Friday, November 24, 2017

Prosesi Lamaran (Pra-Nikah) Ala Minangkabau

Banyak teman yang bertanya kepada uni, apakah benar dalam sebuah proses pernikahan menurut adat Minangkabau,  yang datang untuk melamar adalah pihak perempuan. Hal itu lah yang kali ini akan uni jelaskan...!



Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Minangkabau menganut sistem Matrilineal, yaitu sistem kekerabatan berdasarkan garis ibu. Hal itulah yang menyebabkan proses melamar atau yang dalam bahasa Minang disebut dengan istilah maminang, dilakukan oleh pihak perempuan ke pihak laki-laki.


Ada beberapa urutan acara yang harus dilewati untuk melamar dalam adat Minang:


1. Maresek


Maresek merupakan langkah pertama yang akan dijalani sebelum proses lamaran dilakukan. Pada prosesi maresek beberapa orang yang dituakan dari keluarga perempuan datang ke keluarga laki-laki dengan tujuan ingin menjajaki apakah laki-laki tersebut telah memiliki calon istri atau belum, dan (jika belum) apakah laki-laki tersebut mau menikahi si perempuan. Pada proses ini, pihak keluarga perempuan biasanya membawa buah tangan berupa buah-buahan maupun makanan tradisional lainnya.


2. Maminang 


Setelah yakin dengan kesediaan dari pihak laki-laki dan kedua keluarga telah sepakat untuk menikahkan kedua putra-putri mereka. Langkah berikutnya adalah 'maminang'. Istilah 'maminang' berasal dari kata 'pinang dan sirih' yang dibawa oleh pihak keluarga perempuan ke keluarga laki-laki. Pinang dan sirih tersebut di letakkan di carano (wadah khusus untuk sirih yang terbuat dari kuningan) atau di dalam kampia (wadah yang terbuat dari anyaman pandan). Hal ini berarti pihak keluarga perempuan melamar secara resmi ke keluarga laki-laki.




[caption id="attachment_527" align="aligncenter" width="300"]ric_2895 Pinang dan sirih di atas carano yang dibawa ketika maminang[/caption]

3. Batuka tando 


Setelah melewati proses maminang dan pinangan tersebut telah disetujui oleh kedua belah pihak. Proses selanjutnya adalah batuka tando, yaitu bertukar benda-benda yang disepakati sebagai tanda bahwa kedua pihak telah terikat. Barang-barang tersebut biasanya berupa benda-benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang terdahulu, biasanya berupa keris, kain, cincin, dan lain-lain. Namun seiring berkembangnya zaman, benda-benda yang digunakan untuk timbang tando pun mengalami pergeseran, rata-rata benda yang digunakan adalah cincin.




[caption id="attachment_528" align="aligncenter" width="300"]Tukar-Cincin Batuka tando, sebagai tanda kedua keluarga telah terikat[/caption]

4. Baretong dan manuak hari


Pada prosesi yang satu ini, keluarga kedua belah pihak calon mempelai duduk bersama untuk menyepakati teknis pernikahan nantinya. Mulai dari tanggal yang dipilih untuk hari pernikahan, adat istiadat yang digunakan, hantaran, dan lain sebagainya.




[caption id="attachment_529" align="aligncenter" width="300"]ttd Pada proses pra-nikah, ninik-mamak da keluarga yang dituakan memegang peranan penting[/caption]

Seluruh rangkaian proses pra-nikah di atas harus dilewati, sehingga untuk menuju ke hari H pernikahan memakan waktu yang cukup lama, bisa sampai berbulan-bulan. Pada proses pra-nikah ini, ikut campur kedua mempelai boleh dibilang tidak ada. Seluruh rangkaian tersebut dilakukan oleh ninik-mamak dan orang-orang yang dituakan saja.


Bagaimana jikalau ada salah satu pihak melanggar ikatan (ingin membatalkan pertunangan)??? Ada sanksi-sanksi adat yang telah ditetapkan bagi salah satu pihak yang melanggar, salah satunya adalah membayar denda sebanyak yang telah ditetapkan. So, kalau kamu ingin menikah dengan orang Minang, pikirkan dengan baik dan matang sebelum melamar atau pun menerima lamaran, jika tidak mau menerima sanksi adat.

 

3 comments:

  1. […] pada blogpost yang lalu uni menjelaskan tentang proses-proses pra-nikah ala Minangkabau, kali ini uni akan lanjutkan dengan proses-proses lanjutan yang harus dijalani oleh kedua mempelai […]

    ReplyDelete
  2. […] melewati beberapa rangkaian tradisi adat sebelum pernikahan dan pada hari H pernikahan, masih ada serangkaian prosesi adat lagi yang harus dilaksanakan oleh […]

    ReplyDelete

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...