Monday, June 4, 2018

Bandara International Minangkabau (BIM) Zaman Now

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) adalah satu-satunya bandara bertaraf internasional yang menggunakan nama etnik sebagai nama bandaranya. Dari namanya, semua orang akan dengan mudah mengetahui bahwa BIM itu berada di Padang, Sumatera Barat. BIM berada sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Padang, sehingga secara administratif, BIM berada di Kabupaten Padang Pariaman. BIM mulai dibangun dari tahun 2001 dan resmi beroperasi pada pertengahan tahun 2005. Sebagai bandara bertaraf internasional, BIM tentu saja melayani penerbangan untuk ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan penerbangan haji.




[caption id="attachment_942" align="aligncenter" width="300"]bim Bandara Internasional Minangkabau (Sumber Foto)[/caption]

Sebagai orang Padang asli, uni sangat mendukung usaha pemerintah untuk mendirikan bandara bertaraf internasional di tanah kelahiran uni. Dengan adanya BIM, penerbangan dari berbagai daerah semakin banyak, dan tingkat kunjungan wisatawan juga semakin meningkat, otomatis dapat menambah pemasukan juga bagi daerah dan masyarakat Sumatera Barat umumnya. Namun, dikarenakan perputaran nasib yang mengharuskan uni berdomisili di daerah lain, uni tidak mengikuti perkembangan BIM lagi. Sampai beberapa tahun setelah peresmian BIM itu, untuk satu perjalanan dinas, uni berkesempatan mampir di bandara internasional tersebut. Banyak kedaan kurang menyenangkan yang uni temukan di sana. Mulai dari portal penjual karcis parkir, penataan parkir, calo angkutan umum, hingga ke kebersihan toilet terasa masih belum ditata seinternasional gelar bandaranya. Menurut uni saat itu, gelar internasional yang melekat pada bandara ini terlalu berlebihan.


Sampai medio april 2018, uni kembali diberi kesempatan untuk mengawali penerbangan ke sebuah daerah dari bandara kebanggaan orang Minang ini. Keadaan yang uni temukan beberapa tahun silam itu telah berubah cukup drastis. Mulai dari portal penjual karcis yang sudah diperbanyak sehingga mengurangi kemacetan ketika masuk maupun keluar, area parkir yang luas, angkutan umum dan calo-calonya sudah ditata rapi, ruang tunggu yang nyaman dan dilengkapi dengan berbagai sarana hiburan, ruang laktasi, hingga ke toilet yang sudah cukup banyak tersedia dengan keadaan yang bersih. Semakin disempurnakan lagi dengan kehadiran kereta api bandara dengan harga sangat murah yang melayani rute Kota Padang-Bandara dan sebaliknya. Hal-hal seperti inilah yang uni rindukan di beberapa tahun silam, dimana bandara kebanggaan kampung uni yang notabene adalah bandara internasional bisa sebagus bandara-bandara internasional lainnya di Indonesia.


Beberapa perubahan yang uni dapati di Bandara Internasional Minangkabau medio April 2018 :


 1. Portal Penjual Karcis Parkir Bertambah


Beberapa tahun lalu, selalu terjadi kemacetan karena antrian kendaraan masuk atau keluar bandara. Hal ini diakibatkan oleh portal penjual karcis parkir belum banyak dan masih menggunakan operator. Berbeda dengan tahun ini, portal penjual karcis parkir telah diperbanyak dan untuk masuk sudah menggunakan gate otomatis. Namun masih perlu dipertimbangkan lagi untuk menggunakan otomatis juga untuk portal keluar, mengingat masih sering terjadi kemacetan kendaraan keluar dari bandara.


2. Ruang Tunggu yang Nyaman


Setelah check-in, maka kita harus naik ke lantai 2 untuk masuk ke ruang tunggu menunggu keberangkatan. Dulu, ruang tunggu ini hanya berisi deretan-deretan kursi besi yang jika diduduki lama cukup membuat pegal. Namun tahun ini, ruang tunggu Bandara Internasional Minangkabau tidak lagi hanya berisi deretan-deretan kursi besi tersebut. Ruang tunggu ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh seluruh penumpang. Terdapat kursi tunggu berupa sofa empuk yang dapat digunakan oleh penumpang yang menunggu penerbangan yang masih lama. Terdapat juga beberapa unit kursi malas di ujung ruangan yang cukup  digunakan bagi penumpang yang kelelahan. Tepat di depan kursi-kursi santai itu, terdapat sebuah pojok berisi komputer-komputer yang telah tersambung dengan jaringan internet, seluruh penumpang diperbolehkan menggunakan komputer berinternet tersebut secara gratis. See, ruang tunggu BIM telah sangat bersih dan nyaman jikalau menunggu pesawat yang musti delay untuk beberapa jam kan??
















 20180409_071114 20180409_070750 20180409_071124
Sofa empuk biar betahSepertinya nyaman sekali kan??Free internet corner

3. Ruang Laktasi


Beberapa tahun sebelumnya, uni melihat penumpang yang menyusui anaknya di ruang terbuka dengan risih. Bersyukur, tahun ini BIM telah dilengkapi dengan ruang laktasi khusus bagi ibu-ibu menyusui. Lokasinya tidak jauh dari pojok internet.3. Ruang Laktasi




[caption id="attachment_945" align="aligncenter" width="161"]20180409_071141 Ruang Laktasi[/caption]

4. Musholla


Musholla tidak ketinggalan ikut berbenah. Jika tahun lalu kita musti keluar terlebih dahulu dari ruang tunggu jika ingin beribadah, maka tahun ini kita tidak perlu lagi serepot itu. Sudah tersedia Musholla di sebelah ruang laktasi. Musholla ini terlihat lebih baik dan lebih luas dibanding Musholla sebelumnya. Sarung dan Mukenah juga tergantung dengan rapi dan wangi. Pendingin ruangan juga membuat ibadah semakin menyenangkan. Tidak perlu khawatir berebutan wudhu di toilet, karena terdapat tempat wudhu yang cukup banyak di dalam Musholla ini.














 20180409_071207 20180409_071542
Musholla-nya luas dan bersihTempat wudhu juga ada di dalam musholla

5. Toilet yang Layak


Toilet merupakan poin yang paling uni kritisi di tahun-tahun lalu. Antara kapasitas dan kualitas sama-sama kurang memuaskan. Seringkali uni dan teman-teman musti menahan hasrat untuk buang air karena tidak tega untuk buang air di toilet yang membuat hidung tidak kuat bernafas ataupun air yang tergenang dengan tisu bekas berceceran tersebut. Tapi, lihatlah toilet BIM tahun ini, sudah sangat pantas jika disandingkan dengan bandara setaraf di kota lain. Jumlah toilet yang sudah diperbanyak dan tersedia toilet jongkok maupun duduk. Wastafel dengan handsoap serta cermin ukuran besar juga menyempurnakan ruang kecil tersebut.













 20180409_071318 20180409_071259

Toiletnya bersih dan wangi



6. Area Playground


Jika anda membawa anak-anak yang akan merasa bosan ketika menunggu keberangkatan terlalu lama, maka uni sarankan ajaklah anak-anak untuk ke playgorund yang disediakan. Ketika masuk ruang tunggu beloklah ke kanan, kemudian jalan lurus, melintasi beberapa beberapa blok kursi panjang, maka akan terlihat sebuah area bermain anak-anak. Walaupun tidak terlalu luas, namun uni rasa cukuplah untuk mengusir rasa bosan anak-anak.


Itulah beberapa perubahan menjadi lebih baik yang uni lihat di indoor BIM, bahkan saat ini kenyamanan BIM semakin meningkat dengan disediakannya kereta api bandara yang diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Hal ini dapat mengurangi kemacetan masuk maupun keluar bandara, serta mempermudah perjalanan turis yang bertandang ke Sumatera Barat. Semoga saja perubahan menjadi lebih baik ini tidak berhenti hingga disini saja, masih banyak PR pemerintah untuk memperbaiki berbagai aspek lainnya. Semua perbaikan dan perubahan tersebut juga butuh andil kita, karena perubahan menjadi baik itu harus didukung oleh semua lapisan masyarakat Sumatera Barat.

1 comment:

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam

Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berb...