Friday, August 10, 2018

Sapaan di Ranah Minang ; Panggil Saya Uni, Bukan Mbak

Kali ini Uni ingin membahas mengenai panggilan/sapaan yang biasa digunakan didalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Sebagiaman yang telah pernah Uni singgung pada bahasan sebelumnya, bahwa di Ranah Minang, panggilan/sapaan kepada seseorang tidak dapat disepelekan, karena panggilan/sapaan adalah salah satu cara untuk menghormati seseorang sesuai dengan porsinya masing-masing. Sehingga terciptalah sebuah peribahasa Minang "Ketek Banamo, Gadang Bagala", yang berarti bahwa setiap orang di Ranah Minang tidak bisa dipanggil sembarangan saja.


Baca Juga : Pergeseran Sapaan di Ranah Minang


Panggilaan Untuk Orang Tua


Pernah dengar celetukan "Onde Mande"?? Kurang lebih bermakna sama seperti "Aduh Biyung" yang juga terkenal karena iklan sebuah produk di masa Orde Baru dulu. Mande merupakan panggilan untuk Ibu di Ranah Minang. Ada beberapa panggilan yang biasa orang Minang gunakan untuk menyapa Ibu-nya, Mande, Bundo, Andeh, Amak, Biyai, dan Amai. Sedangkan untuk Ayah, biasanya dipanggil dengan sebutan Abak, Ayah, Aba, dan Apak. Namun demikian, modernisasi juga mengikis perlahan sebutan-sebutan tersebut, sekarang ini panggilan Mama-Papa, Mami-Papi, Mommy-Daddy, Ayah-Ibu, dan berbagai sebutan modern lainnya lebih sering kita dengar dalam kehidupan orang Minang sehari-hari.


Panggilan Untuk Kakak-Adik


Bagi orang kebanyakan, setiap orang Minang itu identik dengan sapaan Uda untuk laki-laki dan Uni untuk perempuan, tak ubahnya seperti sapaan Mba/Mas bagi orang Jawa. Di Ranah Minang sendiri, Uda adalah panggilan untuk kakak laki-laki, Uni untuk kakak perempuan. Panggilan Uda/Uni ini cukup general digunakan untuk menyapa orang yang lebih tua beberapa tahun, baik yang dikenal maupun tidak. Panggilan Uda/Uni tersebut biasanya bisa disingkat menjadi Da/Ni saja dan disambung dengan nama orang yang bersangkutan, Contoh : Uda Roni, bisa disingkat menjadi Da Roni, atau Uni Keke bisa disingkat menjadi Ni Keke. Walaupun sama-sama berada di bawah payung Minangkabau, ada beberapa daerah yang memiliki panggilan/sapaan yang berbeda. Pariaman misalnya, di sana orang-orang  menyapa kakak laki-laki atau kakak perempuan-nya dengan sapaan Cik Ajo/Cik Uniang. Demikian juga untuk wilayah Tanah Datar sekitarnya, Uwan/Akak digunakan untuk menyapa kakak laki-laki dan kakak perempuan, walau pemakaian Uda/Uni juga masih lumrah terdengar.




[caption id="attachment_973" align="aligncenter" width="448"]a25ee0212c30df6fe359265478d78f2fbb7bb432 Ajang pemilihan Bujang dan Gadih di Ranah Minang sebagai salah satu usaha untu melestarikan kebudayaan asli Minangkabau (Sumber Foto) [/caption]

Untuk adik atau saudara yang usianya lebih muda, biasanya hanya dipanggil dengan panggilan Diak atau dipanggil dengan namanya saja. Namun pada masa lampau (sudah sangat jarang terdengar digunakan hari ini), adik atau yang usianya lebih muda biasa dipanggil dengan sebutan Buyung/Upik untuk usia kanak-kanak dan Bujang/Gadih untuk usia remaja.


Panggilan Untuk Saudara Kandung dari Ayah/Ibu


Kemudian untuk menyapa saudara kandung laki-laki dari Ibu atau Ayah, nenek moyang orang Minang tidaklah pernah menetapkan untuk menyapa dengan sebutan Om (seperti yang trend hari ini). Mamak adalah sebutan untuk saudara laki-laki kandung dari Ibu. Panggilan Mamak tersebut kemudian berkembang berdasarkan urutan usia dalam keluarga menjadi Mak Adang (disingkat dari Mamak nan Gadang; Mamak yang tua), Mak Angah (Mamak nan Tangah; yang tengah), Mak Etek (Mamak nan Ketek; yang kecil) , dan atau Mak Uncu (Mamak nan Bungsu; yang bungsu). Sementara untuk menyapa saudara kandung laki-laki dari garis ayah, kami dibiasakan untuk memanggilnya dengan sebutan Bapak, yang kemudian juga akan berkembang berdasarkan urutan usia menjadi Pak Dang, Pak Angah, Pak Etek, dan atau Pak Uncu.


Panggilan Mamak tidak hanya digunakan untuk saudara laki-laki dari Ibu, akan tetapi juga digunakan untuk semua laki-laki yang segenerasi dengan Ibu dan berada dalam suku (marga) yang serumpun. Sebagai contoh, Uni berada di suku (marga) Malayu, dengan demikian semua laki-laki yang segenerasi dengan Mama uni akan uni panggil dengan sebutan Mamak.




[caption id="attachment_974" align="aligncenter" width="448"]atetdwipermana_zpsf0d8104d-e1516259324392 Mamak bukan saja dari saudara laki-laki sekandung Ibu, tapi juga seluruh laki-laki segenerasi dengan Ibu yang berada dalam suku (marga) yang sama (Sumber Foto)[/caption]

Bagaimana untuk saudara perempuan Ibu/Ayah? Tidak ada pembedaan panggilan untuk saudara perempuan Ibu maupun Ayah. Kami biasa memanggil mereka berdasarkan urutan usia, seperti Adang untuk yang sulung (lebih tua), Angah untuk yang tengah, Etek untuk yang ketek atau Uncu untuk yang bungsu. 


Demikianlah beberapa panggilan/sapaan yang biasa digunakan di Ranah Minang, sangat unik sebenarnya, namun teramat disayangkan jika arus modernisasi kemudian perlahan mengikis keunikan tersebut. Perlahan tapi pasti, kikisan demi kikisan itu akan membuat Minangkabau kehilangan jati dirinya.


2 comments:

  1. Info baru nih. Aku taunya cuma Uda Uni Amai sama Apak aja.

    ReplyDelete
  2. Hai Mba Acha, iya mba sebenarnya banyak panggilan selain uni/uda, beda2 daerahnya beda lagi panggilannya 😊

    ReplyDelete

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam

Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berb...