Wednesday, December 26, 2018

Cara Irit ke Krabi dari Phuket



Seperti yang saya ceritakan di post yang sebelumnya, saya akan melanjutkan perjalanan ke Krabi, masih pinggiran selatan-nya Thailand. Sama seperti di Phuket, di Krabi saya juga akan stay selama 3 hari 2 malam, termasuk perjalanan datang dan pergi. Pada blogpost ini saya akan menjelaskan step by step-nya saya ke Krabi dengan ongkos yang sangat irit. 

Tuesday, December 11, 2018

Di Phuket, Kemana Aja?? (Itinerary 3 Hari 2 Malam di Phuket)


Saya termasuk tipikal yang nyantai ketika traveling, nyantai disini maksudnya adalah persiapan. Jarang sekali saya membuat itinerary untuk perjalanan saya, susunan kunjungan dalam satu hari biasanya berdasarkan hasil ngobrol-ngobrol dengan petugas hotel, orang tempatan, maupun traveler lain yang saya temui di hotel. Namun, untuk trip Thailand kali ini, saya prepare agak sedikit serius. Kenapa? karena destinasi saya bukanlah destinasi yang aksesnya semudah Singapura ataupun Bangkok, jadi saya harus sedikit repot mempersiapkan diri untuk menghindari hal-hal yang tidak saya inginkan. Berikut itinerary saya selama 3 hari 2 malam di Phuket.

Wednesday, November 28, 2018

Hal yang Harus Kamu Ketahui Sebelum ke Phuket



Setelah nyaris seminggu di Singapura, perjalanan saya lanjutkan ke negara yang berjuluk Gajah Putih, Thailand. Kali ini, saya membidik Thailand bagian selatan yang terkenal dengan keindahan Laut Andaman-nya. Dalam itinerary yang saya susun, saya akan menghabiskan seminggu perjalanan overland di negara ini. Diawali dari Phuket, dilanjutkan ke Krabi, dan berakhir di Hat Yai nantinya. Pada blogpost ini, saya akan menceritakan perjalanan solo saya di Phuket, sedangkan untuk Krabi dan Hat Yai akan saya tulis di blogpost selanjutnya. Enjoy it :)

Wednesday, October 24, 2018

Saturday, October 13, 2018

Tempat Wisata Gratis di Singapura dan How to Get There (Part 1)


Singapura memang terkenal sebagai negara yang "tidak murah", hampir seluruh hal yang ada di Singapura itu mahal. Namun demikian,tidak menutup kemungkinan bagi traveler berkantong tipis untuk bisa menikmati liburan di sana. salah satu caranya adalah dengan mendatangi tempat-tempat wisata gratis yang banyak tersedia di sana. Berikut tempat-tempat wisata gratis yang bisa dikunjungi di Singapura.

Baca Juga : Panduan Backpacking ke Singapura Bagi Pemula

Tips melewati imigrasi Singapura ada di sini

Sunday, October 7, 2018

Apa itu Baper?


Kata "Baper" sudah menjadi istilah lumrah yg  kita dengar hari ini. Kemudian saya penasaran, what is the real meaning of "Baper" actually? Sudah saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) namun belum ada istilah itu terdaftar disana. OK, baik, kasih waktu beberapa hari untuk tanya-tanya ahli. I'll post it completely later :)

Sunday, September 23, 2018

Panduan Backpacking ke Singapura Bagi Pemula

Singapura termasuk negara yang paling banyak dikunjungi oleh orang Indonesia. Walaupun terkenal sebagai negara yang mahal dan sangat disiplin, namun tidak mengurangi animo traveler Indonesia untuk menjejakkan kaki di negara yang identik dengan patung singa ini. Jangan takut untuk (solo) traveling ke Singapura karena negara ini sangat ramah untuk backpacker/traveler. Tidak harus fasih berbahasa inggris juga, karena orang-orang Singapura juga fasih berbahasa melayu, selain itu sistem transportasi umumnya juga sangat mudah untuk dipelajari, serta petunjuk jalan dan tempat-tempat wisata juga sangat jelas sekali. Khusus untuk newbie yang baru pertama kali akan ke Singapura, ada beberapa panduan yang wajib kamu ketahui, simak di paragraf selanjutnya ya..!

Baca juga : Tips Melewati Imigrasi Singapura dengan Aman

Thursday, September 20, 2018

Tips Melewati Imigrasi Singapore dengan Aman


Singapore terkenal sebagai negara kecil yang sangat disiplin dan tegas, cenderung cukup susah untuk masuk ke negara ini, jika kita tidak memiliki persiapan yang matang. Beralasan tidak ingin terkecoh dengan illegal immigrant yang berlagak seperti turis namun kemudian malah mencari nafkah di negaranya, maka imigrasi Singapore berhasil membuatnya dinobatkan sebagai negara yang cukup susah untuk dimasuki. Tapi jangan keder duluan, jika memang tidak berniat menjadi TKW/TKI ilegal di sana, semua bisa diatasi :) Berikut tips dan persiapan untuk bisa masuk ke Singapore dengan aman.

Tuesday, August 28, 2018

Pacu Jawi, Balapan Sapi Ala Minangkabau


Tidak kalah heboh dari Formula 1 ataupun MotoGP, di Indonesia ada sebuah even balapan yang juga sangat dinanti-nanti oleh masyarakat, yaitu Balapan Sapi. Jika di Madura disebut Karapan Sapi, maka di Sumatera Barat disebut Pacu Jawi. Kali ini Uni ingin menjelaskan mengenai even unik Pacu Jawi yang telah menjadi agenda tetap di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kenapa Perempuan Harus Sering Traveling...?

Pernah dengar ungkapan 'dasar kurang piknik' yang ditujukan untuk seseorang yang sering cerewet mengurusi hidup orang lain, mudah tersinggung, hobi marah-marah, dan cara 'gak santai' lainnya? Ternyata, ungkapan tersebut tercipta bukan asal-asalan saja loh. Ungkapan tersebut telah terbukti secara ilmiah, sebagaimana yang dilansir oleh Detik Health bahwa otak orang-orang yang kurang piknik akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif, hal ini berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuwan yang ada di Stranford University. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 38 orang, 19 orang berjalan kaki selama 90 menit di lingkungan alam bebas, sedangkan 19 orang lainnya berjalan selama 90 menit di lingkungan urban. Hasilnya, 19 orang yang berjalan di alam bebas akan memiliki pikiran negatif lebih sedikit dibandingkan 19 orang lainnya yang berjalan di lingkungan urban. Mirisnya, ungkapan "kurang piknik" ini lebih sering ditujukan kepada perempuan, mungkin memang karena kaum hawa yang lebih sering terlihat menampakkan gejala 'kurang piknik' tersebut.

Sunday, August 19, 2018

Obor Asian Games; Sebuah Tradisi

Hampir di setiap event-event keolahragaan selalu ada prosesi kirab obor/api abadi, begitu juga pada Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Indonesia. Tradisi kirab obor api abadi ini adalah tradisi kuno dari Yunani Kuno yang telah dilakukan dari zaman dahulu kala. Pertama kali dilaksanakan pada helat olahraga Olimpiade Kuno, Api diambil sebuah kuil kuno bernama Olympia. Dari Olympia, api akan dibawa melintasi Yunani hingga ke Athena dan upacara di Stadium Panathenian, kemudian api akan akan diberikan kepada tuan rumah komite untuk menandakan bahwa pertandingan siap dimulai. Tradisi kuno ini terus mengalami perkembangan, mulai dari cara membawa api, hingga ke kota-kota yang dilewati ketika kirab.

Baca Juga :  Jangan Keliru, Sea Games atau Asian Games??


Friday, August 10, 2018

Sapaan di Ranah Minang ; Panggil Saya Uni, Bukan Mbak

Kali ini Uni ingin membahas mengenai panggilan/sapaan yang biasa digunakan didalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Sebagiaman yang telah pernah Uni singgung pada bahasan sebelumnya, bahwa di Ranah Minang, panggilan/sapaan kepada seseorang tidak dapat disepelekan, karena panggilan/sapaan adalah salah satu cara untuk menghormati seseorang sesuai dengan porsinya masing-masing. Sehingga terciptalah sebuah peribahasa Minang "Ketek Banamo, Gadang Bagala", yang berarti bahwa setiap orang di Ranah Minang tidak bisa dipanggil sembarangan saja.


Baca Juga : Pergeseran Sapaan di Ranah Minang

Tuesday, August 7, 2018

Jangan Keliru, Asian Games atau Sea Games??

Tahun 2018 ini, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah pesta olahraga Asian Games, tepatnya di Jakarta dan Palembang. Banyak orang yang berasumsi bahwa event olahraga ini sama dengan Sea Games yang berlangsung di Malaysia pada Agustus 2017 lalu. Sekilas memang kedua event olahraga antar negara ini terdengar sama, namun sebenarnya sangatlah berbeda. Apa saja bedanya? Yuk, lanjut baca di uraian berikut.

Thursday, August 2, 2018

Anak Minang (Mulai) Lupa dengan Adatnya

Tentu saja karena uni berasal dari Ranah Minang, maka teman-teman yang berasal dari daerah lain selalu memanggil uni dengan sebutan "Uni". Tidak jarang juga mereka memanggil uni dengan sebutan "Mba Uni", yang tentu saja terdengar menggelikan di telinga uni. Berulang kali uni koreksi ke mereka, bahwa "Uni" kurang lebih bermakna sama seperti "Mba" di Jawa. Namun tetap saja panggilan "Mba Uni" terus saja mereka alamatkan ke uni. Uni tidak pernah keberatan dengan panggilan yang terkesan boros tersebut, ya maklum saja, teman-teman uni berasal dari latar kebudayaan yang berbeda dengan uni sehingga mereka tidaklah terlalu paham dengan kebudayaan asal uni.9238201


Monday, July 30, 2018

Tempat Wisata di Batam

Selama ini, dalam pikiran kita, kalau ke Batam harus dimanfaatkan untuk belanja barang-barang import dengan harga lebih miring dibanding harga yang ada di pasaran. Namun, sangat disayangkan jika datang ke Batam hanya dihabiskan untuk berbelanja saja, karena banyak juga destinasi-destinasi pariwisata yang tidak boleh dilewatkan untuk dikunjungi ketika ke Batam. Yuk simak beberapa tempat yang wajib kamu singgahi ketika ke Batam..!!

Monday, June 4, 2018

Bandara International Minangkabau (BIM) Zaman Now

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) adalah satu-satunya bandara bertaraf internasional yang menggunakan nama etnik sebagai nama bandaranya. Dari namanya, semua orang akan dengan mudah mengetahui bahwa BIM itu berada di Padang, Sumatera Barat. BIM berada sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Padang, sehingga secara administratif, BIM berada di Kabupaten Padang Pariaman. BIM mulai dibangun dari tahun 2001 dan resmi beroperasi pada pertengahan tahun 2005. Sebagai bandara bertaraf internasional, BIM tentu saja melayani penerbangan untuk ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan penerbangan haji.

Wednesday, May 30, 2018

Kalau Ke Batam, Jangan Lupa Belanja Ya

Batam, seketika dalam pikiran orang-orang akan terkoneksi ke sebuah pulau metropolitan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan dipenuhi oleh pekerja-pekerja industri multiras yang berpenghasilan menakjubkan. Sebenarnya pulau nya tidak terlalu luas, namun semakin dikenalnya Batam sebagai kota industri, para pendatang pun terus berdatangan dari waktu ke waktu. Hal itu lah yang menyebabkan tingkat keheterogenan yang tinggi di pulau ini. Selain dikenal sebagai kota industri, Batam juga dikenal sebagai destinasi wisata belanja. Kenapa? padahal Pulau Batam tidak dapat diakses melalui darat dari provinsi lain. Kuncinya adalah Singapura, berbatasan langsung dengan negara kaya itu, meyakinkan orang banyak bahwa barang-barang bermerk yang ada di Singapura dapat dibeli lebih murah di Batam dibandingkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Thursday, May 17, 2018

Sumatera Barat (Sebenarnya) Bisa Sebagus Bali

Baru beberapa langkah berjalan setelah turun dari anak tangga terakhir pesawat sebuah maskapai, mata uni langsung tertancap kepada sederet tulisan “Selamat Datang di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali” yang terpampang jelas di bagian atas gapura dengan beberapa patung di kiri-kanannya, seolah menyuguhkan tarian selamat datang untuk seluruh penumpang yang berjalan beriringan menuju ruang kedatangan. Memasuki ruang kedatangan indera penglihatan juga langsung disambut dengan berbagai ornamen dengan corak dan warna khas pulau ini. Instrumen tradisional juga bergema lembut dari pengeras suara memanjakan indera pendengaran dan mengendurkan saraf-saraf yang cukup tegang setelah melewati penerbangan yang cukup melelahkan tadi.

Wednesday, May 16, 2018

Setengah Hari di Maros, Bisa Kemana Aja..??

Setelah menghabiskan 1 hari mengeksplor Toraja dan melewati perjalanan dengan bus malam dari Toraja ke Makasar, saya memutuskan untuk turun di Bandara Sultan Hasanudin. Kenapa? Karena saya sampai di Makasar masih gelap sekali (sekitar jam 4 subuh) dan sayang juga kalau saya cari penginapan lagi. Kebetulan bus yang saya tumpangi tersebut juga masuk ke dalam kawasan bandara untuk mengantar penumpang, jadilah ide untuk menunggu pagi di tempat tersebut. Selain karena saya percaya bandara adalah tempat yang aman, juga karena saya bisa menuntaskan urusan kamar mandi di sini dengan leluasa.  

Thursday, April 19, 2018

Anti Murung di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Destinasi ketiga yang saya datangi selama di Maros adalah Taman Nasional Bantimurung - Bulusaraung. Untuk mencapai tempat ini, saya masih mengandalkan ojek yang telah saya sewa untuk mengantarkan saya mengunjungi 3 lokasi wisata tersebut. Namun bagi kalian yang ingin mengunjunginya dari Kota Makasar, caranya adalah dengan menumpang pete-pete (angkot) ke Terminal Daya, kemudian carilah pete-pete jurusan Pangkajene atau Pangkep (Pangkajene Kepulauan), mintalah turun di Pasar Maros. Di Pasar Maros ini, kita bisa temukan pete-pete jurusan Bantimurung.

Monday, April 16, 2018

Perempuan Minang, Dulu dan Kini

Sebenarnya tidak ada yang keliru dengan penampilan model senior Indonesia yang mengenakan pakaian rancangan seorang desainer kenamaan Indonesia itu, jika saja yang bersangkutan tidak menambahkan embel-embel Minangkabau pada kostum yang dipakainya. Dia terbilang sangat cantik malah dalam balutan busana tersebut, tidak ada yang bisa memungkiri keelokan fisiknya yang terlihat jelas, ditambah lagi hiasan menyerupai sunting khas Minangkabau yang menghiasi kepalanya membuat kesan anggunnya menguar nyaris sempurna. Namun sayang, penampilannya malam itu tidaklah merefleksikan penampilan perempuan Minangkabau sama sekali, seperti yang sang desainer gaungkan. Sang desainer terlalu menyederhanakan (baca : menyepelekan) khasanah adat Minangkabau. Beragam komentar di linimasa mengenai hal ini, uni pun tergelitik untuk mengulasnya di sini.



Sunday, April 15, 2018

Merasakan Aura Purba di Taman Prasejarah Leang-Leang Maros

Setelah puas menjelajah Sungai Pute dengan pemandangan pegunungan karst di kiri-kanannya, perjalanan saya lanjutkan ke tempat yang tidak kalah mencengangkan. Namanya Taman Prasejarah Leang-Leang. Kata Leang berasal dari Bahasa Bugis yang berarti Goa. Yappp, sesuai namanya, memang di tempat ini kita akan menemukan ratusan goa berbagai ukuran yang telah ada dari zaman prasejarah dulunya. Di beberapa goa kita malah dapat menemukan sisa-sisa peninggalan manusia prasejarah yang menjadi nilai seni mahatinggi saat ini. 

Thursday, April 5, 2018

Gunuang Padang ; Mengenang Pedihnya Kasih Tak Sampai (Dan Hal Lainnya)


Gunung Padang yang ini ada di Kota Padang, bukan Gunung Padang yang di Cianjur ya. Jikalau dilihat dari ukurannya, istilah gunung mungkin terlalu "berlebihan" untuk tempat ini menurut saya. Mungkin sebutan bukit akan lebih sesuai, karena untuk bisa sampai di puncaknya hanya butuh waktu 15-30 menit saja. Namun bukan soal ukuran yang akan saya bahas kali ini, ada kisah yang jauh lebih besar dibanding ukuran secara kasat mata di tempat ini. Kisah tentang cinta, sejarah, dan keindahan Sang Maha Kuasa.


Tuesday, April 3, 2018

Sehari di Tana Toraja..?? Bisa Kok..!!

Tidak tau mengapa, Tana Toraja telah menjadi destinasi impian saya dari kecil. Ketika teman-teman saya bermimpi untuk mengunjungi Bali atau Lombok, saya malah bercita-cita untuk bisa main ke Sulawesi supaya bisa main ke Toraja. Alhamdulillah, cita-cita masa kecil saya dikabulkan Sang Maha Kuasa, saya diberikan kesempatan untuk menjejakkan kaki di Sulawesi, Tana Toraja tentu saja tidak akan saya lewatkan.

Monday, March 26, 2018

KIM, Antara Kesenian, Permainan, dan Hiburan

Apa yang terlintas dalam pikiranmu jika mendengar kata "Ranah Minang"?? Rendang, Rumah Gadang, Tari Piring, Jam Gadang, atau Keripik Balado?? Mungkin seketika pikiran kita akan langsung terkoneksi dengan hal-hal itu setiap kali mendengar kata "Ranah Minang". Kali ini, uni akan memperkenalkan salah satu hal yang agak anti-mainstream dari Ranah Minang, bernama permainan KIM. KIM saat ini menjadi salah satu permainan yang paling digandrungi oleh masyarakat Minangkabau, bahkan saking digandrunginya, permainan ini pun banyak diselenggarakan hingga ke ranah rantau. Hal apa yang membuat KIM menjadi kesenian yang disenangi?? 

Monday, March 12, 2018

TINGGINYA TINGKAT PENGANGGURAN SARJANA DI SUMATERA BARAT

Dari zaman dulu, Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ranah Minang telah disebut-sebut sebagai daerah penghasil orang-orang dengan berbagai macam keahlian yang tidak dapat dianggap remeh di Indonesia bahkan di dunia internasional. Yang paling tersohor adalah kepiawaian mereka dalam berniaga, slogan “pintar” berdagang itu telah melekat erat dengan orang-orang berdarah Minang. Sebut saja Tanah Abang, yang konon adalah pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara, 85% pedagang di sana adalah orang Minang. Atau coba saja datang ke pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta Pusat, di lantai limanya terdapat sebuah segmen yang dikenal dengan nama Pasar Tasik. Walaupun mayoritas yang dijual adalah produk Tasikmalaya-Jawa Barat, namun hampir semua penjualnya berasal dari Ranah Rumah Gadang ini. Demikian juga pusat perbelanjaan lainnya yang ada di seluruh wilayah nusantara, akan sangat mudah kita temui pedagang asal Minagkabau, mulai dari pedagang kaki lima hingga ke pedagang kelas kakap. Demikian indahnya nama Ranah Minang bergaung di dunia perekonomian Indonesia.

Duhai Perempuan, Terhinalah, Terpujilah

Perempuan itu luar biasa, saat kecil ia membukakan pintu surga untuk ibunya, saat dewasa ia menyempurnakan agama suaminya, dan saat menjadi ibu, surga ada di kakinya (anonymous)

Friday, March 2, 2018

Serak Gulo, (Bukan) Tradisi Minangkabau di Ranah Minang

Tulisan ini bukan bermaksud menyinggung soal SARA yang menjadi isu paling sensitif di negeri ini saat ini, uni hanya berniat memperlihatkan fakta untuk membukakan mata orang-orang yang belum paham betul, seperti apa kehidupan orang Indonesia (Padang khususnya) ini sebenarnya, toleransi yang bukan hanya sekedar orasi di mulut saja, namun telah dijalani oleh nenek moyang kita, jauh sebelum kita terlahir ke dunia.



Wednesday, February 28, 2018

Hal-Hal Unik yang Hanya Ada di Papua (Barat)

Alam indah, hasil bumi melimpah, dan pribumi eksotik, mungkin hal-hal itu lah yang akan segera terlintas dalam pikiran setiap orang jika mendengar nama Papua. Ya, memang tidak dapat dipungkiri, Papua memang tak ubahnya seperti serpihan surga yang tercecer di bumi. Namun, selain keindahan-keindahan ala surgawi tersebut, Papua masih menyimpan keunikan-keunikan tersendiri yang mungkin tidak dapat kita temui di daerah lain. Keunikan apa saja? Simak sampai habis ya...!

Tuesday, February 27, 2018

Punya Anak di Usia Muda, Yey or Ney???

Semakin hari, pemahaman orang-orang tentang usia ideal untuk menikah semakin bertambah. Pada zaman nenek-nenek kita, perempuan yang menikah pada usia 10 - 15 tahun itu terbilang biasa, bahkan beberapa menikah setelah mendapatkan haid pertama. Semakin kesini, standar usia ideal perempuan untuk menikah pun berubah dan semakin bertambah, perempuan yang menikah usia belasan malah menjadi hal yang tidak biasa lagi, dan menjadi hal wajar ketika kita bertemu dengan perempuan-perempuan usia 30-an yang masih santai dengan status single.

Untuk ukuran zaman now, pernikahan saya termasuk terlalu muda. Saya menikah di usia 21 tahun dan setahun setelah itu saya pun menjadi ibu. Usia 20 tahun-an, di saat teman-teman seumuran saya sedang sibuk mengejar karir, saya malah sibuk memikirkan menu masakan hari perhari. Di saat teman-teman seumuran saya sibuk nongkrong sana-sini, saya malah sibuk meninabobokan bayi yang rewel pasca imunasi. Hahaha...terkesan menyedihkan sekali ya, namun kenyataannya, masih banyak hal baik yang bisa saya syukuri bisa menikah dan punya anak di usia yang terbilang muda.

Saturday, February 24, 2018

Orang Minang (Bukanlah) Intoleran

Beberapa waktu silam, emosi uni sempat terpancing ketika membaca cuitan seorang netizen yang menjadi viral. Cuitan itu menuliskan bahwa orang Padang (Minang-red) adalah suku primitif yang susah untuk menerima perubahan. Beragam tanggapan semesta alam maya pun bermunculan, pro dan kontra pastinya. Bukan bermaksud membela orang Minang karena uni juga orang Minang, tapi uni menjelaskan kondisi nyata yang ada di kampung uni.


Tuesday, January 30, 2018

Gulo Saka, Si Hitam Manis dari Ranah Minang

Saka, demikianlah orang Minang menyebut nama benda hitam manis ini. Ada 2 jenis saka di Ranah Minang, Saka Tabu (dari tebu) dan Saka Anau (dari aren). Tempat pengolahan saka tersebar di beberapa daerah di Ranah Minang. Pada dasarnya, proses pembuatan Saka Tabu dan Saka Anau sama saja, hanya berbeda pada bahan baku yang digunakan. Pada blogpost kali ini, uni akan menceritakan tentang proses pembuatan Saka Tabu, kebetulan beberapa waktu lalu uni berkesempatan mendatangi sebuah kampung sentra pembuatan Saka Tabu secara tradisional di Kabupaten Agam.



Sehari di Ho Chi Minh City, Kemana Aja...???

Setelah seharian di Mui Ne, saya kembali ke Ho Chi Minh City (HCMC) dengan bus siang. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, jadi say...