Saturday, December 24, 2016

Menuju Bulan

Bulan-bulan di akhir tahun ini adalah bulan rindu. Bagaimana tidak, setiap kali mendung menggelayut di awan dan rintik menetes, saat itu pula aku perlahan menelusuri hari lalu. Hari dimana kita bertemu dan menyepakati mimpi bersama. Dan ketika hujan mulai menderas, langkahku menjejakimu semakin keras, hingga seolah tersaji di hadapanku. Kau, kau, dan kau lainnya berkumpul kembali. Kalian melingkar dan menepuk teguh pundakku. "Jangan menyerah!! Taklukkan ketakutanmu, bumikan diri, dan langitkan mimpi" katamu pada saat itu. Aku berusaha kembali menyatukan serpih-serpih semangat yang mulai tercecer. Belum sempat mengucapkan terimakasih atas rindu, kalian hilang seiring hujan yang mereda di hari itu.

Bulan-bulan di akhir tahun ini adalah bulan kenangan. Terlebih ketika air yang menggenang disisakan hujan di pagi tadi, membuat siang kini dipenuhi genangan kenangan. Sekilas mereka berlari-lari kecil di atas kubangan air dan menghampiriku. Menuju aku yang tengah melamuni hari lalu, hari kini, dan hari nanti. Tak banyak yang disampaikan mereka, hanya beberapa baris kata yang teringat, "Pulanglah, kembalikan kamu seperti sedia kala yang optimis mengepal harapan. Jangan lupa jalan pulang, karena setelah menemui kami sebagai masa lalu, kau harus kembali menabung amal di masa kini untuk bekal di masa nanti. Kau adalah benih baik masa depan, percayalah!" Belum sempat mengucapkan terimakasih atas kenangan, mereka hilang seiring matahari yang menguapkan genangan. 

RF - Rumah Narasi
Mars, 24/12/2016

Sehari di Ho Chi Minh City, Kemana Aja...???

Setelah seharian di Mui Ne, saya kembali ke Ho Chi Minh City (HCMC) dengan bus siang. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, jadi say...