Monday, June 12, 2017

SETARA, Senat Pustaka Raja Ampat

Senat, apa yang terlintas dalam pikiran anda jika mendengar kata ini?? Sekelompok mahasiswa aktifis kampus atau orang-orang dengan tingkat intelektual yang menjadi pengajar di universitas-universitas ternama?? Ya, benar, pada umumnya kata senat memang similar dengan orang-orang hebat tersebut, atau malah senat menjadi perwakilan rakyat di dewan rakyat Amerika sana.

Lalu, Apa hubungan antara Senat dengan SETARA?? Yuk, simak lebih lanjut.


SETARA adalah singkatan dari Senat Pustaka Raja Ampat, sebuah organisasi swadaya yang bergerak di bidang sosial untuk anak-anak Papua. Organisasi ini memiliki misi yang mulia, yaitu merangkul anak-anak usia sekolah yang ada di pesisir maupun di pegunungan Sorong dan Raja Ampat, mengajari mereke membaca, menulis, menulis (calistung), dan berbagai pengetahuan lainnya.
SETARA didirikan oleh tiga orang manusia berjiwa sosial tinggi yang berasal dari latar belakang dan profesi yang berbeda. Dua dari mereka berprofesi sebagai tour guide dan satu orang lagi berprofesi sebagai peneliti dari sebuah universitas di pulau Jawa.

Salah seorang pendirinya adalah teman saya bernama Mas Irfan (MI), seorang tour guide handal di Kota Sorong. Hatinya terketuk hampir di setiap ada grup tour yang ia kawal ke Raja Ampat. Bagaimana tidak, ia selalu menemukan anak-anak yang bermain di objek wisata atau ikut orang tuanya melaut pada saat jam sekolah. Padahal seharusnya, seusia mereka pada jam itu berada di sekolah. Mirisnya lagi, rata-rata dari anak-anak itu belum lancar membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Hal ini sangat disayangkan oleh MI karena ia yakin bahwa anak-anak tersebut memiliki tingkat intelegensi dan kemampuan yang sama seperti anak-anak lainnya di Indonesia.

Antusiasme tinggi mereka, jadi penyemangat kami
Bermula dari situlah, MI mulai menjalankan aksi-aksi kecilnya. Setiap ada grup tour yang ia bawa ke Raja Ampat, maka ia akan membawa serta beberapa buah buku yang akan ia bagikan kepada anak-anak di Raja Ampat nantinya. Sering juga tamu-tamu yang datang ke Raja Ampat ikut andil menyumbangkan buku-buku bacaan dan peralatan menulis lainnya.

Aksi kecil MI tersebut disambut hangat oleh anak-anak tersebut. Melihat respon positif dan antusiasme itu, MI semakin bersemangat. Ia berusaha untuk melebarkan aksinya, tidak saja sekedar membawakan buku-buku saja, ia mulai membawakan alat-alat tulis, buku gambar, dan pensil warna. Tidak puas sampai disitu saja, MI mulai membuka kelas kecil dan mengumpulkan anak-anak tersebut. Di sana, MI mengajari anak-anak tersebut untuk menulis, membaca, menghitung (calistung), berbicara, menggambar, mewarnai, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Belajar mewarnai
Kita bisa belajar dimanapun berada
Jangan bayangkan kelas yang MI buka berupa ruangan berdinding, dengan papan tulis, meja, dan kursi sebagai pelengkapnya. Kelas yang MI adakan hanya seadanya, di pelataran atau teras sebuah bangunan, beralaskan Senat. Di atas Senat itulah, Mas Irfan menata buku-buku dan peralatan tulis yang ia bawa. Di atas Senat itu pula, ia mengumpulkan anak-anak untuk,belajar dan bergembira bersama. Senat yang selalu menemani MI dan anak-anak itu lah yang dijadikan MI sebagai nama organisasinya.
Walaupun seadanya, namun kami tetap semangat

Kirim bukunya setiap tanggal 17 ya, biar gratis.
Seiring waktu, SETARA semakin diminati, anak-anak semakin tertarik dan semakin banyak yang ingin ikut serta. Hal ini tentu saja membutuhkan biaya, buku, dan peralatan tulis yang semakin banyak pula. Selama ini mereka mengandalkan donasi buku dari para tamu-tamu dan juga dari dompet mereka sendiri. Ongkos kirim ke Papua yang tidak murah semula menjadi kendala. Tidak jarang ongkos kirimnya lebih mahal dari pada harga bukunya sendiri. Namun, hal ini sedikit terbantu setelah adanya program penggratisan ongkos kirim buku ke seluruh wilayah nusantara oleh Kantor Pos Indonesia, pada tanggal 17 setiap bulannya. Syaratnya mudah, hanya dengan (minimal) mengirimkan buku seberat 10 kg dan dengan mencantumkan kata "BERGERAK" pada bungkusan paket. Tidak ada persyaratan tertentu untuk buku-buku tersebut, selama tidak mengandung pornografi dan unsur SARA, buku bekas maupun baru tetap diterima dengan senang hati.

Kami juga ingin menjadi orang hebat

Para penggerak SETARA tidak berkeinginan yang muluk, bisa membuat anak-anak Papua bisa menikmati masa kecilnya seperti seharusnya serta memiliki harapan dan peluang yang sama seperti anak-anak Indonesia lainnya, itu saja.

So, bagi kamu yang memiliki keinginan yang sama seperti SETARA, yuk donasikan buku-buku buat anak-anak di Papua. Jangan malu untuk memanfaatkan program gratis pengiriman buku dari Pos Indonesia, demi masa depan anak-anak Indonesia. Alamatkan donasimu ke :
Senat Pustaka Raja Ampat (SETARA)
Jln. Mesjid Raya, Kelurahan Sapordanco, Waisai
Kabupaten Raja Ampat
Papua Barat - 98482

Kalau ingin tahu lebih lengkap kegiatan-kegiatan SETARA, intip saja di Instagram dengan akun senatpustaka,  atau silahkan kontak langsung Mas Irfan Prybadhy. Oh ya, kalau mau tahu paket tour murah Raja Ampat juga bisa kontak beliau ya :)


1 comment:

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...