Tuesday, August 28, 2018

Kenapa Perempuan Harus Sering Traveling...?

Pernah dengar ungkapan 'dasar kurang piknik' yang ditujukan untuk seseorang yang sering cerewet mengurusi hidup orang lain, mudah tersinggung, hobi marah-marah, dan cara 'gak santai' lainnya? Ternyata, ungkapan tersebut tercipta bukan asal-asalan saja loh. Ungkapan tersebut telah terbukti secara ilmiah, sebagaimana yang dilansir oleh Detik Health bahwa otak orang-orang yang kurang piknik akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif, hal ini berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuwan yang ada di Stranford University. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 38 orang, 19 orang berjalan kaki selama 90 menit di lingkungan alam bebas, sedangkan 19 orang lainnya berjalan selama 90 menit di lingkungan urban. Hasilnya, 19 orang yang berjalan di alam bebas akan memiliki pikiran negatif lebih sedikit dibandingkan 19 orang lainnya yang berjalan di lingkungan urban. Mirisnya, ungkapan "kurang piknik" ini lebih sering ditujukan kepada perempuan, mungkin memang karena kaum hawa yang lebih sering terlihat menampakkan gejala 'kurang piknik' tersebut.

Menurut KBBI, piknik berarti bepergian ke suatu tempat di luar kota untuk bersenang-senang untuk membawa bekal makanan dan sebagainya. Merujuk definisi dari KBBI tersebut, maka piknik dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa jadi dengan mengunjungi saudara, ke taman kota, memancing ke sungai, mendaki gunung, atau traveling ke kota lain. Pilihan piknik ini berdasarkan dengan minat dan hobi masing-masing.

Kalau saya pribadi lebih senang piknik dengan cara traveling ke kota atau negara lain. Saya selalu menyiapkan budget dan jadwal khusus untuk traveling, baik solo-traveling maupun dengan mate ataupun keluarga.  Beragam komentar semesta untuk hobi saya ini, mulai sekedar "Ihhh enak ya, jalan-jalan terus" atau "Ihhhh udah punya anak, masih aja jalan sendiri", bahkan beberapa komentar miring yang terkadang bisa membuat telinga panas juga. Tapi, bukan Queen namanya kalau masih ambil pusing dengan komentar orang lain. Anjing menggonggong Queen tetap travelling, demikianlah prinsip saya.


Setelah beberapa dekade ini menyempatkan diri untuk traveling, akhirnya saya simpulkan bahwa traveling bukan lagi hobi saya, tapi sudah menjadi kebutuhan saya. Ada beberapa hal positif yang saya rasakan setelah pulang traveling, diantaranya :

1. Menambah wawasan
Kalau bukan karena hobi traveling ini, maka saya tidak akan pernah tahu bahwa ada warisan dunia berupi bukit karst di Provinsi Sulawesi Selatan sana yang telah dikukuhkan oleh Unesco sebagai perbukitan karst terbesar di dunia setelah Tiongkok. Masih banyak lagi, wawasan-wawasan baru lainnya yang saya dapatkan dari hasil traveling. Selain itu saya juga banyak mendapatkan teman baru, baik dari warga lokal tempat yang saya kungjungi, ataupun teman sesama traveler, beberapa masih keep-in-touch hingga hari ini.

Simak kisah perjalanan saya ke Sulawesi Selatan, di sini

2. Menghilangkan Stress
Traveling adalah cara paling ampuh buat saya menghilangkan stres. Sebagai seorang perempuan dengan berbagai macam dilemanya, membuat saya (dan perempuan lainnya) lebih rentan untuk stres. Stres seperti apapun seketika hilang ketika saya bertraveling. Perempuan-perempuan yang merasa stress? traveling lah. Trust me, it works.

3. Mengalihkan dari pikiran negatif
Sebagaimana yang dirilis oleh Detik Health di atas, piknik (traveling) terbukti bisa menghilangkan pikiran negatif. Ya, jujur saya juga sangat merasakan hal tersebut. Saya sudah sangat jaraaangggg sekali memikirkan sesuatu/seseorang dengan negatif, energi berlebih yang saya miliki lebih banyak saya salurkan untuk berdiskusi mengenai trip-trip traveling dengan grup traveler yang saya gabungi.

4. Membuat Easy-Going
Ketika bertraveling, apalagi ketika solo, saya menghadapi berbagai kondisi yang terkadang tidak mengenakkan. Kondisi-kondisi tidak enak yang unpredictable tersebut menuntut saya untuk bisa mengatasinya dengan segera dan resiko sekecil-kecilnya. Kebiasan menghadapi berbagai kondisi selama traveling itu secara tidak langsung melatih saya untuk siap sedia dengan kemungkinan-kemungkinan tidak terprediksi yang bisa saja saya hadapi kapanpun dan dimanapun juga.

5. Membuat Awet Muda
Dari ke empat poin di atas, terlihat bahwa traveling berdampak positif terhadap peminatnya. Bisa menghilangkan stres, menghilangkan pikiran positif, dan membuat easy-going, serta beberapa dampak positif lainnya tentu saja akan membuat seorang traveler menjadi senang dan lebih banyak tersenyum. Rasa happy dan senyum tersebut lah yang bisa membuat muka seseorang akan terlihat selalu bersinar dan awet muda. 


Muara dari ke-5 manfaat yang saya sampaikan di atas adalah kebahagiaan, baik kebahagiaan untuk diri saya sendiri maupun kebahagiaan untuk orang-orang di sekitar saya. Seusai piknik (traveling), otomatis saya akan pulang dengan jiwa dan pemikiran yang fresh dan positif, jadi murah senyum yang akan mempercantik wajah saya secara alamiah. Ketika saya kembali ke tengah-tengah lingkungan asal (keluarga dan kantor) saya, maka saya akan terlihat much happier than before and spread happines to others. Lingkungan dan keluarga saya tentu akan semakin saya cintai dan syukuri dengan sepenuh hati, karena seluruh energi dan aura negatif telah menguap bersama challenge yang saya lalui selama traveling.

Jadi, mau traveling kemana tahun ini...?


18 comments:

  1. Dengan wisata, kejenuhan bisa disegarkan. Dengan mengunjungi tempat lain dan bertemu dengan segala macam hal baru, rasa syukur ini akan semakin bertambah.
    Rencana tahun ini mau mendaki Kerinci. Semoga bisa bawa anak. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantuuuulllll....saya udah pensiun nanjak gunung dari lama hahaha

      Delete
  2. Setuju sih point-point nya. Walaupun itu berlaku buat semua orang ya. Laki2 juga . Ayo travelling, supaya awet mudaaaaa

    ReplyDelete
  3. Sepertinya berlaku juga buat kalangan pria ya..
    menambah wawasan itu pasti banget ya.

    ReplyDelete
  4. Padahal, kalau saya lihat, lebih banyak traveller perempuan dibandingkan laki-laki, lho. Tapi saya setuju, travelling membuat hidup lebih bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini menarik ini, padahal banyak traveler perempuan ya mbaaa...

      Delete
  5. Rasanya senang ketika bisa traveling, mengunjungi daerah-daerah lain. Pikiran jadi lebih fresh. Tentunya aku jadi lebih bersyukur bisa menikmati semua ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua manfaatnya itu muaranya adalah bersyukur ya mba

      Delete
  6. SETUJU! memang dengan wisata kita bisa melihat dunia dengan cara yang cukup berbeda. ditambah, akan membuat kita belajar bagaimana menghargai perbedaan.. tssaah

    ReplyDelete
  7. Laki-laki sekarang pun nyinyirnya nggak kalah hebat dengan wanita, jadi saya rasa laki-laki pun harus banyak traveling :)

    ReplyDelete
  8. Karena perempuan butuh me time, kalau aku me timenya dengan jalan-jalan short trip. Tapi banyakan sama teman-teman sih, belum pernah nyobain yang solo traveler gitu soalnya.

    ReplyDelete
  9. Aku juga suka jalan Mbak.Meski sekarang kalau mau jalan pikir seribu kali karena harus beli tiket berlima. Jalan sendiri gak tega ninggalin anak-anak dan bapaknya. Hahaha..

    ReplyDelete
  10. Saya setuju semuanya yg mbak tulis. Berlaku juga buatku pribadi. Masalahnya, semakin banyak aku traveling, semakin aku merasa kecil di dunia ini. Belum ada apa2nya ternyata. Dan semakin aku takjub melibat peradaban2 baru di tempat2 dan negara lain yang kukunjungi, belajar dari sana.

    ReplyDelete
  11. Saya kalau sudah pusing dan jenuh dengan kerjaan solusinya satu, segera ajukan cuti buat piknik atau liburan hehe. Pas masuk kerja lagi fikiran sudah fresh.

    ReplyDelete
  12. Aku setuju banget Mbak, perempuan harus banyak travelling. Banyak keuntungannya. Seperti yang disebutkan di atas. Tapi memang harus hobi ya. kalau tidak hobi travelling termasuk aktivitas yang cukup menyiksa 😁

    ReplyDelete

Cara ke Malaka dari Dumai, Kuala Lumpur, dan Penang

Dari Hat Yai (baca report-nya  di sini ), kami balik ke Penang. Destinasi selanjutnya adalah, Melaka, kota di Malaysia bersama Pen...