Saturday, October 29, 2016

Sweet Escape to Jogja (2)

Dari Kabupaten Gunungkidul,  selanjutnya kami bergeser ke Kabupaten Bantul. Anggota rombongan kami bertambah 1 orang, Mba Ava ; pacarnya Mas Wahid. Tujuan pertama kami di kabupaten ini adalah kebun buah Mangunan di Desa Imogiri. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dengan track naik turun khas perbukitan, hutan dan lembah di kiri kanan jalan. 



Tiket masuk ke tempat wisata ini cukup terjangkau, hanya Rp.5.000 saja perorang. Seperti namanya, tempat ini sebenarnya adalah sebuah kebun buah. Sayangnya, kami datang tidak di saat musim berbuah, jadinya kami tidak bisa memetik tanaman berbuah yang katanya gratis bagi pengunjung. 

Di ujung kebun, terdapat puncak dengan view hutan dan sungai yang ciamik. Puncak Mangunan inilah yang lebih menarik perhatian pengunjung dibandingkan kebun buahnya sendiri. Dari puncak ini, kita akan disuguhi pemandangan luar biasa, di bawah sana terlihat lekukan sungai kecoklatan di tengah-tengah hutan hijau.

Katanya puncak ini akan paling mempesona jikalau kita kunjungi di saat sunrise, viewnya akan tertutup oleh kabut pagi, membuat puncak ini seolah-olah negeri di atas awan  (silahkan cari di internet fotonya kalau tidak percaya). Sayangnya, karena keterbatasan waktu kami cuma sempat datang siang hari, namun sumpah view nya tidak kalah keren.
View di Puncak Mangunan, lebih menawan ketika sunrise, akan seperti negeri di atas awan
Puas menikmati pemandangan dari Puncak Mangunan, kami melanjutkan perjalanan ke Hutan Pinus Mangunan. Tidak terlalu jauh, sekitar 10 menit saja dari kebun buah Mangunan. Ketika kami sampai, hutan ini telah dipadati oleh pengunjung berbagai usia. Deretan pohon pinus yang teratur menjulang tinggi, membuat hutan ini menjadi sejuk, ditambah lagi semilir angin membuat kita betah berlama-lama disini. 

Di beberapa sudut, nampak tersedia bangku-bangku kayu, juga beberapa pasang pohon dipenuhi gantungan hammock yang tersusun rapi beraneka warna. Hutan pinus ini cukup bersih, tidak ada sampah yang berserakan, tempat sampah juga tersedia dengan jumlah yang cukup. 

Dengan alasan menghemat waktu, perjalanan kami lanjutkan ke tujuan berikutnya, yaitu Puncak Becici. Masih berada di wilayah yang sama, perjalanan menuju tempat inj juga tidak terlalu lama, hanya sekitar 15 menit saja. Untuk mencapai Puncak Becici, dari tempat parkir kendaraan kita harus berjalan kaki sekitar 10 menit. Kita akan ditemani oleh deretan pohon pinus di kiri kanan jalan, juga beberapa warung kecil. Tempat ini tidak kalah bersih nya dengan hutan pinus Mangunan tadi.

Sampai di puncak, kita kembali akan disuguhi pemandangan yang mengundang decak kagum. Subhanallah, sungguh Sang Maha Pencipta luar biasa. Pemandangan hijau kebiruan gunung-gunung ditingkahi awan biru cerah menghasilkan lukisan alam yang luar biasa. 
View dari Puncak Becici
Di puncak, tersedia beberapa rumah pohon di atas pohon pinus, dengan ketinggian yang berbeda. Tiupan angin membuat pohon-pohon itu sedikit bergoyang, membuat nyali saya menciut untuk naik ke rumah pohon yang tertinggi. Saya hanya memberanikan diri untuk naik ke rumah pohon yang tidak terlalu tinggi. Duduk sebentar, foto-foto, dan segera turun lagi karena memang banyak orang yang mengantri untuk naik ke rumah pohon tersebut.
Rumah pohon di Puncak Becici
Perlahan namun pasti, gerimis tipis turun dan membuat kami tidak bisa berlama-lama disini. Perjalanan kami lanjutkan, ke pusat kota Jogja yang paling hits itu, ya Malioboro. Saat ini kami berada di sebuah angkringan ramai pengunjung yang kelaparan seperti kami. Katanya tidak lengkap kalau tidak kesini, menikmati makan Sego Kucing dan makanan tradisional lainnya, dihibur oleh seniman jalanan yang suaranya tidak kalah keren dengan penyanyi yang di TV-TV (menurut saya), ditemani hujan juga tentunya (maunya sih ditemani kamu). 

Sehabis ini kami akan meluncur ke sebuah tempat wisata indoor. Namanya D Mata Trick Museum. Tidak terlalu jauh dari Malioboro, hanya sekitar 20 menit perjalanan. Dari namanya saya membayangkan seperti trick museum di luar negeri, dengan lukisan 3D sebagai andalannya. Tidak sabar juga pengen segera ke sana. 

Tempat ini akan menjadi tempat terakhir yang kami kunjungi disini. Setelah dari sana, kami akan melanjutkan 'pelarian' ke provinsi tetangga. Semoga perjalanan kami selalu dilindungi-Nya, Amiinnn.

#Sweetescape
#Enjoyyourlife
#Jogjaistimewa

No comments:

Post a Comment

Sehari di Mui Ne -Vietnam, Kemana Aja..??

Buat yang memiliki impian wisata ke gurun pasir tapi belum punya cukup budget untuk ke timur tengah, maka solusinya adalah datang ke V...