Sunday, September 24, 2017

Bulu Kumba ; Antara Alam Surga dan Legenda Mendunia

Sulawesi, salah satu pulau berukuran besar yang ada di Indonesia. Terkenal sebagai pulau dengan adat budaya yang unik, alam nan indah, masyarakat pelaut nan tangguh, dan berbagai keelokan lainnya. Sulawesi tidak hanya dianugerahi keunikan tradisi di Toraja, keindahan taman kupu-kupu dan air terjun di Bantimurung, barisan batu-batu raksasa di Taman Prasejarah Leang-Leang, atau kemegahan batu karst di Rammang-Rammang. Masih banyak keelokan dan keindahan yang dimiliki oleh pulau ini, baik yang telah terekspos maupun yang belum.

Bulu Kumba merupakan salah satu spot terbaiknya yang belum diketahui oleh banyak orang. Terletak di ujung paling selatan provinsi Sulawesi Selatan, Bulu Kumba memiliki deretan pantai-pantai indah berpasir putih dan laut biru bening dengan panorama bawah laut yang luar biasa juga. Namun, jauh sebelum Indonesia menjadi sebuah negara berbentuk republik, Bulu Kumba telah terkenal di seluruh belahan dunia dengan produksi buatan mereka. Kapal Pinisi buatan para pengrajin asli Bulu Kumba telah terkenal di seluruh dunia dari abad ke-14 hingga sekarang.

Memang tempat wisata yang dominan di Bulu Kumba adalah wisata bahari, dikarenakan Bulu Kumba memiliki pantai-pantai yang eksotis. Tidak banyak orang tahu bahwa Bulu Kumba juga adalah saksi sejarah kehebatan nenek moyang kita, simak penjelasannya disini.
Berikut beberapa pantai yang telah saya singgahi di Bulu Kumba:

1. Pantai Tanjung Bira
Pantai Tanjung Bira terletak di Kecamatan Bonto Bahari. Pantai menawan berpasir putih bersih dengan air laut yang biru, menjadikan pantai ini tempat yang sangat tepat untuk menikmati sunset. Dibanding pantai-pantai yang lain, Tanjung Bira memiliki fasilitas yang bisa dibilang cukup  lengkap. Banyak tersedia penginapan berbagai rate di sekitarnya, bahkan beberapa penginapan memiliki akses langsung ke bibir pantai. Pedagang makanan atau souvenir juga banyak tersedia di pinggir pantai. Selain itu, beragam permainan air pun tersedia, seperti banana boat, donat, jet ski, dan lain-lain.

2. Pantai Tanjung Bara
Pantai Tanjung Bara masih terletak di garis pantai yang sama dengan Tanjung Bira, bergeser tidak terlalu jauh ke arah baratnya saja. Walaupun memiliki karakter pantai yang sama dengan Tanjung Bira, Tanjung Bara akan memberikan sensasi yang berbeda, pengunjung yang tidak seramai Tanjung Bira, membuat pantai ini serasa bagai pantai pribadi. Pengunjung yang tidak terlalu ramai itu juga membuat pantai ini sangat terjaga kebersihannya.  Penginapan yang tidak terlalu banyak, pengunjung lain yang tidak terlalu ramai, pantai bersih yang bisa dijangkau hanya dengan turun dari tangga hotel, membuat pantai ini menjadi pilihan yang sangat pas untuk pasangan yang ingin berbulan madu.

Honeymoon zone :)

View Pantai Tanjung Bara dari balkon penginapan
Ada tangga khusus yang langsung ke bibir pantai
3. Pantai Marumasa

Berkarakter sama seperti dua pantai yang saya uraikan di atas, Pantai Marumasa juga memiliki pantai indah dengan pasir putih dan laut biru menawan. Bedanya di sini masih belum seramai Pantai Tanjung Bira dan Bara, belum ada penginapan di bibir pantainya, serta barisan pohon kelapa mempercantik suasana pantai ini. Selain itu, tersedia juga beberapa spot foto dari sebuah tebing di sisi utara pantai. Untuk mencapai tebing ini, perlu sedikit tenaga ekstra dan harus hati-hati, karena jalurnya yang masih berupa jalan setapak dan lumayan curam, keliru dan terpeleset sedikit saja kita bisa langsung tercebur ke laut. Namun, sesampai di atas tebing, usaha kita akan terbayar dengan keindahan garis pantai yang tersuguh alami.

Pantai Marumasa
4. Tebing Apparalang
Dari seluruh destinasi yang saya kunjungi di Bulu Kumba, Tebing Apparalang ini menjadi salah satu favorit saya. Tebing yang terdiri dari batu-batu karang tajam yang hanya dipagari seadanya itu tidak mengurangi kecantikan destinasi wisata yang satu ini. Puluhan meter di bawah tebing ini, laut biru tenang menanti, terlihat ikan-ikan berenang tanpa takut dengan kehadiran manusia. Tebing tinggi plus laut yang tenang di bawahnya, menjadikan tebing ini menjadi spot menantang bagi para pencinta olahraga ekstrim. Ya, di sini tersedia spot cliff jumping (lompat tebing) dengan beberapa level ketinggian, yang tertinggi dari ketinggian 20 meter. Akses jalan untuk mencapai Tebing Apparalang ini juga belum maksimal, kita harus melewati jalan coran beton seukuran mobil di antara hutan jati, belum tersedia petunjuk arah yang jelas. Jadi, prinsip "malu bertanya sesat di jalan" benar-benar terpakai, siap-siaplah nyasar jikalau tidak mau bertanya arah jalan, karena penduduk lokal nan ramah menjadi 'GPS' terakurat di sini.

5. Pantai Mandala Ria
Masih di jalur yang sama dengan Tebing Apparalang, sangat disayangkan jika tidak menyinggahi Pantai Mandala Ria. Patokannya, tidak jauh dari Indomar*t (felt amazing bisa ketemu Indomar*t disini), ada pertigaan dengan bundaran miniatur kapal pinisi di tengah-tengahnya. Lagi-lagi jangan sungkan untuk bertanya kepada penduduk lokal ya, supaya tidak tersesat di jalan. Bersiap-siaplah dengan jalur yang akan dilalui, terjal, meliuk, curam, dan rusak.
Keindahan pantai di sela pembuatan kapal Phinisi
Dinamakan Pantai Mandala Ria, karena di sinilah Panglima Mandala memesan puluhan kapal yang akan digunakan untuk membebaskan Irian Barat dari penjajah. Daerah ini merupakan salah satu pusat pengrajin pembuat kapal-kapal legendaris tersebut.

Pantai Mandala Ria tidak hanya menyuguhkan pantai eksotis namun juga menyuguhkan pemandangan bernuansa sejarah tentang kehebatan nenek moyang kita sebagai produsen kapal termahsyur di masa lampau. Indera kita akan dimanjakan oleh nuansa alam dan sejarah secara bersamaan. Rasakan sensasi degupan rasa bangga di hati kita ketika melihat langsung para pengrajin itu bekerja bersama-sama. Beberapa kapal setengah jadi berderet rapi di bibir pantai, menggambarkan betapa hebatnya nenek moyang kita yang mampu menghasilkan maha karya yang masih ada hingga saat ini. Simak ulasannya di sini.

6. Pulau Liukang dan Pulau Kambing
Buat anda pencinta panorama bawah laut, menyeberang ke Pulau Liukang atau Pulau Kambing adalah pilihan yang tidak kalah menariknya dengan spot-spot diving lainnya di Indonesia. Di Pulau Liukang malah juga ada tempat penangkaran Penyu. Sedangkan di Pulau Kambing, karena memang adalah pulau tidak berpenghuni maka pulau ini akan berasa menjadi pulau pribadi jika di hari biasa, namun akan cukup ramai di hari libur.

Kedua pulau ini tidak terlalu jauh dari Pantai Tanjung Bira, kita bisa menyewa speed boat dari penduduk lokal yang banyak tersedia di sana. Sebenarnya kedua pulau ini termasuk list ittinerary saya, namun sayang karena satu dan lain hal, saya tidak jadi bisa ke sana. Silahkan lihat keindahan pantai dan bawah laut Pulau Liukang dan Pulau Kambing yang bertebaran di mesin pencari.

7. Pantai Kasuso, Pantai Samboang, Pantai Ujung, Pantai Lemo-Lemo.
Pantai-pantai yang saya sebutkan pada poin ini adalah pantai-pantai yang tidak kalah eksotik, tapi tidak sempat saya datangi. Namun percayalah, seluruh pantai-pantai yang ada di Bulu Kumba adalah pantai-pantai yang sangat menawan dan indah, hanya belum terekspos saja.

Bulu Kumba hanyalah salah satu spot wisata terbaik yang dimiliki oleh Indonesia, satu spot ini saja memiliki sekian banyak kelebihan. Bayangkan Indonesia dengan ribuan pulau lainnya, betapa banyak spot-spot wisata dengan kelebihan-kelebihan masing-masing yang Indonesia miliki. Hanya perlu sedikit kerja keras dari semua pihak untuk menggali potensi setiap daerah, membuka akses, melengkapi fasilitas, dan memasarkan dengan baik. Maka saya yakin, Indonesia akan menjadi negara yang tidak hanya terkenal dengan Balinya.

2 comments:

  1. Tersembunyiii tapi cantik yaaa. Jauhh dan worth buat didatengin di ujung selatan sulawesi ^^

    ReplyDelete
  2. Beneran mba, surga banget....hayu lah kapan-kapan kesana :)

    ReplyDelete

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...