Tuesday, August 28, 2018

Pacu Jawi, Balapan Sapi Ala Minangkabau


Tidak kalah heboh dari Formula 1 ataupun MotoGP, di Indonesia ada sebuah even balapan yang juga sangat dinanti-nanti oleh masyarakat, yaitu Balapan Sapi. Jika di Madura disebut Karapan Sapi, maka di Sumatera Barat disebut Pacu Jawi. Kali ini Uni ingin menjelaskan mengenai even unik Pacu Jawi yang telah menjadi agenda tetap di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.


Dalam Bahasa Minang, Pacu berati Balap, Jawi berarti Sapi. Jadi, Pacu Jawi berarti Balapan Sapi. Perlombaan ini dipercaya telah ada dari ratusan tahun silam, diadakan setiap setelah masa panen, kurang lebih 3 - 4 kali dalam setahun. Perlombaan ini ditujukan selain untuk menjadi hiburan bagi masyarakat juga untuk selebrasi rasa syukur atas hasil tani yang didapat. Pacu Jawi ini diadakan setiap tahunnya, tempat penyelenggaraannya hanya di 4 kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, yaitu Rambatan, Pariangan, Limau Kaum, dan Sungai Tarab.

The Racers
Walau sama-sama menggunakan Sapi sebagai alat yang digunakan untuk berpacu, namun antara Karapan Sapi di Madura dan Pacu Jawi di Sumatera Barat memiliki perbedaan. Perbedaan yang paling mencolok adalah lahan yang digunakan. Karapan Sapi diselenggarakan di lahan kering yang datar, sementara Pacu Jawi dilaksanakan di sawah yang masih basah. Perbedaan lainnya, Karapan Sapi biasanya menyandingkan 2 pasang atau lebih Sapi untuk saling pacu hingga ke garis finish, sedangkan Pacu Jawi hanya membiarkan 1 pasang Sapi di lintasan saja dan pemenangnya berdasarkan lurus atau tidaknya lari disertai dengan kecepatan waktu Si Sapi. Konon hal ini ditujukan untuk menghindari adanya praktik taruhan yang kerap dilakukan penonton setiap ada lomba-lomba sejenis ini.

 
The Circuit


Seorang joki bertugas untuk mengendarai sepasang sapi yang diapit oleh alat pembajak sawah. Joki berdiri dialat bajak tersebut sambil memegang tali kendali dan menggigit ekor sapi. Menggigit ekor sapi bertujuan untuk memacu lari sapi, semakin kuat gigitan joki di ekor sapi, semakin kencang juga lari si sapi.






Akan ada beberapa prosesi adat yang harus dilakukan sebelum Jawi diturunkan ke arena. Jawi-jawi yang akan ikut andil dalam lomba harus diberi nama, didandani, dan dipakaikan kain. Jawi yang telah didandani tersebut akan dibawa berarak keliling kampung yang juga dimeriahkan oleh para bundo kanduang dengan dulang (nampan) yang berisi makanan. Dilanjutkan dengan makan bajamba atau makan bersama. Setelah seluruh prosesi tersebut selesai, Jawi dilepas ke sawah dan pacuan siap untuk dimulai. Kemenangan seekor jawi berbanding lurus dengan harga jualnya kemudian, semakin sering seekor jawi memenangkan pacu jawi maka semakin mahal juga harga jualnya setelah itu.

Ingin menyaksikan sendiri keseruannya?? Berikut jadwal Pacu Jawi pada tahun 2018 ini (dikutip dari Kalender Even Budaya dan Pariwisata Sumatera Barat)




































































Tanggal LokasiKecamatan
Januari (6,27)Sawah BinuangSungai Tarab
Februari (3, 10,17)Sawah TangahPariangan
Maret ( 3,10,17,24)SilabuakLimo Kaum
April (7,14,21,28)CubadakLimo Kaum
Mei (5)CubadakLimo Kaum
Juni (23,30)MagekRambatan
Juli (7,14,28)MagekRambatan
Agustus (4,11,18)ParambahanLima Kaum
September (9, 16, 23, 30)Tanah Datar
Oktober (4, 21, 28)Tanah Datar
November (8 25)Tanah Datar
Desember (2, 9)Tanah Datar

28 comments:

  1. Kalau nonton pacuan di ladang yang berlumpur begini, alamat harus bawa baju ganti ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga juga sih mba, pematang sawah nya lumayan tinggi kok

      Delete
  2. Sekalipun orang Minang, sering juga pulang kampung, belum pernah sekalipun ikut menyaksikan pacu Jawi ini. Ada-ada saja halangannya. Semoga suatu saat atau tahun ini bisa melihat. Amin

    ReplyDelete
  3. Pacu Jawi lebih sulit berarti ya karena hanya satu lintasan dan harus lurus

    ReplyDelete
  4. Berbeda tempat berbeda nama dan peraturannya juga ya..tapi pacu jawi ini juga lebih berprikehewanan ya...karena jawi-jawinya tidak dipaksa lari seperti 1sti karapan sapi...he3, tfs mb..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi ngilu liat buntut jawinya digigit jokinya, huhu

      Delete
  5. Pacu Jawi itu seolah balapan sendirian yah. Tapi kita harus mengamati lurus atau enggak. Kayaknya sama sulitnya dengan Karapan Sapi di Madura deh...

    ReplyDelete
  6. Seruuuu! Pasti ramai dengan sorak-sorai penonton, ya. Pengen deh cobain nonton di barisan paling depan :D

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. Yang minang harus udah pernah nonton langsung nih mbaaa hehe

      Delete
  8. Selain harga jualnya naik, pemenangnya juga dapat hadiah kan?
    Jawi-jawinya itu memang khusus untuk dilombakan atau jawi harian yg digunakan untuk membajak sawah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawinya bukan yang harian mas, emang disiapkan untuk even pacu jawi aja, yang menang harganya pasti naik berlipatganda, hehehe

      Delete
  9. Ternyata beda ya Pacu Jawi dengan Karapan sapi hehehe. Aku belum pernah nonton secara langsung nih. Syerem takut keseruduk sapi yang oleng wkwkwkw 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdiri di bagian pematang yang tinggi mba, biar kalo ada jawi yang oleng, kita bisa amann

      Delete
  10. Mbak, kalo tahun 2019 lihat jadwalnya di mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya udah tanya-tanya mba, tapi belum launching kayanya, nanti kalau udah dapat, saya share yaaa

      Delete
  11. Woaah, ada juga lomba balap sapi selain Madura. Cuman aku suka kasihan kalau karapan. Sapinya harus dikasih ramuan penguat agar larinya kencang. Dab pastilah ini demi taruhan

    Kalau Pacu Jawi sepertinya lebih adil ya. Antara manusia sama sapinya kudu kompak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kalau pacu jawi, buntut jawinya digigit sama jokinya mba, suka gak tega juga :(

      Delete
  12. Ternyata beda ya dengan karapan sapi aturan mainnya, susah nih harus jalan lurus ya..

    ReplyDelete
  13. Aku penasaran, syarat jadi jokinya apa ya?
    Gimana itu gigit ekor si sapinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha...kalau ada kesempatan nanti saya tanyain ya mba...:D

      Delete
  14. Ini keren. Pacu Jawi ini tiap tahun jadi ajang hunting fotografer. Demi apa aku tahu informasi pacu jawi ini dulu dari foto-fotonya AFP mbak.. keren sik ini, lomba adu kerbau di lumpur, penuh warna. Sudah jadi perhatian dunia juga kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, udah jadi event dunia juga ini...orang kita pake kamera HP aja fotonya keren, apalagi yang udah prof

      Delete

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...