Friday, December 22, 2017

Prosesi Pasca (Resepsi) Pernikahan Ala Minangkabau

Setelah melewati beberapa rangkaian tradisi adat sebelum pernikahan dan pada hari H pernikahan, masih ada serangkaian prosesi adat lagi yang harus dilaksanakan oleh sepasang pengantin Minangkabau. Rangkaian prosesi adat pasca resepsi pernikahan tersebut adalah sebagai berikut :






1. Mamulangan Tando

Setelah resmi menjadi sepasang suami istri, maka tando (tanda) pengikat yang diserahkan ketika proses lamaran dulunya harus dikembalikan kepada masing-masing pihak.


2. Malewa Gala

Malewa berarti mengumumkan, sedangkan Gala berarti gelar. Jadi, Malewa Gala berarti mengumumkan gelar kepada khalayak ramai, gelar yang diumumkan adalah gelar si mempelai pria yang telah diberikan berdasarkan kesepakatan bersama oleh para ninik-mamak dan keluarga kedua mempelai ketika menjemput marapulai (pengantin pria) dulunya.


3. Balantuang Kaniang

Balantuang berarti beradu, sedangkan kaniang berarti kening. Balantuang Kaniang berarti mengadu kening kedua mempelai, acara ini akan dipimpin oleh wanita sepuh yang dipercaya oleh kedua belah pihak keluarga. Kedua mempelai harus duduk berhadapan, wajah mereka dibatasi dengan kipas, kemudian kipas tersebut perlahan-lahan diturunkan, sehingga kedua mempelai dapat saling bertatapan dan menyentuhkan kening mereka.


[caption width="200" id="attachment_542" align="aligncenter"]a2724-1487842102 Tradisi Balantuang Kaniang Pic by : seputarpernikahan.com[/caption]

4. Mangaruak Nasi Kuniang

Mangaruak berarti mengeruk, pada prosesi satu ini, kedua mempelai saling berebut daging ayam yang tersembunyi di dalam nasi kuning. Prosesi ini disimbolkan dengan kedua mempelai yang harus bekerjasama dengan baik dalam mengharungi rumah tangga mereka.


[caption width="200" id="attachment_543" align="aligncenter"]mangaruak nasi kuang Tradisi Mangaruak Nasi Kuniang pada prosesi pernikahan Marshanda dan Ben Kashafani, Pic by : weddingku.com[/caption]

5. Manikam Jajak 

Tradisi yang satu ini biasanya dilaksanakan seminggu setelah hari akad nika dan resepsi. Kedua mempelai yang membawa makanan berupa lauk-pauk, kue-kue, dan buah-buahan akan mendatangi orang tua dan ninik-mamak mempelai pria. Hal ini bertujuan untuk bersilaturrahmi, menghormati yang tua, serta sebagai tanda terima kasih atas partisipasi mereka dalam proses pernikahan kedua mempelai.


Dengan berakhirnya proses manikam jajak, usai juga rangkaian pernikahan adat Minangkabau. Alangkah kayanya Indonesia ini kan, baru satu kebudayaan saja sudah sedemikian uniknya tradisi yang dijalankan, sedangkan menurut BPS pada tahun 2010, masih ada lebih dari 300 etnik lainnya di Indonesia dengan keunikannya masing-masing. Masih merasa malu menjadi orang Indonesia..?

2 comments:

  1. adatnya unik banget ya kak heheheh



    mampir yuk kak ke blog http://nuvaderma.com/blog

    ReplyDelete
  2. Hello mba Nuvaderma, makasih udah mampir....:)

    ReplyDelete

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam

Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berb...