Monday, September 9, 2019

Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam



Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berbekal tiket murce hasil hunting promo freeseat si maskapai merah kesayangan para budget traveler, saya memilih Ho Chi Minh City (HCMC) sebagai starting point-nya, karena tiketnya hanya seperlima dari harga tiket oneway dari kota saya ke ibukota Jakarta. Long story short, hari keberangkatan tiba, saya pun menjejakkan kaki di negara yang juga terkenal dengan kenikmatan kopinya itu. Ada banyak keunikan yang saya temui di sini, dan saya pikir sayang untuk dilupakan begitu saja. Berikut beberapa hal-hal unik yang patut dijadikan panduan juga buat para traveler pemula.

Tuesday, July 30, 2019

Air Terjun Nyarai, Wisata Anti-Mainstream di Sumatera Barat


Jam Gadang di Bukittinggi, Pantai Gandoriah di Pariaman, Istano Pagaruyung di Batusangkar, atau yang katanya mirip Raja Ampat Papua wisata Pulau Mandeh di Painan merupakan destinasi wisata populer di Ranah Minang. Namun, selain tempat-tempat tersebut, Ranah Minang menyimpan banyak destinasi lainnya yang (mungkin) belum terlalu bergema di telinga para traveler. Salah satunya adalah Air Terjun Nyarai. Air terjun ini memang belum seterkenal air terjun Lembah Anai yang berada di pinggir jalan Padang - Padan Panjang itu, tapi percayalah Air Terjun Nyarai ini benar-benar worth untuk dikunjungi.

Saturday, June 15, 2019

Sehari di Malaka, Kemana Aja? (Destinasi Wisata Melaka)


Setelah dari Penang, perjalanan saya lanjutkan ke Malaka, menggunakan bus. Perjalanan kurang lebih 7 jam, dengan ongkos 50 MYR. Saya ambil bus yang berangkat jam 10 malam dari Terminal Komtar, Penang dan sampai di Melaka Central subuh besoknya. Lumayanlah, jadi bisa istirahat dan menghemat biaya hotel 1 malam, hehe. Saya tidak book penginapan di Malaka, karena cuma diniatkan day trip aja, dan sorenya nanti langsung ke Kuala Lumpur, dan balik ke real life, Indonesia. Malaka itu kota kecil, jadi kalau hanya punya 1 hari saja di sini, ya masih bisa lah datangin beberapa spot wajib di Malaka. Bus yang kita tumpangi akan berakhir di terminal bus Melaka Central. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencari transportasi yang bisa membawa kita ke pusat kota. Buat para budget traveller, saya sarankan untuk pake bus saja, murce soalnya. Caranya, carilah ruang tunggu bus domestik, di sana sudah ada gate-gate bernomor sesuai dengan tujuan yang akan dituju. Tujuan paling favorit buat para traveller adalah Dutch Square/Red Square/Bangunan Merah/Kawasan Jonker Street, karena memang disana pusat wisata Malaka berada, kawasan stay turis juga sihhh. Kawasan ini berada di gate no 17, nama bus-nya Panorama, ongkosnya 2 MYR. Siapkan uang pas ya, karena tidak akan ada kembalian.

Friday, March 15, 2019

Cara ke Malaka dari Dumai, Kuala Lumpur, dan Penang

Dari Hat Yai (baca report-nya di sini), kami balik ke Penang. Destinasi selanjutnya adalah, Melaka, kota di Malaysia bersama Penang yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage City. Saya pernah beberapa kali ke Melaka sebelumnya. Pernah naik ferry dari Dumai, pernah juga naik LCC (Low Cost Carrierflight dari Pekanbaru, pernah juga naik bus dari Kuala Lumpur. Gimana aja caranya???

Saturday, March 9, 2019

SEHARI DI HAT YAI, KEMANA AJA..?



Itinerary Hat Yai

Dibandingkan Phuket, Bangkok, ataupun Krabi, Hat Yai belum lah seatraktif itu (menurutku). Cuma ya gak ada salahnya kita stay 1-2 malam untuk nyobain tempat yang berbeda ya kan. Kalau di kota lain di Thailand saya prefer nyewa motor buat keliling-keliling, berbeda di Hat Yai. Tempat sewa motor di Hat Yai terhitung agak susah ditemukan, belum seramai tempat sewa motor di Penang. 

Friday, March 1, 2019

Lisensia Puitika


Lisensia Puitika

Lisensia puitika pada umumnya diterjemahkan sebagai kebebasan penyair. Dasar pemahamannya adalah memberikan hak, kebebasan bagi penyair untuk tidak mentaati aturan-aturan tertentu dalam memanfaatkan bahasa. Dengan kalimat lain, untuk menyampaikan pesan, apabila dipandang perlu pengarang diperbolehkan untuk mengabaikan norma-norma kebahasaan. Dalam pengertian paling sederhana, semua karya sastra adalah lisensia puitika. Penggunaan perumpamaan, kiasan, dan simbol dalam berbagai bentuk pada sastra lama adalah kebebasan pengarang. Demikian pula dengan pemanfaatan bentuk bebas, bentuk baru, penyimpangan, bahkan karya sebagai alat untuk “berbohong” dalam sastra modern.

Sunday, February 10, 2019

ILLOCUTIONARY FORCE INDICATING DEVICES (IFIDs)



Illocutionary Force Indicating Devices (IFIDs)

Sebagaimana yang diuraikan pada artikel sebelumnya, bahwa tindak tutur (speech act) terbagi 3: tindak lokusi, tindak ilokusi, dan tindak perlokusi. Khusus untuk tindak ilokusi membutuhkan Analisa yang cukup rumit, mengingat ada konteks yang ikut terlibat. Untuk mengidentifikasi ilokusi sebuah ujaran, dibutuhkan bantuan perangkat yang bernama Illocutionary Force Indicating Devices (IFIDs).


Panduan Traveling ke Ho Chi Minh City - Vietnam

Mendengar beragam cerita kurang sedap tentang Vietnam malah membuat saya semakin penasaran dan tidak sabaran untuk mendatanginya. Berb...