Saturday, December 24, 2016

Menuju Bulan

Bulan-bulan di akhir tahun ini adalah bulan rindu. Bagaimana tidak, setiap kali mendung menggelayut di awan dan rintik menetes, saat itu pula aku perlahan menelusuri hari lalu. Hari dimana kita bertemu dan menyepakati mimpi bersama. Dan ketika hujan mulai menderas, langkahku menjejakimu semakin keras, hingga seolah tersaji di hadapanku. Kau, kau, dan kau lainnya berkumpul kembali. Kalian melingkar dan menepuk teguh pundakku. "Jangan menyerah!! Taklukkan ketakutanmu, bumikan diri, dan langitkan mimpi" katamu pada saat itu. Aku berusaha kembali menyatukan serpih-serpih semangat yang mulai tercecer. Belum sempat mengucapkan terimakasih atas rindu, kalian hilang seiring hujan yang mereda di hari itu.

Bulan-bulan di akhir tahun ini adalah bulan kenangan. Terlebih ketika air yang menggenang disisakan hujan di pagi tadi, membuat siang kini dipenuhi genangan kenangan. Sekilas mereka berlari-lari kecil di atas kubangan air dan menghampiriku. Menuju aku yang tengah melamuni hari lalu, hari kini, dan hari nanti. Tak banyak yang disampaikan mereka, hanya beberapa baris kata yang teringat, "Pulanglah, kembalikan kamu seperti sedia kala yang optimis mengepal harapan. Jangan lupa jalan pulang, karena setelah menemui kami sebagai masa lalu, kau harus kembali menabung amal di masa kini untuk bekal di masa nanti. Kau adalah benih baik masa depan, percayalah!" Belum sempat mengucapkan terimakasih atas kenangan, mereka hilang seiring matahari yang menguapkan genangan. 

RF - Rumah Narasi
Mars, 24/12/2016

Thursday, November 3, 2016

Minuman Khas Ranah Minang

Saat ini, saya sedang tidak enak badan, mungkin efek kurang tidur beberapa hari ini. Saya menyeduh segelas wedang jahe instan, dengan harapan dapat mengurangi rasa kurang enak itu. Wedang jahe dan semua minuman yang ada jahenya saya suka, walaupun minuman berjahe ini adalah khas pulau terpadat di Indonesia ini, tapi EGP lah yang penting saya suka.



Tiba-tiba terlintas dalam pikiran saya, kampung halaman saya, Ranah Minang. Buat urusan kuliner,  Ranah Minang sudah termahsyur dengan kuliner bersantan, pedas, namun bikin nagih itu. Bahkan baru-baru ini ada viral video bule yang nyiptain lagu khusus buat nasi Padang (sebutan bekennya nasi plus lauk pauk khas Ranah Minang) saking ketagihannya doi dengan kuliner dari Ranah Minang.
Walau tidak seterkenal masakannya, minuman dari kampung Ranah Minang juga sebenarnya tidak kalah yahud. Ada beberapa jenis minuman khas Ranah Minang yang wajib dicicipi ketika berwisata ke sana.

1. Teh Talua
Minuman cuma ada di Ranah Minang saja, jadi kalau main ke Sumatera Barat wajib dicicipi ya.  Rasa minuman ini sangat unik, karena terbuat dari campuran teh dan telur (telur ayam kampung atau telur bebek), ditambah sedikit perasan jeruk nipis untuk menambah aroma segar. Minuman ini merupakan minuman favorit bagi kaum adam di Ranah Minang sana, karena dipercaya dapat menambah vitalitas dan stamina. 


2. Aia Kawa (Kawa Daun)
Aia kawa atau kawa daun merupakan minuman yang terbuat dari daun kopi, yang sudah dikeringkan, lalu disangrai, kemudian diseduh layaknya teh. Bisa ditambahkan gula atau susu bagi yang ingin manis. Kawa Daun ini dapat dengan mudah ditemui di warung-warung tradisional di daerah dingin pegunungan Sumatera Barat, seperti Bukittinggi, Padang Panjang, dan Batusangkar. Biasanya akan disajikan panas-panas bersama dengan gorengan dan aneka penganan tradisional lainnya. Uniknya minuman ini disajikan bukan dengan gelas, akan tetapi dengan tempurung kelapa dengan bambu sebagai tatakannya.


3. Aia Aka
Minuman ini berbahan dasar cincau hijau. Biasanya ada dua varian rasa, yaitu rasa santan dan rasa asam. Sesuai namanya, rasa santan berarti cincau hijau itu dicampur dengan santan, sehingga akan terasa manis santan bercampur dengan ademnya cincau. Sedangkan rasa asam berarti cincau hijau yang dicampur dengan perasan jeruk nipis, sehingga akan terasa asam segar khas jerus nipis. Minuman aia aka ini dipercaya berkhasiat untuk meredakan panas dalam, terlebih jika cuaca panas mendera, minum aia aka yang dicampur es batu, pasti panas luar - dalam langsung hilang.


4. Jus Pinang Mudo
Sama hal nya dengan Teh Talua, Jus Pinang Muda merupakan kegemaran kaum adam di Ranah Minang, dengan alasan kesehatan dan stamina mereka. Jus Pinang Muda dibuat dengan cara memblender isi dari buah pinang muda yang dicampur dengan gula merah dan jahe, kadang juga dicampur dengan kuning telur (ayam kampung atau bebek) plus susu dan atau madu. Terakhir, beri perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amisnya telur. 

5. Es Tebak
Dari namanya, jangan bayangkan ada hubungannya dengan teka-teki atau tebak-tebakan ya. Kata Tebak disini adalah salah satu bahan yang menjadi isi dari minuman ini. Merupakan adonan yang terbuat dari tepung ketan dan tepung sagu yang dimasak dengan air garam dan kapur sirih, kemudian dicetak menyerupai cendol. Tebak ini bersama dengan cincau hitam, tape,  ketan hitam, dan kolang kaling akan dikombinasikan dengan es serut yang disirami dengan sirup merah plus susu kental. Cocoknya dijadikan minuman pelepas dahaga di kala panas, atau sebagai hidangan penutup.


Di Kota Padang, minuman ini bisa didapatkan di kafe langganan saya, sebenarnya menu andalannya adalah es durian, namun Es Tebaknya juga oke punya. 

So, buat kamu yang datang ke Kota Padang dan sekitarnya, jangan cuma nyari Rendang yaaa, tapi sempetin juga nyicipin minuman-minuman khas nya. 

* Photo Credit to Yahoo Image Search

Wednesday, November 2, 2016

Minuman Khas Ranah Minang

Saat ini, saya sedang tidak enak badan, mungkin efek kurang tidur beberapa hari ini. Saya menyeduh segelas wedang jahe instan, dengan harapan dapat mengurangi rasa kurang enak itu. Wedang jahe dan semua minuman yang ada jahenya saya suka, walaupun minuman berjahe ini adalah khas pulau terpadat di Indonesia ini, tapi EGP lah yang penting saya suka.

Saturday, October 29, 2016

Sweet Escape to Temanggung

Selamat pagi...

Setelah menempuh 3 jam perjalanan dari Jogja, kami sampai di Temanggung tengah malam tadi. Baru juga istirahat beberapa jam, subuh-subuh tadi dengan mata sepet kami berenam berangkat ke sebuah spot wisata alam bernama Posong Sunrise Adventure. Memang sunrise dengan view 7 gunung Jateng - DIY menjadi target kami. 

Sweet Escape to Jogja (2)

Dari Kabupaten Gunungkidul,  selanjutnya kami bergeser ke Kabupaten Bantul. Anggota rombongan kami bertambah 1 orang, Mba Ava ; pacarnya Mas Wahid. Tujuan pertama kami di kabupaten ini adalah kebun buah Mangunan di Desa Imogiri. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dengan track naik turun khas perbukitan, hutan dan lembah di kiri kanan jalan. 

Friday, October 28, 2016

Sweet Escape to Jogja

Alhamdulillah...

Setelah melewati kurang lebih 7 jam perjalanan dari Jakarta, saya (dan mereka) akhirnya sampai di Stasiun Lempuyangan kota istimewa ini. Sambil menunggu kedatangan jemputan seorang teman yang mobilnya nanti akan kami pinjam selama disini, kami memutuskan untuk sarapan pagi dulu di angkringan 'Nasi Kucing' yang ada di seberang jalan persis di depan stasiun. 

Wednesday, October 26, 2016

Belati

Akulah perempuan, ibuku mewariskanku sebilah belati tajam. Tak terlalu panjang, hanya sedepa, dan berhulu perak berkilauan. "Dengarlah nak, belati ini penghilang rasa amarah dan kecewa" kata Ibu sewaktu menyerahkan belati itu dulu. "Semua rasa terlahir dari hatimu termasuk amarah dan kecewa, maka berhati-hati lah engkau menjaga belati ini dan hatimu" sambungnya lagi. Saat itu aku tidak paham sepenuhnya maksud perkataan Ibu. Aku terlanjur terlalu gembira menerima belati indah pemberian Ibu.

Thursday, October 20, 2016

Halloween di Indonesia

Beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 31 Oktober, di beberapa belahan dunia akan merayakan Halloween. Sebuah festival yang berasal dari bangsa celtic ; nenek moyang bangsa Eropa. Karena orang Eropa suka berkelana, maka perayaan ini pun ikut menyebar ke benua lain seperti Australia dan Amerika. Saat ini Halloween dirayakan dengan berkostum seram, make-up menakutkan, memajang Jack-o-lantern, dan berbagai hal-hal berbau seram lainnya.

Tuesday, October 18, 2016

Tabel Dua Kolom

Berbagai macam rupa rasa pernah kutelan disini. Pahit, manis, getir, kecut, apapun itu, semua pernah kurasakan disini. Berbagai ragam rupa manusia pun pernah kutemui disini. Manusia tulus, bermuka dua, parasit, apapun itu, semua pernah kuhadapi disini. 

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)

Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya amb...