Wednesday, February 28, 2018

Hal-Hal Unik yang Hanya Ada di Papua (Barat)

Alam indah, hasil bumi melimpah, dan pribumi eksotik, mungkin hal-hal itu lah yang akan segera terlintas dalam pikiran setiap orang jika mendengar nama Papua. Ya, memang tidak dapat dipungkiri, Papua memang tak ubahnya seperti serpihan surga yang tercecer di bumi. Namun, selain keindahan-keindahan ala surgawi tersebut, Papua masih menyimpan keunikan-keunikan tersendiri yang mungkin tidak dapat kita temui di daerah lain. Keunikan apa saja? Simak sampai habis ya...!

1. Super Heterogen
Papua-Sorong khususnya adalah daerah ter-herogen kedua setelah Jakarta yang saya temui. Di Sorong berbagai macam etnik hidup berdampingan dengan damai. Tidak ada dominasi etnik atau golongan tertentu di sana. Mesjid-mesjid besar dan bagus juga dapat dengan mudah kita temui di sepanjang jalan, begitu juga dengan warung makanan halal. 

2. Orang Papua Tidak Pernah Naik Angkot
Di Papua tidak ada angkot, yang ada hanya taksi. Wah, gaya bener ya. Eits jangan salah, bukan berarti benar-benar tidak ada angkot ya guys. Namun, di Papua sana, angkutan umum yang biasa kita sebut angkot itu disebut dengan istilah taksi, termasuk perahu yang digunakan untuk transportasi umum juga disebut dengan istilah taksi air. Jadi, semua orang di Papua naik taksi ya, bukan angkot

3. Pinang, (Katanya) Sedap
Masyarakat Papua (tua, muda, laki-laki maupun perempuan) sangat gemar sekali mengunyah buah Pinang, karena (katanya) dapat menguatkan gigi dan gusi. Buah Pinang di kunyah bersamaan dengan kapur dan batang sirih, konon batang sirih dan kapur tersebut dapat menetraslisir rasa kelat dari getah buah Pinang tersebut. Kunyahan Pinang tersebut akan menghasilkan cairan kental berwarna merah. Biasanya mereka akan meludahkannya ke tanah, konon lagi dapat juga menyuburkan tanah karena termasuk sampah organik. Akan tetapi tidak jarang kita dapat menemukan bekas cairan pinang tersebut di tempat-tempat umum. Mungkin karena  alasan itulah, banyak tertempel tulisan "dilarang makan pinang"  di tempat-tempat umum seperti gedung-gedung kantor, rumah sakit, bandara, hingga hotel.
Larangan makan buah pinang ditempel di (banyak) beberapa tempat umum
4. Jangan Sampai Menabrak Babi
Seperti memelihara Kambing atau Domba di Jawa yang sudah biasa dibiarkan lepas di area terbuka, demikian juga lah Babi di Papua. Bukan hal aneh jika kita dapat menjumpai segerombolan Babi berjalan dengan santai di pinggir jalan raya. Maka, pastikan berkendara dengan hati-hati dan jangan sampai menabrak Babi-Babi tersebut, jika anda tidak ingin bangkrut seketika. Bahkan saking repotnya urusan soal Babi, sampai ada yang bilang "Lebih baik menabrak nenek-nenek daripada menabrak babi". Ada denda dengan nominal yang tidak sedikit yang harus dibayar jika kita menabrak Babi, apalagi Babi betina. Denda yang harus dibayarkan jika menabrak Babi betina tergantung dengan jumlah puting susunya. Misalnya saja menabrak seekor Babi betina yang memiliki 12 buah puting susu, setiap puting dihargai 2 juta, maka siap-siap saja membayarkan denda sebanyak 24 juta. Harga puting tersebut pun berbeda-beda tergantung ukuran tubuh Babi tersebut.
Adalah hal lumrah menemukan babi berseliweran di jalan raya
Kenapa harus berdasarkan puting susu? Karena bagi masyarakat Papua, puting Babi betina tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak Babi. Babi betina yang mati juga tidak akan dapat melahirkan anak-anak babi lagi, dan hal itu akan sangat merugikan mereka. 

5. Hip Hop VS Padang
Awal berada saya berada di Kota Sorong, saya sedikit ternganga dengan taksi (angkot-red) yang lewat dengan soundsystem (yang mungkin) berada di volume suara tertinggi, memutarkan lagu Minang. Saya kira, sopirnya adalah orang Minang, tapi saya salah, physically terlihat bahwa sang sopir adalah orang papua asli. Melepas penasaran, saya bertanya ke teman yang sudah lama tinggal di sana. Ternyata, memang masyarakat Sorong senang dengan lagu-lagu Minang (remix) dan juga lagu-lagu bernuansa hiphop. Maka, jadilah hari-hari saya di sana sedikit berasa di kampung halaman, dengan mendengarkan lagu dengan bahasa ibu saya berseliweran setiap hari.

6. Ci di Sana, Kla di Sini
Kalau di wilayah Jawa Barat, bias kita dengar banyak nama daerah yang berawalan Ci, seperti Ciamis, Cicalenka, Cirendeu, dsb. Nah, kalau di Sorong, kita akan sering juga mendengar nama daerah berawalan Kla, seperti Klademak, Klaligi, Klawasi, Klasaman, dsb. Konon katanya, Kla berarti sungai, jadi nama daerah yang berawalan Kla itu diambil dari nama sungai yang ada di daerah tersebut.

7. Trendy dan Colourful
Salah satu hal yang selalu membuat saya takjub di sini adalah tampilan anak-anak muda yang trendi dan colourful. Walaupun mereka memiliki rambut keriting dan kulit berwarna gelap, namun hal itu tidak menyurutkan kemauan mereka untuk tampil percaya diri, mengikuti trend masa kini, mulai dari gaya rambut hingga ke outfit yang dipakai.
Style rambut gadis-gadis Papua
8. Penggunaan Kata-Kata
Tidak tahu pasti karena apa, beberapa kata-kata yang mereka gunakan dalam berbicara sehari-hari terdengar unik. Mereka sering menyingkat beberapa kata-kata sehingga menjadi 1 suku kata saja.
Contohnya :
Kau disingkat menjadi Ko, Sudah disingkat menjadi Su. Jadi kalau mau bilang "Kau sudah makan belum?" menjadi "Ko su makan ka belum?"
Pergi = pi, Kita orang = Kitorang, Dia orang = Dorang, Jangan = Jang, Kamu = Kam, Punya = Pu
Epen = Emang Penting Pasput = Pasir Putih, dsb.

9. Seafood Murah
Papua memang terkenal dengan alamnya yang kaya raya, apalagi untuk kehidupan lautnya. Maka tidak heran seafood di sini sangat murah dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Selain murah, juga segar, karena langsung di jual dari hasil nelayan yang baru pulang melaut. Sebagai perbandingan, cumi ataupun udang segar setumpuknya di jual hanya seharga 20 - 50 rb (tergantung musim), kalau diperkirakan sekitar 750 gram. Apalagi ikan-ikan kecil berwarna silver itu (lupa namanya apa) setumpuknya hanya 10 ribu saja. Hmmmm...sorga banget untuk pecinta masakan laut kan.
Warung makan khas seafood seperti ini,
 banyak berjejer di sepanjang pinggiran pantai di Kota Sorong
Nah, kalian yang masih under-estimate dengan daerah timur Indonesia yang satu ini?? Coba main sana dulu gih, biar tahu disana seperti apa :)




8 comments:

  1. Apalagi kalo sempat mampir ke Raja Ampat. Misool apalagi... mantap jiwa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Raja Ampat udah pernah mas, Misool yg masih jadi PR...semoga nanti2 kl udah ada LCC flight ke sana 😁

      Delete
  2. Babinya itu berseliweran? Duh, saya takut kalo liat babi :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga mba, tapi ya gimana lagi 🤣🤣
      Anyway, thanks for reading

      Delete
  3. Menarik banget tulisannya. Aku bener bener baru tau semuanya. Apalagi babi sama kla itu. Thanks for sharing yaa,aku jd pingin ke papua nihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih pengen mba, banyak tempat anti-mainstream yang bisa dikunjungi disana, sayangnya ongkos ke sana tidak murah 😅

      Delete
  4. Halo mbak Queen salam kenal. Berkat postingan ini saya jadi tau kalau babi begitu dijunjung di tanah papua. Sejauh ini taunya: sapi dijunjung di India, dan kerbau di Tana Toraja. Luar biasa Papua Barat ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Imelda salken kembali, Indonesia ini keren banget mba, bangga jadi orang Indonesia kan ya 😁

      Delete

Apa yang Kau Ingat pada Februari?

Hai, kamu ingat ini hari apa? Valentine? Sudah berlalu dari 2 hari yang lalu. Ku yakin kau pasti lupa, coba lah pejamkan mata ...