Tuesday, July 18, 2017

Menu Lebaran Istimewa Ranah Minang

Hai Hai....tak terasa Hari Raya Idul Fitri telah berlalu. Bagaimana hari raya mu tahun ini? Buat yang jomblo, udah baper seberapa sering ketika ditanya kapan kawin??? Buat yang udah menikah, udah gondok seberapa sering ketika ditanya kapan punya anak atau kapan nambah anak lagi??? Daaannn tentunya masih beragam pertanyaan-pertanyaan sumber baper lainnya ya kan???


Saya tidak akan membahas soal pertanyaan penghasil baper apa saja yang saya terima. Kali ini saya akan menceritakan perayaan hari raya saya yang sangat spesial tahun ini. Jikalau tahun-tahun sebelumnya, saya merayakan hari raya di perantauan. Alhamdulillah, tahun ini saya dapat meramaikan euforia mudik dan pulang ke kampung halaman nenek moyang saya di Kota Batusangkar, Sumatera Barat. Luar biasa senangnya bisa bertemu seluruh sanak saudara handai taulan yang udah lamaaa sekali tidak bersua.

Tidak banyak yang berubah dengan kota kelahiran ibu saya ini, termasuk perayaan hari raya. Tidak ubahnya seperti beberapa belas tahun silam, ketika saya masih bocah, perayaan dan suka cita menyambut hari kemenangan masih sangat meriah. Salah satu kemeriahan terlihat pada masakan khas Lebaran. Bayangkan saja, semua menu lezat yang biasa kita lihat di Rumah Makan Padang, akan terhidang komplit di meja makan. Siap-siap saja perut bengkak dan badan melebar, karena di kampung kami merupakan sebuah kehormatan jika setiap tamu yang bersilaturrahmi juga ikut mencicipi hidangan yang tersedia. So, jangan harap diet mu sukses jikalau kamu lebaran di Padang.

Mau tahu tidak semeriah apa sih masakan lebaran di kampungku? Oke, kita ambil satu contoh, Rendang. Rendang adalah menu wajib yang harus ada di setiap rumah. Dapat saya pastikan, selama ini kebanyakan orang tahunya (pernah makan) rendang daging, atau rendang ayam. Nah, untuk kemeriahan hari raya di kampungku, Rendang Daging merupakan menu 'minimal' yang harus ada. Biasanya, kami akan menyiapkan beberapa jenis Rendang lainnya, selain Rendang Daging itu sendiri, contohnya : Rendang Ayam, Rendang Belut, Rendang Hati, Rendang Paru, Rendang Telur, dan Rendang Lokan (Kerang). Semua jenis Rendang itu akan terhidang komplit di atas meja makan, membuat para tamu kebingungan ingin menyicipi yang mana lebih dulu. 

Rendang Sapi






Rendang Paru

 Pernah ada teman saya yang bertanya, "Rendang segitu banyak, ga takut basi?" Helo Jeung, Rendang itu dibuat menggunakan bahan-bahan pilihan dan melalui proses yang panjang. Untuk 1 jenis Rendang, membutuhkan waktu minimal 4 jam untuk memasaknya. Rendang itu akan tahan hingga berminggu-minggu. Semakin kering, semakin awet. Bahkan dulu, nenek buyut saya kalau masak Rendang bisa awet hingga berbulan-bulan. Tapi jangan tanya proses masaknya, nenek harus betah mengaduk Rendang yang dimasak dengan tungku tradisional tersebut seharian.

Rendang Belut

Itu baru satu menu loh, demikian juga dengan menu yang lain. Satu menu akan tersedia dalam beberapa varian. Maka tidak heran, jikalau ketika bulan puasa berat saya turun paling banyak 2 kg, namun baru lebaran kedua saja berat saya sudah nambah 6 kg. Kalau kamu jadi saya, kira-kira bisa nahan diri untuk ga rakus ga???? Hehehehe

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...