Sunday, May 14, 2017

6 Tradisi Unik Menyambut Ramadhan di Ranah Minang

Ramadhan merupakan salah satu waktu yang paling ditunggu oleh umat islam. Begitu juga dengan masyarakat Minangkabau, sebagai suku yang menjadikan ajaran agama islam sebagai patokan hidup, maka mereka akan mempersiapkan sedemikian rupa untuk menyambut bulan suci tersebut. Ada beberapa tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau sebelum bulan suci itu datang. 


1. Ziarah Kubur
Tradisi yang satu ini mungkin dilakukan oleh hampir seluruh umat muslim di Indonesia sebelum Ramadhan tiba. Demikian juga dengan masyarakat Minang, beberapa hari menjelang Ramadhan tiba, mereka akan beramai-ramai menziarahi makam keluarga hingga makam alim ulama. Dimulai dengan membersihkan makam, kemudian berdoa bersama untuk almarhum/ah, hingga mandoa (membaca yasin dan doa-doa) pada malam harinya di rumah bersama-sama dan ditutup dengan acara makan bersama.


2. Membersihkan Mesjid Bersama
Kebersihan mesjid secara umum merupakan tanggung jawab marbot. Namun di Ranah Minang, masyarakat akan bahu-membahu membersihkan mesjid dan lingkungannya. Hal ini ditujukan untuk menciptakan kenyamanan jemaah ketika beribadah nantinya.


3. Mambantai
Mambantai berarti menyembelih, 2 - 3 hari sebelum Ramadhan, masyarakat akan patungan membeli sapi / kerbau / kambing untuk disembelih, kemudian dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ikut patungan. Maka dapat dipastikan beberapa saat kemudian akan tercium aroma rendang dari setiap rumah. 

4. Malamang
Malamang berarti memasak lemang, masakan berbahan dasar beras ketan yang di masak di dalam bambu. Tradisi malamang biasanya dilakukan secara gotong royong, bersama-sama. Lamang kemudian dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan orang-orang yang disegani seperti ulama, tetua adat, dan ninik mamak).

5. Manjalang Mintuo
Manjalang berarti mendatangi, mintuo berarti mertua, maka manjalang mintuo berarti mendatangi mertua. Biasanya sehari sebelum Ramadhan, pasangan suami istri akan melakukan tradisi ini. Datang ke rumah mertua dengan membawa buah tangan (lemang atau kue-kue tradisional lainnya). Hal ini bermaksud untuk memohon maaf kepada mertua atas kesalahan yang telah dilakukan selama setahun belakangan.

6. Balimau
Tradisi balimau berarti mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan jeruk nipis (limau). Biasanya dilakukan di sore hari sehari sebelum Ramadhan, di sungai, danau, atau sumber air lainnya. Kurang lebih seperti ritual umat hindu membersihkan diri di sungai gangga, maka tradisi ini juga bertujuan untuk menyucikan diri lahir bathin sebelum memasuki bulan puasa. 


Demikianlah beberapa tradisi masyarakat Minangkabau untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Kalau di daerah mu ada tradisi apa...??

* Photo Credit to Yahoo Image Search

4 comments:

  1. Kata mambantai itu agak serem ya kalo dilihat dr bahasa Indonesia, membantai, hehe. Ternyata 'ngebantai'-nya daging sapi. Waaahhh... Minang emang keren sih soal budaya, aku aja salut buat temenku yang asalnya dari Padang, ingetnya rendang terus hehe

    www.asysyifaahs.com

    ReplyDelete
  2. Kata mambantai itu agak serem ya kalo dilihat dr bahasa Indonesia, membantai, hehe. Ternyata 'ngebantai'-nya daging sapi. Waaahhh... Minang emang keren sih soal budaya, aku aja salut buat temenku yang asalnya dari Padang, ingetnya rendang terus hehe

    www.asysyifaahs.com

    ReplyDelete
  3. Hehehe jangan dibayangin serem nya mba, bayangin enaknya rendang dari daging fresh nya mba...:)

    ReplyDelete
  4. Hehehe jangan dibayangin serem nya mba, bayangin enaknya rendang dari daging fresh nya mba...:)

    ReplyDelete

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam

Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berb...