Monday, October 16, 2017

Kenapa Porsi Nasi Padang yang dibungkus Lebih Banyak...?

Halo dunsanak semua, kali ini uni akan membahas salah satu hal yang menjadi kebanggaan kami orang Minang. Masakan, semua orang setuju bahwa masakan Minangkabau khususnya Nasi Padang termasuk masakan terlezat di dunia. Ayoooo coba angkat tangan siapa yang totally addicted sama masakan Minang? Bisa ngitung berapa banyak jumlah rumah makan Padang yang ada di daerahmu? Bahkan hingga ke benua seberang pun rumah makan Padang tetap ramai pengunjung, ya kan?




[caption id="attachment_284" align="aligncenter" width="300"]restoran-padang Nasi Padang [/caption]

Selain kenikmatan masakan nya yang tastefull dan cenderung bersantan, pernahkah kalian memperhatikan ternyata porsi makanan yang dihidangkan ketika makan di tempat berbeda dengan porsi makanan tersebut jika dibungkus? Nasi Padang yang dibungkus biasanya porsinya lebih banyak dibandingkan Nasi Padang yang dimakan di tempat. Jika kita makan di tempat, biasanya yang dihidangkan hanya setangkup nasi putih di atas piring, sedangkan lauk-pauk, sambal, sayur, dan menu pelengkap lainnya disuguhkan terpisah. Coba bandingkan dengan Nasi Padang yang dibungkus, selain porsi nasi putihnya yang jauh lebih banyak, dalam bungkusan tersebut juga akan komplit ditambahi sambal, sayur, kuah gulai, dan lauk pilihan. Bagaimana dengan harga? Biasanya harga Nasi Padang yang dibungkus juga lebih murah dibanding Nasi Padang yang dimakan di tempat. Kenapa bisa begitu ya? Karena kalau makan di tempat, harga nasi putih, lauk, sayur, sambal, dan lain-lainnya itu dihitung terpisah, sedangkan untuk Nasi Padang yang dibungkus dihitung perbungkus bukan per-item yang ada di dalam bungkusan.




[caption id="attachment_479" align="aligncenter" width="300"]14076916_86f86ca5-5f65-410a-aeda-7f8ccb36f5f8_667_500 Porsi nasi Padang kalau makan di tempat[/caption]

[caption id="attachment_480" align="aligncenter" width="300"]13266859_1760256004253118_1284732455_n Porsi nasi Padang jika dibungkus jauh lebih banyak[/caption]

Konon katanya hal ini berkaitan erat dengan sejarah, pada zaman Indonesia masih berada dalam jajahan Belanda, rumah makan Padang merupakan tempat makan untuk kalangan elite saja, yaitu saudagar-saudagar kaya dan petinggi-petinggi penjajah tersebut.  Kenapa bisa begitu? Ya, karena pada masa penjajahan tersebut seluruh bahan baku masakan Padang merupakan komoditi mahal yang hanya bisa terjangkau oleh kalangan tertentu saja. Hal itu lah yang membuat rumah makan Padang menjadi tempat yang tidak akan mungkin bisa dinikmati oleh masyarakat pribumi yang saat itu berada pada garis terbawah perekonomian. Rumah Makan Padang saat itu menjadi tempat yang eksklusif, dan kalangan-kalangan tertentu saja yang boleh makan di situ, bukan buat pribumi tentunya.


0749374padanggg780x390

 

Para pemilik Rumah Makan Padang saat itu sadar bahwa saudara-saudara mereka juga berhak merasakan makanan yang lezat, apalagi itu adalah makanan khas daerah mereka sendiri. Solidaritas para karyawan rumah makan Padang saat itu pun terketuk, mereka mengakali bagaimana supaya saudara-saudara sebangsa mereka juga bisa menikmati hal yang sama seperti penjajah tersebut. Maka diakalilah dengan cara dibungkus, porsinya pun lebih banyak dibandingkan dengan porsi bagi mereka yang makan di tempat. Maksudnya, supaya nasi yang dibungkus tersebut juga dapat dinikmati bersama-sama dengan keluarga di rumah, sehingga kelezatan masakan khas daerah mereka itu dapat dinikmati oleh semua orang.


Kebiasaan dari zaman kolonial itupun berlanjut hingga saat sekarang ini, nasi Padang yang dibungkus porsinya lebih banyak dan lebih komplit dibandingkan jika dimakan di tempat. See, dari zaman penjajahan aja, orang Padang (orang Minang) sudah memiliki rasa solidaritas dan keinginan berbagi tingkat tinggi seperti itu, masih berpikir orang Padang itu pelit? By the way, kamu sukanya makan di tempat atau dibungkus?

No comments:

Post a Comment

Sehari di Ho Chi Minh City, Kemana Aja...???

Setelah seharian di Mui Ne, saya kembali ke Ho Chi Minh City (HCMC) dengan bus siang. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, jadi say...