Thursday, April 19, 2018

Anti Murung di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Destinasi ketiga yang saya datangi selama di Maros adalah Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung. Untuk mencapai tempat ini, saya masih mengandalkan ojek yang telah saya sewa untuk mengantarkan saya mengunjungi 3 lokasi wisata tersebut. Namun bagi kalian yang ingin mengunjunginya dari Kota Makasar, caranya adalah dengan menumpang pete-pete (angkot) ke Terminal Daya, kemudian carilah pete-pete jurusan Pangkajene atau Pangkep (Pangkajene Kepulauan), mintalah turun di Pasar Maros. Di Pasar Maros ini, kita bisa temukan pete-pete jurusan Bantimurung.

Apa saja yang saya dapati di Taman Nasional Bantimurung?

1. Air Terjun Bantimurung 
Di dalam Taman Nasional Bantimurung hal pertama yang saya cari adalah air terjun, akibat dari foto-foto teman-teman backpacker yang seliweran di tempat ini. Air terjun besar tersebut mengalirkan air dari pegunungan batu karst Bulusaraung ke sungai dan kolam pemandian yang ada di bawahnya. Konon, air terjun tersebut tidak pernah kering walau di musim kemarau sekalipun, paling hanya debit air nya saja yang sedikit berkurang. Saya datang sehari setelah kemarinnya hujan seharian, sehingga debit air terjun sangat besar dan warna airnya agak kecoklatan. Namun demikian, tidak menyurutkan keinginan para pengunjung untuk bermain di kolam pemandian yang dilewati oleh air dari air terjun tersebut.
Pasca hujan sehari sebelumnya, debit air jadi besar

Aliran air terjun juga menjadi area bermain pengunjung

Air terjun, sungai, dan lingkungan hijau membuat tempat ini menjadi sangat sejuk dan menyenangkan untuk dikunjungi, apalagi bagi orang-orang yang suntuk dengan kemacetan dan udara gersang ibu kota. Kombinasi alam tersebut, menciptakan sangat banyak sekali spot-spot foto kekinian yang tentu saja tidak boleh untuk dilewatkan.

2. Gua Mimpi
Disamping air terjun, terdapat beberapa puluh anak tangga. Setelah menaiki anak tangga ini dan menyusuri pinggiran sungai untuk beberapa ratus meter. Perjalanan kita akan ditemani dengan suara alam dan pemandangan pepohonan yang masih rimbun, serta sungai yang mengalir tenang. Beberapa meter dari mulut Gua Mimpi, kita dapat melihat sebuah air terjun kecil yang airnya jatuh ke danau kecil bernama Danau Passi Kebo yang juga terlihat tenang dan menyejukkan. Namun jangan coba-coba untuk berenang di danau atau pun di sungai berair tenang tersebut, arus bawah dan arus pusar nya sangat kuat dan telah memakan banyak korban, sehingga danau ini pun diberi nama Danau Tengkorak.
Peribahasa air tenang menghanyutkan itu benar-benar ada

Tenang di permukaan namun berbahaya 
Danau Passi Kebo, Si anggun nan mematikan

Gua itu bernama Gua Mimpi, konon gua tersebut ditemukan berdasarkan mimpi, bahwa ada sebuah gua yang terdapat di gunung tersebut. Untuk masuk ke gua ini, kita perlu menyewa senter seharga 10.000 Rupiah ataupun petromax seharga 50.000 Rupiah.  Di dalam gua tersebut, terdapat sebuah mata air yang diberi nama Mata Air Jodoh. Dipercaya bahwa siapapun yang mencuci muka di mata air tersebut akan awet muda bisa menemukan jodohnya segera. 

3. Museum Kupu-Kupu
Taman Nasional Bantimurung juga terkenal sebagai penangkaran kupu-kupu yang cukup besar di Indonesia. Disini juga terdapat sebuah museum kupu-kupu yang berisi ratusan kupu-kupu berbagai jenis dan ukuran yang telah diawetkan. Di kawasan ini, terdapat paling sedikit 250 ekor kupu-kupu yang terbang kesana-kesini. Maka tak heran kita dapat menemui kupu-kupu berterbangan selama perjalanan menyusuri air terjun dan sungai tadi.
Akan banyak ditemui kupu-kupu berterbangan di sekitar taman dan air terjun

Museum kupu-kupu
4. Penangkaran Kupu-Kupu dan Helena Sky Bridge
Penangkaran kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung tersebut memiliki luas sekitar 7.000 meter persegi dengan menggunakan jaring sebagi dindingnya.Tepat di atas penangkaran tersebut, teruntai lah sebuah jembatan gantung yang diberi nama Helena Sky Bridge, yang baru saja diresmikan pada tahun 2017 silam. Wahana ini dibangun untuk dapat menikmati pemandangan di Kawasan bantimurung dan penangkaran kupu-kupu dengan cara yang berbeda. Jembatan gantung ini sepanjang 50 meter dengan ketinggian sekitar 100 mdpl. Dari atas jembatan kita dapat melihat keindahan Taman Nasional Bantimurung dengan leluasa, sekaligus melihat keindahan kupu-kupu yang ada di sebuah kubah raksasa.
Helena Sky Bridge

Jangan khawatir bagi yang takut ketinggian, karena jembatan ini telah diperhitungkan tingkat keselamatannya, selain itu diwajibkan juga memakai alat pelindung diri (APD) selama melintasi jembatan tersebut. 

Harga Tiket Masuk :

HTM masuk Taman Nasional Bantimurung : 25.000 Rupiah (turis lokal) 255.000 (turis mancanegara)
HTM Penangkaran Kupu-Kupu : 5.000 Rupiah (hari biasa) dan 7.500 (hari libur)
HTM Helena Sky Bridge : 10.000 Rupiah (hari biasa) dan 12.500 (hari libur)

No comments:

Post a Comment

Cara dari Vietnam ke Kamboja Via Darat (Bus)

Setelah semalam di Ho Chi Minh City (HCMC) atau yang dulunya disebut juga dengan nama Saigon, tujuan saya selanjutnya adalah negara tet...