100 ml saja, maka pastikan segala macam cairan yang dibawa tidak melebihi  100 ml ya. 

2. Bawa Botol Minum Kosong
Singapura terkenal mahal, begitu juga dengan air minum, air mineral Aq*a kemasan 600 ml saja harganya $2 lebih. Tapi jangan khawatir, pemerintah Singapura menyediakan banyak dispenser air minum di area-area umum. Selalu bawa botol minum dan refill kembali ketika butuh.


3. Bawa Tissue Basah
Sebagai orang Indonesia yang terbiasa untuk (maaf) cebok setiap setelah urusan kamar kecil, maka akan merasa sedikit kesulitan ketika berada di Singapura, karena rata-rata toilet di negara ini tidak menyediakan gayung maupun semprotan untuk cebok. Mereka hanya menggunakan tissue kering gulung untuk bersih-bersih setelah buang hajat. Ada 2 solusi yang bisa digunakan untuk masalah percebokan ini yaitu dengan membawa tissue basah atau dengan membawa botol bekas kemasan minuman yang diisi dulu di wastafel. Walaupun jadi sedikit repot, tetap saja dilakonin, daripada merasa risih seharian.

4. Ambil Peta dan Brosur 
Sesampainya di terminal kedatangan, carilah Tourism Information Desk ataupun rak-rak yang berisi peta maupun brosur mengenai tempat-tempat pariwisata dan sistem transportasi yang ada di Singapura. Peta dan brosur ini akan sangat membantu bagi backpacker yang akan berkeliling Singapura mengandalkan transportasi umum. Akan lebih baik lagi, jika sebelum berangkat telah menyusun ittinerary perjalanan selama di Singapura, sehingga perjalanan dapat terorganisir dengan baik. 

5. Transportasi Umum di Dalam Bandara Changi
Bandara Changi berada cukup jauh dari pusat kota, bagi yang berkantol tebal bisalah dengan leluasa ingin menggunakan transportasi apa untuk menuju pusat kota. Bagi yang berkantong pas-pasan namun tidak mau repot sebaiknya menggunakan MRT (Mass Rapid Transportation). Stasiun MRT berada di terminal 2, bagi yang mendarat di T2 bisa mengikuti petunjuk arah yang sangat jelas untuk menemukan stasiun MRT tersebut. Bagi yang mendarat di T4, bisa menggunakan shuttle bus gratis yang disediakan oleh pihak bandara, ikuti saja petunjuk arah yang akan mengantarkan kita ke tempat naik bus tersebut. Sedangkan bagi yang mendarat di T1 dan T3, untuk mencapai T2 bisa mengandalkan Skytrain yang tentu saja juga gratisan. 

6. Beli Kartu Ezlink atau Singapore Tourist Pass (STP)
Ezlink dan STP adalah semacam e-money yang berfungsi sebagai alat pembayaran elektronik yang bisa digunakan untuk pembayaran MRT, LRT, bus, vending machine minuman, gerai 7/11, dll. Tinggal menempelkan kartu ini di mesin pembaca ketika ingin menaiki sebuah angkutan umum atau membeli sesuatu. Ezlink harganya $12 dengan saldo $7 di dalamnya dan berlaku selama 5 tahun, untuk kamu yang akan sering mengunjungi Singapura dianjurkan membeli kartu ini, nanti tinggal top up/isi ulang (minimal $10) saldonya di counter ticketing yang tersedia di setiap stasiun MRT. Sedangkan yang berniat hanya sekali saja ke Singapura dan hanya stay 1-3 hari saja, sangat cocok menggunakan STP, karena dapat digunakan tanpa batas untuk perjalanan selama di Singapura. Harga STP cukup terjangka yaitu $10 untuk 1 hari dan dengan deposit $10. Maka jika membeli STP untuk 1 hari, kita harus membayar sebanyak $20. Semakin lama akan semakin murah,  $26 untuk 2 hari, dan $30 untuk 3 hari. Deposit yang $10 dapat di refund kembali ketika hendak keluar dari Singapura.

7. Siapkan Alas Kaki yang Nyaman
Dapat dipastikan akan banyak berjalan kaki selama di Singapura, pemerintah Singapura telah menyediakan pedestrian jalan yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menyiapkan alas kaki yang comfy untuk berjalan jauh, lebih baik lagi jika juga membawa obat-obatan yang berfungsi sebagai painkiller untuk mengatasi pegal-linu setelah berjalan jauh. Selain itu, yang perlu diingat ketika menyeberang jalan, perhatikan jalur khusus penyeberangan dan lampu penanda boleh menyeberang. Para pengendara juga sangat menghormati pejalan kaki, mereka akan mengerem dari jauh ketika lampu tanda menyeberang telah menyala.

8. Patuhi Peraturan
Singapura sangat disiplin dengan peraturan, siap-siap menerima sanksi atau membayar denda jika melanggar salah satunya. Jangan harap bisa mengelak, karena hampir di setiap sudut ada CCTV. Contohnya saja makan dan minum di dalam angkutan umum, mengunyah permen karet dan membuang bekasnya sembarangan, merokok di sembarang tempat, dan berbagai pelanggaran lainnya. Tidak heran jika Singapura digelari sebagai Fine City karena memang denda yang diberlakukan di negara ini sangat besar. Namun, hal itu jugalah yang bisa membuat Singapura menjadi sangat rapi dan disiplin seperti sekarang ini.

9. Peraturan Tidak Tertulis (Baca : Receh)
Ada beberapa peraturan tidak tertulis yang sebenarnya terkesan receh, tapi hal itu yang kemudian membuat Singapura semakin disiplin dan tidak semrawut. Diantaranya, jika tidak sangat membutuhkan (cacat, hamil, orang tua, dll) maka lebih baik tidak menggunakan lift, sebaiknya menggunakan eskalator saja. Ketika menggunakan eskalator, berdirilah di sisi kiri jika hanya diam berdiri, karena jalur kanan dikhususkan untuk pengguna eskalator yang terburu-buru dan berjalan cepat. Demikian juga ketika akan menggunakan MRT, mengantrilah dengan rapi sesuai dengan garis-garis yang ada di setiap gate. Utamakan dahulu penumpang yang turun, baru kemudian masuk dengan teratur, hindari untuk duduk di seat yang bertuliskan reserved, karena seat tersebut diperuntukkan bagi penumpang yang membutuhkan.

10. Colokan Listrik
Colokan listrik yang digunakan di Singapura adalah yang berkaki 3, berbeda dengan di Indonesia yang menggunakan kaki 2. So, jangan lupa bawa converternya ya, kan ga lucu kalau semua gadget nya lowbat karena ga bisa nge-charge.

So, Singapura tidak segahar kesannya, sangat memungkinkan untuk dikunjungi oleh semua orang, baik yang berkantong tipis apalagi yang berkantong tebal. Sekali waktu kunjungilah Singapura, lalu kamu akan merasa betapa kita orang Indonesia sangat butuh belajar dari warga Singapura.

No comments:

Post a Comment

Apa yang Kau Ingat pada Februari?

Hai, kamu ingat ini hari apa? Valentine? Sudah berlalu dari 2 hari yang lalu. Ku yakin kau pasti lupa, coba lah pejamkan mata ...