Thursday, October 12, 2017

Backpacker Irit Menggunakan Teknologi

Haloo para pejalan...sudah jalan kemana aja tahun ini?? Ga (belum) jalan kemana-mana mengingat isi dompet yang masih aja membuat meringis?? Sudahlah isi dompet membuat meringis, kerjaan di kantor dan beban hidup yang teramat sadis pun membuat kewarasan berkurang perlahan-lahan (curhat). Kalau sudah begitu, bagaimana dong? Hei, tahukah kalian, untuk jalan-jalan saat now, ga harus berbiaya mahal loh. Kita bisa aja jalan-jalan ala backpacker dengan memanfaatkan teknologi yang ada, malah bakal terasa lebih berkesan dibanding dengan jalan-jalan dengan menggeret koper dan menginap di hotel berbintang serta menggunakan jasa tour agent loh.

Backpacker menggunakan teknologi??? Itu maksudnya gimana?? Iya, ada banyak aplikasi/website yang tersedia untuk mempermudah kamu-kamu sang budget traveler. Salah satu aplikai yang pernah saya manfaatkan bernama Couchsurfing. Wow wow apa itu?? Kok kaya nama-nama olahraga air gitu ya? Yuk, simak...!



Couchsurfing adalah aplikasi/website yang menghubungkan jutaan traveler dari seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Ada hubungan dua arah antara host (tuan rumah) dan guest/traveler (tamu) di sini. Host adalah anggota yang bersedia memberikan couch (tumpangan)/tempat tinggal sementara bagi para guest/traveler selama trip mereka. Selain tempat tinggal, host juga bisa memberikan informasi, menemani ketika ber-traveling, ngopi bareng, dan lain sebagainya. Sedangkan guest/traveler akan surf (berselancar) mencari anggota komunitas yang bersedia menerima mereka untuk menginap selama trip mereka. Jadi, kasarnya kita bisa memanfaatkan aplikasi Couchsurfing untuk mendapatkan akomodasi gratis selama ber-traveling ke suatu tempat. Lumayan bisa memperkecil pengeluaran lah ya, secara ada penginapan dan guide gratis. Namun jangan hanya karena gratis, lalu bisa berlaku semaunya. Ada beberapa hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu :

1. Setelah mendaftar di aplikasi Couchsurfing, lengkapilah profil dengan foto dan keterangan yang jelas dan detail, jelaskan juga apa yang diharapkan dari aplikasi ini, bagaimana kondisi penginapan yang anda tawarkan bagi para traveler, dan sebagainya.


2. Referensi merupakan “nilai jual” seorang CS, kita akan bisa dipercaya karena kita memiliki koneksi  dengan banyak traveler lainnya di CS. Oleh karena itu jangan lupa untuk meminta host/guest untuk memberikan referensi. Nah, trus gimana kalo belum pernah ngehost/ngesurf sama sekali?? Ikutilah forum-forum CS yang diadakan di kota terdekat, kemudian mintalah mereka untuk memberikan referensi.


3. Tanamkan dalam hati, bahwa CS bukan hanya sekedar mendapatkan hotel gratis. Luangkan waktu untuk berinteraksi dengan host/guest, atau mungkin ketika kita di posisi guest alangkah baiknya jika kita membawa buah tangan sebagai tanda terima kasih.

4.  Host bisa jadi menyediakan tempat menginap yang tidak sesuai dengan harapan, sesuai dengan yang telah mereka jelaskan di profil mereka, maka bacalah profil dan peraturan-peraturan yang berlaku di rumah host dengan seksama, dan siap sedia lah dengan segala kondisi.

5. Menjadi anggota Couchsurfing berarti kita harus membuka diri terhadap segala perbedaan yang ada, karena dapat dipastikan kita akan berinteraksi dengan para host/guest dengan latar belakang yang berbeda, baik suku, ras, agama, warna kulit, dan lain-lain. 
      
Sebenarnya CS sudah ada dari tahun 2004, namun saya baru bergabung beberapa tahun belakangan ini. Saya sudah pernah beberapa kali menjadi host maupun menjadi guest, rata-rata kami kemudian akan menjadi teman baik. Percakapan dan obrolan sebelum stay maupun ketika stay seperti menjadi bonding tersendiri antara sesama anggota. Ketika menjadi host, saya berusaha untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah negeri yang indah dengan penduduk yang ramah, oh ya rata-rata guest yang saya host berasal dari luar negeri, hitung-hitung bisa memperlancar Bahasa Inggris saya, hehehe. Saya juga pernah menjadi guest ketika trip saya ke Sulawesi Selatan, Alhamdulillah saya mendapatkan host- host yang luar biasa baik yang seolah-olah telah  berteman dari lama. Pertemanan kami pun berjalan hingga sekarang.

Selain untuk nyari tempat menginap (gratis) selama traveling, aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk sekedar nyari teman jalan. Seperti hal nya saya yang hanya one day trip ke Toraja beberapa waktu lalu, dengan niat biar lebih seru dan mendapat teman baru, maka saya share rencana perjalanan saya tersebut di “My Public Trips”. Tidak berapa lama, masuklah pesan dari beberapa Couchsurfer, baik yang menawarkan diri sebagai host dan beberapa orang yang menawarkan diri untuk join trip saya. Jadilah one day trip saya ke Toraja semakin menyenangkan, tanpa harus repot membuka GPS karena sudah ada host setempat yang mengantar kemanapun saya mau. Serta ada beberapa couchsurfer yang bersedia untuk teman share cost, menyenangkan dan lebih irit bukan?



So, buat kamu yang udah sumpek dengan hiruk pikuk dunia persilatan, namun isi dompet alakadarnya. Atau nyang punya hasrat traveling jauh lebih besar dari pada kemampuan finansialnya, bisa pertimbangkan buat join di Couchsurfing lah ya. Kalau sudah join, jangan lupa invite saya menjadi friend ya. Cheers...!!

1 comment:

  1. Udah lama tahu tentang CS ini, ada keinginan untuk join juga namun terbentur oleh kekhawatiran akan keamanan. Maksudnya, ada cerita-cerita yang kurang menyenangkan gak sih dari para guest atau saya aja yang terlalu khawatir? ^_^
    Oiya, salken yaa

    ReplyDelete

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...