Thursday, October 20, 2016

Halloween di Indonesia

Beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 31 Oktober, di beberapa belahan dunia akan merayakan Halloween. Sebuah festival yang berasal dari bangsa celtic ; nenek moyang bangsa Eropa. Karena orang Eropa suka berkelana, maka perayaan ini pun ikut menyebar ke benua lain seperti Australia dan Amerika. Saat ini Halloween dirayakan dengan berkostum seram, make-up menakutkan, memajang Jack-o-lantern, dan berbagai hal-hal berbau seram lainnya.



Bangsa celtic percaya bahwa setiap tanggal 31 Oktober pembatas antara dunia orang mati dan dunia orang hidup terbuka, roh-roh orang mati tersebut akan kembali ke rumahnya masing-masing. Tidak terkecuali roh-roh jahat juga akan berkeliaran, mengganggu, dan menebarkan efek negatif bagi kehidupan mereka. Agar terhindar dari ancaman tersebut, orang-orang celtic tersebut memakai pakaian-pakaian seram juga berdandan yang menakutkan. Dengan demikian roh-roh jahat akan mengira bahwa manusia-manusia tersebut adalah teman mereka. Dengan kata lain, orang-orang celtic mencoba berdamai dengan roh-roh jahat tersebut dengan cara berpenampilan sama seperti mereka. 


Hal menarik lainnya dari Halloween adalah Jack-o-lantern. Simbol halloween berupa labu kuning yang diukir menyerupai kepala manusia yang didalamnya diletakkan lilin yang menyala atau lampu, hal ini supaya labu tersebut terlihat lebih menyeramkan ketika di tempat gelap. Ukiran seram pada labu ditujukan untuk menakuti para roh jahat, setan, atau iblis. Sedangkan lilin atau lampu yang menyala didalamnya ditujukan untuk menenangkan roh-roh jahat tersebut.


Di Indonesia, Halloween belumlah menjadi sebuah hari yang signifikan. Perayaannya masih sebatas tampilan display mall, ucapab di timeline media sosial, atau cuma bentuk perayaan kelompok-kelompok kecil. Itu pun masih untuk kalangan tertentu dalam masyarakat. Berbeda dengan orang-orang di benua keju sana, mereka memang merayakan dengan penuh makna dengan mendatangi setiap rumah tetangganya. Sedangkan orang-orang di Indonesia lebih sering dirayakan di sebuah venue yang di setting sedemikian rupa, dilengkapi dengan DJ-set, serta para hadirin dengan dress code ala hantu. Dengan kata lain, di Indonesia masih mengambil momentum nya saja yang dikomersilkan untuk menjadi theme event saja. Hal ini mungkin dikarenakan tidak adanya relevansi antara budaya Indonesia dengan budaya Eropa tersebut, atau bisa jadi karena buat momentum horor di Indonesia tidak kalah seram. Kurang kalah seram apa coba dibanding mitos malam jumat kliwon?? Atau malam satu suro?? Itu baru dari keyakinan satu suku (Jawa) saja, belum lagi menurut keyakinan beragam suku lainnya yang ada di Indonesia. 

Walaupun begitu, beberapa tahun lalu mahasiswa International Relationship untuk mata kuliah American History, pernah membuat theme day Halloween ini, tapi ini bukan party begitu. Hanya semacam bentuk pengenalan budaya Amerika kepada pengunjung, kebetulan waktu itu ada semacam acara English Fair dan mereka mendapat satu booth untuk itu. Mereka tidak hanya berkostum seram, juga mengadakan lomba make-up horor, pumpkin carving, dan beberapa games lainnya. Banyak orang yang mengatakan bahwa Halloween adalah kebudayaan orang kaf*r, tapi saya yakin bahwa mereka tidak menjiwai perayaan tersebut ke dalam hati.

No comments:

Post a Comment

Air Terjun Nyarai, Wisata Anti-Mainstream di Sumatera Barat

Jam Gadang di Bukittinggi, Pantai Gandoriah di Pariaman, Istano Pagaruyung di Batusangkar, atau yang katanya mirip Raja Ampat Papua wisa...