Thursday, November 3, 2016

Minuman Khas Ranah Minang

Saat ini, saya sedang tidak enak badan, mungkin efek kurang tidur beberapa hari ini. Saya menyeduh segelas wedang jahe instan, dengan harapan dapat mengurangi rasa kurang enak itu. Wedang jahe dan semua minuman yang ada jahenya saya suka, walaupun minuman berjahe ini adalah khas pulau terpadat di Indonesia ini, tapi EGP lah yang penting saya suka.



Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya, kampung halaman saya, Ranah Minang. Buat urusan kuliner,  Ranah Minang sudah termahsyur dengan kuliner bersantan, pedas, namun bikin nagih itu. Bahkan baru-baru ini ada viral video bule yang nyiptain lagu khusus buat nasi Padang (sebutan bekennya nasi plus lauk pauk khas Ranah Minang) saking ketagihannya doi dengan kuliner dari Ranah Minang.
Walau tidak seterkenal masakannya, minuman dari kampung Ranah Minang juga sebenarnya tidak kalah yahud. Ada beberapa jenis minuman khas Ranah Minang yang wajib dicicipi ketika berwisata ke sana.

1. Teh Talua
Minuman cuma ada di Ranah Minang saja, jadi kalau main ke Sumatera Barat wajib dicicipi ya.  Rasa minuman ini sangat unik, karena terbuat dari campuran teh dan telur (telur ayam kampung atau telur bebek), ditambah sedikit perasan jeruk nipis untuk menambah aroma segar. Minuman ini merupakan minuman favorit bagi kaum adam di Ranah Minang sana, karena dipercaya dapat menambah vitalitas dan stamina. 


2. Aia Kawa (Kawa Daun)
Aia kawa atau kawa daun merupakan minuman yang terbuat dari daun kopi, yang sudah dikeringkan, lalu disangrai, kemudian diseduh layaknya teh. Bisa ditambahkan gula atau susu bagi yang ingin manis. Kawa Daun ini dapat dengan mudah ditemui di warung-warung tradisional di daerah dingin pegunungan Sumatera Barat, seperti Bukittinggi, Padang Panjang, dan Batusangkar. Biasanya akan disajikan panas-panas bersama dengan gorengan dan aneka penganan tradisional lainnya. Uniknya minuman ini disajikan bukan dengan gelas, akan tetapi dengan tempurung kelapa dengan bambu sebagai tatakannya.


3. Aia Aka
Minuman ini berbahan dasar cincau hijau. Biasanya ada dua varian rasa, yaitu rasa santan dan rasa asam. Sesuai namanya, rasa santan berarti cincau hijau itu dicampur dengan santan, sehingga akan terasa manis santan bercampur dengan ademnya cincau. Sedangkan rasa asam berarti cincau hijau yang dicampur dengan perasan jeruk nipis, sehingga akan terasa asam segar khas jerus nipis. Minuman aia aka ini dipercaya berkhasiat untuk meredakan panas dalam, terlebih jika cuaca panas mendera, minum aia aka yang dicampur es batu, pasti panas luar - dalam langsung hilang.


4. Jus Pinang Mudo
Sama hal nya dengan Teh Talua, Jus Pinang Muda merupakan kegemaran kaum adam di Ranah Minang, dengan alasan kesehatan dan stamina mereka. Jus Pinang Muda dibuat dengan cara memblender isi dari buah pinang muda yang dicampur dengan gula merah dan jahe, kadang juga dicampur dengan kuning telur (ayam kampung atau bebek) plus susu dan atau madu. Terakhir, beri perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya telur. 

5. Es Tebak
Dari namanya, jangan bayangkan ada hubungannya dengan teka-teki atau tebak-tebakan ya. Kata Tebak disini adalah salah satu bahan yang menjadi isi dari minuman ini. Merupakan adonan yang terbuat dari tepung ketan dan tepung sagu yang dimasak dengan air garam dan kapur sirih, kemudian dicetak menyerupai cendol. Tebak ini bersama dengan cincau hitam, tape,  ketan hitam, dan kolang kaling akan dikombinasikan dengan es serut yang disirami dengan sirup merah plus susu kental. Cocoknya dijadikan minuman pelepas dahaga di kala panas, atau sebagai hidangan penutup.


Di Kota Padang, minuman ini bisa didapatkan di kafe langganan saya, sebenarnya menu andalannya adalah es durian, namun Es Tebaknya juga oke punya. 

So, buat kamu yang datang ke Kota Padang dan sekitarnya, jangan cuma nyari Rendang yaaa, tapi sempetin juga nyicipin minuman-minuman khas nya. 

* Photo Credit to Yahoo Image Search

8 comments:

  1. yang udah pernah nyobain no 3 dan 5, no 1 mau nyobain gak berani mbak karena pake telur mentah hihihi geli sendiri, yang no 2 pernah dengar tapi belum pernah nyicipin, yang no 4 pengen nyobain tapi dilarang sama pak su wkwkwk

    ReplyDelete
  2. yang udah pernah nyobain no 3 dan 5, no 1 mau nyobain gak berani mbak karena pake telur mentah hihihi geli sendiri, yang no 2 pernah dengar tapi belum pernah nyicipin, yang no 4 pengen nyobain tapi dilarang sama pak su wkwkwk

    ReplyDelete
  3. Baru habis liburan ke ranah minang. Nyobain kawa daun, mantaaaaap :)

    ReplyDelete
  4. Baru habis liburan ke ranah minang. Nyobain kawa daun, mantaaaaap :)

    ReplyDelete
  5. Hello mba, awalnya dulu saya juga geli sama yang no 1 mba, tapi pas udah nyicip di sebuah resto malah nagih, amis telurnya ga kecium/berasa sama sekali, kapan mba ke padang kabarin saya biar saya bawa ke resto itu yess

    ReplyDelete
  6. Hello mba, awalnya dulu saya juga geli sama yang no 1 mba, tapi pas udah nyicip di sebuah resto malah nagih, amis telurnya ga kecium/berasa sama sekali, kapan mba ke padang kabarin saya biar saya bawa ke resto itu yess

    ReplyDelete
  7. Hello mba Oci, kenapa ga nyicip yang lainnya sekalian mba?? hehhee

    ReplyDelete
  8. Hello mba Oci, kenapa ga nyicip yang lainnya sekalian mba?? hehhee

    ReplyDelete

Sehari di Ho Chi Minh City, Kemana Aja...???

Setelah seharian di Mui Ne, saya kembali ke Ho Chi Minh City (HCMC) dengan bus siang. Perjalanan memakan waktu sekitar 6 jam, jadi say...