Tuesday, October 18, 2016

Tabel Dua Kolom

Berbagai macam rupa rasa pernah kutelan disini. Pahit, manis, getir, kecut, apapun itu, semua pernah kurasakan disini. Berbagai ragam rupa manusia pun pernah kutemui disini. Manusia tulus, bermuka dua, parasit, apapun itu, semua pernah kuhadapi disini. 



Banyak cerita dan rahasia tercipta disini, tentang aku dan orang-orang yang terlibat dalam masa itu. Waktu itu dulu, aku membuatkan tabel dua kolom. Setiap kolom untuk kategori berbeda, kolom pertama untuk mereka yang kuanggap 'teman' sebenarnya, dan kolom kedua untuk 'fake friends'. Banyak orang yang awalnya berada di kolom pertama, tapi seiring waktu berpindah ke kolom kedua, demikian juga sebaliknya. Namun juga ada orang-orang yang dari awal menetap di setiap kolomnya.
Sekarang ayo kita lihat perkolomnya. Kolom pertama berlabel 'true friends'. Sesuai labelnya, kolom ini berisikan orang-orang yang memang teman, dalam artian sebenarnya tanpa membedakan latar belakang sosial, gender, umur, dsb. Asalkan bisa saling menerima dengan tulus, ada di saat dibutuhkan, dan berbagai macam kategori-kategori 'teman' lainnya, maka ia akan kumasukkan ke kolom pertama. 

Kolom kedua berlabel 'fake friends', kebalikan dari kolom pertama, kolom ini berisikan orang-orang yang kuanggap tidak cocok untuk dijadikan teman (dekat). Keputusan untuk memasukkan mereka ke kolom ini tidaklah instan, butuh beberapa kali observasi, sehingga keputusan untuk dimasukkan ke kolom yang mana jadi tidak keliru. Beberapa orang yang pernah membohongi, mengkhianati, mencuri, menggosipi dan hal-hal tidak baik lainnya kepadaku akan masuk ke kolom kedua ini.

Waktu itu, aku menganggap orang-orang di kolom satu bak malaikat. Banyak sekali andil mereka kepadaku, tidak saja melulu soal materi, banyak hal lain yang membuatku merasa bahwa aku berhutang banyak kepada mereka. Sedangkan orang-orang di kolom kedua, tak ubahnya seperti ulat bulu di mataku, yang selalu membuat gatal jika terlalu dekat, menganggap mereka seperti 'kutukan' jahat untukku, maka akan ku usahakan untuk selalu menjauh.


Seiring perjalanan waktu, usia makin bertambah, pemikiran pun mulai berubah. Perjalanan hidup membuktikan bahwa ternyata di luaran sini, lebih banyak lagi ragam macam manusia yang kutemui. Bahkan tabel dua kolom yang kubuat dulu tidak cukup lagi untuk menampung jikalau hanya mengklasifikasikan mereka menjadi dua kelas saja. Butuh penambahan beberapa kolom tambahan lagi, bisa jadi kolom 'kenalan', kolom 'jauhi', atau bahkan kolom 'tidak usah kenal lebih baik', dan banyak kategori lainnya lagi.

Tidak banyak upaya yang harus aku lakukan untuk menghadapi orang-orang tulus sebagaimana kategori kolom 'true friends' ku dulu. Berbanding terbalik dengan orang-orang yang bersifat kurang berkenan (menurutku) kepadaku, aku butuh ekstra tenaga dan pemikiran untuk menghadapi mereka. Selain karena jumlah mereka di dunia ini yang tidak sedikit, namun juga metamorfosa mereka juga sulit dilacak.

Disinilah aku merasa bersyukur, pernah berperang di medan tempur maha dahsyat. Menghadapi berbagai macam manusia kategori kolom dua itu. Walaupun macam mereka saat ini semakin beragam, paling tidak aku sudah cukup terlatih untuk menghadapi orang-orang seperti mereka (dengan cara ku sendiri).

Setiap kali aku menginjakkan kaki di kota ini, aku akan membisikkan kepada Sang maha pengatur skenario kehidupan, rasa terimakasih untuk setiap kepahitan dan kemunafikan yang pernah kuhadapi di sini di masa lampau. Mungkin kalau tanpa kepahitan di masa itu aku tidak akan sanggup bertahan di saat kini menghadapi kepahitan yang makin pahit atau kemunafikan yang semakin munafik. Sungguh Tuhan, skenarioMu yang paling sempurna.

#Padang, 18/10/2016
#Terimakasihuntukkalian

No comments:

Post a Comment

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...