Monday, March 26, 2018

KIM, Antara Kesenian, Permainan, dan Hiburan

Apa yang terlintas dalam pikiranmu jika mendengar kata "Ranah Minang"?? Rendang, Rumah Gadang, Tari Piring, Jam Gadang, atau Keripik Balado?? Mungkin seketika pikiran kita akan langsung terkoneksi dengan hal-hal itu setiap kali mendengar kata "Ranah Minang". Kali ini, uni akan memperkenalkan salah satu hal yang agak anti-mainstream dari Ranah Minang, bernama permainan KIM. KIM saat ini menjadi salah satu permainan yang paling digandrungi oleh masyarakat Minangkabau, bahkan saking digandrunginya, permainan ini pun banyak diselenggarakan hingga ke ranah rantau. Hal apa yang membuat KIM menjadi kesenian yang disenangi?? 

Monday, March 12, 2018

TINGGINYA TINGKAT PENGANGGURAN SARJANA DI SUMATERA BARAT

Dari zaman dulu, Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ranah Minang telah disebut-sebut sebagai daerah penghasil orang-orang dengan berbagai macam keahlian yang tidak dapat dianggap remeh di Indonesia bahkan di dunia internasional. Yang paling tersohor adalah kepiawaian mereka dalam berniaga, slogan “pintar” berdagang itu telah melekat erat dengan orang-orang berdarah Minang. Sebut saja Tanah Abang, yang konon adalah pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara, 85% pedagang di sana adalah orang Minang. Atau coba saja datang ke pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta Pusat, di lantai limanya terdapat sebuah segmen yang dikenal dengan nama Pasar Tasik. Walaupun mayoritas yang dijual adalah produk Tasikmalaya-Jawa Barat, namun hampir semua penjualnya berasal dari Ranah Rumah Gadang ini. Demikian juga pusat perbelanjaan lainnya yang ada di seluruh wilayah nusantara, akan sangat mudah kita temui pedagang asal Minagkabau, mulai dari pedagang kaki lima hingga ke pedagang kelas kakap. Demikian indahnya nama Ranah Minang bergaung di dunia perekonomian Indonesia.

Duhai Perempuan, Terhinalah, Terpujilah

Perempuan itu luar biasa, saat kecil ia membukakan pintu surga untuk ibunya, saat dewasa ia menyempurnakan agama suaminya, dan saat menjadi ibu, surga ada di kakinya (anonymous)

Friday, March 2, 2018

Serak Gulo, (Bukan) Tradisi Minangkabau di Ranah Minang

Tulisan ini bukan bermaksud menyinggung soal SARA yang menjadi isu paling sensitif di negeri ini saat ini, uni hanya berniat memperlihatkan fakta untuk membukakan mata orang-orang yang belum paham betul, seperti apa kehidupan orang Indonesia (Padang khususnya) ini sebenarnya, toleransi yang bukan hanya sekedar orasi di mulut saja, namun telah dijalani oleh nenek moyang kita, jauh sebelum kita terlahir ke dunia.



Sehari di Ho Chi Minh City, Kemana Aja...???

Setelah seharian di Mui Ne, saya kembali ke Ho Chi Minh City (HCMC) dengan bus siang. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, jadi say...