Thursday, May 17, 2018

Sumatera Barat (Sebenarnya) Bisa Sebagus Bali

Baru beberapa langkah berjalan setelah turun dari anak tangga terakhir pesawat sebuah maskapai, mata uni langsung tertancap kepada sederet tulisan “Selamat Datang di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali” yang terpampang jelas di bagian atas gapura dengan beberapa patung di kiri-kanannya, seolah menyuguhkan tarian selamat datang untuk seluruh penumpang yang berjalan beriringan menuju ruang kedatangan. Memasuki ruang kedatangan indera penglihatan juga langsung disambut dengan berbagai ornamen dengan corak dan warna khas pulau ini. Instrumen tradisional juga bergema lembut dari pengeras suara memanjakan indera pendengaran dan mengendurkan saraf-saraf yang cukup tegang setelah melewati penerbangan yang cukup melelahkan tadi.


iyYRIc20170308093352

Beberapa penumpang - termasuk uni, langsung bergantian berpose dengan berbagai macam gaya di depan ornamen-ornamen tersebut. Sambil menunggu kedatangan bagasi, uni berpindah dari satu sudut ke sudut lain untuk mengabadikan kedatangan pertama uni ke pulau yang tersohor hingga ke mancanegara ini. Tidak lupa uni mampir ke kamar kecil untuk merapikan penampilan yang cukup acak-acakan, di sini kembali uni mendapati keadaan yang sangat bersih dan rapi, dilengkapi dengan petugas kebersihan yang ramah penuh senyum di depan pintu masuk ruangan kecil ini. Bandar udara yang sangat bersih bertaraf internasional ini sungguh menjadi first impression positif yang selalu uni ingat.


Kedatangan uni ke Bali ini merupakan untuk pertama kalinya. Bukan saja untuk “melarikan diri” dari kesibukan pekerjaan, namun juga untuk memuaskan kepenasaran uni terhadap Pulau Dewata ini. Bagaimana tidak penasaran, semua orang tahu bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki ratusan pulau dengan pantai-pantai yang luar biasa, tapi kenapa hanya Bali yang lebih dikenal oleh warga dunia, sedangkan pantai-pantai lainnya di Indonesia juga tidak kalah cantiknya. Uni ingin mencari tahu, hal apa yang membuat Bali sedemikian memikat bagi warga dunia.


Well, untuk penampakan pertama uni di bandar udaranya yang nota bene merupakan salah satu pintu masuk, uni sudah mengacungkan jempol untuk pulau ini. Entah kenapa dengan penilaian awal ini uni memiliki firasat bahwa uni akan menemukan banyak nilai positif lainnya yang bisa ditiru oleh daerah-daerah lain di Indonesia untuk mendongkrak ketenaran daerah mereka.


Selama tiga hari dua malam di pulau ini, uni mengunjungi beberapa destinasi wisata yang terkenal di sini. Mulai dari Kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) hingga ke Ulu Watu. Benar firasat uni di awal kedatangan, uni memang menemukan banyak hal-hal baik dan menarik selama berada di sini disamping juga ada hal-hal kurang baik yang harus dibenahi oleh pemerintah setempat.


Pulau Bali yang cukup luas memiliki destinasi wisata di setiap sudut daerahnya, namun wisatawan akan sedikit mengalami kendala untuk mencapai destinasi tersebut, dikarenakan kondisi lalu lintas Bali yang sangat padat, khususnya di pusat kota. Maka lebih baik menggunakan kendaraan roda dua untuk mobilitas kita. Peluang ini tidak disia-siakan oleh penduduk lokal, banyak sekali dijumpai tempat penyewaan kendaraan roda dua dengan harga yang sangat terjangkau, hanya berkisar 70.000 – 100.000 Rupiah perhari. Jangan takut “nyasar” selama di Bali, petunjuk jalan yang jelas terpampang di setiap sekian puluh meter, penduduk lokal pun akan dengan sangat senang hati menjawab jika wisatawan bertanya tentang arah untuk menuju ke suatu tempat, selain itu hampir seluruh masyarakat bisa berbahasa Inggris dengan cukup baik sehingga wisatawan mancanegara pun tidak akan kesulitan bertanya.


Tidak semua wisatawan yang datang merupakan wisatawan berdompet tebal yang bisa membayar jasa Tour Guide professional beserta media transportasi sendiri selama berkunjung. Sebagian besar wisatawan dunia adalah wisatawan berransel dengan budget secukupnya (seperti uni) atau yang dikenal dengan istilah backpacker, sehingga perjalanan dengan seirit mungkin merupakan pilihan utama. Dengan tersedianya jasa penyewaan kendaraan roda dua dengan harga yang terjangkau, dilengkapi dengan ketersediaan petunjuk jalan yang jelas, tentu saja akan membuat para backpacker merasa aman dan nyaman untuk berwisata di daerah ini.


bali2

Hal baik dan menarik lainnya yang uni kagumi di Bali adalah keteraturan retribusi pembayaran parkir kendaraan bermotor yang memasuki kawasan wisata. Kalau di beberapa daerah yang pernah uni kunjungi, biaya parkir kendaraan dibayarkan ketika akan meninggalkan kawasan wisata tersebut dengan nominal yang beragam. Bahkan di beberapa tempat, biaya parkir kendaraan tersebut akan meningkat berkali lipat di saat-saat tertentu, libur besar atau libur hari raya misalnya, tentu saja hal itu dilakukan oleh oknum-oknum tertentu saja. Berbeda di Bali, biaya parkir kendaraan akan ditagih bersamaan dengan biaya masuk objek wisata dengan nominal yang tertera jelas di tiket. Sehingga ketika masuk sebuah objek wisata kita akan membayar dan diberikan dua lembar tiket, yaitu tiket parkir kendaraan dan tiket tanda masuk objek wisata tersebut. Hal ini akan menutup kemungkinan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menarik biaya parkir kendaraan maupun biaya masuk objek wisata melebihi dari peraturan yang berlaku. Tentu juga akan meninggalkan kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung.




[caption id="attachment_934" align="aligncenter" width="225"]bali Tiket parkir kendaraan roda dua di Bali.[/caption]

 

Berikutnya, uni juga sangat terkesan dengan penampilan petugas-petugas lapangan yang ada di setiap objek wisata. Mereka semua berpenampilan secara tradisional, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan di tempat-tempat tertentu, wisatawan yang berkunjung juga diwajibkan untuk menggunakan atribut lokal (berupa kain) yang dipakai seperti sarung. Secara tidak langsung, hal ini akan memperkenalkan kebudayaan lokal Bali kepada wisatawan. Selain itu wisatawan yang butuh bantuan akan dengan mudah mengenali petugas dengan atribut yang dipakainya.


Sejalan dengan poin sebelumnya, di Bali masih dengan sangat mudah kita temui tempat-tempat yang menyuguhkan seni budaya tradisional mereka, tidak harus menunggu di hari-hari perayaan-perayaan tertentu. Seperti di kawasan Garuda Wisnu Kencana dan Tanah Lot, di sana ditampilkan seni budaya tradisional Bali setiap hari nya. Uni menyempatkan diri untuk menonton pertunjukan di kedua tempat tersebut. Tidak kalah antusiasnya para wisatawan mancanegara juga terlihat sangat menikmati pertunjukan tersebut.




[caption id="attachment_935" align="aligncenter" width="300"]bali1 Tiket Pertunjukkan Tari Kecak di Uluwatu[/caption]

Seketika pikiran uni melayang ke kampung halaman uni, negeri yang tidak kalah indah dengan pulau ini, memiliki pantai-pantai dan kebudayaan yang tak kalah menarik, penduduk lokal yang tak kalah ramah, dan masih banyak hal ‘tak kalah’ lainnya. Namun, tanah kelahiran uni harus bekerja ekstra keras, menata dan membenahi semua sektor, kerjasama yang baik dari seluruh elemen, dan dukungan dari semua pihak. Dimulai dari hal-hal kecil saja dulu, seperti membenahi bandar udara sebagai pintu masuk pertama, menyediakan toilet yang rapi dan layak, parkir kendaraan yang teratur, serta ketersediaan transportasi umum yang aman dengan ongkos yang jelas. Setelah itu, biaya parkir kendaraan dan biaya masuk objek wisata juga perlu diseragamkan sehingga tidak ada lagi wisatawan yang merasa ‘dipakuak’ dengan biaya parkir yang terkadang tidak masuk akal.


Demikian juga dengan seni kebudayaan, tanah kelahiran uni juga punya beragam kesenian dan kebudayaan yang tidak kalah menarik dari kesenian dan kebudayaan Bali. Contohnya saja Randai ;  serupa Tari Kecak, melibatkan beberapa penari yang menceritakan sebuah kisah dengan tarian dengan harmonisasi suara penarinya. Masih banyak lagi kesenian-kesenian Minang yang sangat layak untuk disuguhkan kepada wisatawan.


Itulah PR besar kita semua, menggali dan mengasah potensi-potensi negeri kita, sehingga dapat dikenal oleh dunia luar. Tugas semua lapisan masyarakat juga menjaga citra positif ranah kita, sehingga negeri kita tidak saja dikenal dengan alam yang indah namun juga dengan masyarakat yang menyenangkan :)


Bali, 2016




 

No comments:

Post a Comment

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam

Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berb...