Monday, August 3, 2020

Rumah Berhalaman Stroberi

Mam, Benarkan Minum Kopi Panas Bisa Picu Kanker? - IbudanMama



Perlahan aroma manis kopi panas menguar di udara dan menyapa indra penciumannya, membuat kelopak matanya perlahan terangkat dan terbuka lebar. Suara si pembuat kopi membangunkannya membuatnya 100% terjaga. Rutinitas setiap pagi jika Ia di sini, si pembuat kopi akan meneriakinya dari balik pintu dengan kalimat yang sama, "bangunlah, ini sarapan kesukaanmu, kopimu juga akan segera dingin." 

Tanpa membasuh muka, Ia melangkah ke arah gelas kopi yang masih berasap di atas meja. Ia hirup aroma kopi itu dengan seksama. Ahhhh, nikmat sekali aroma kopinya. Teguk demi teguk, kopi panas  itu Ia sesap dengan perlahan. Sesekali Ia memejamkan mata, menikmati setiap panas yang menyentuh tenggorokannya dan berakhir ke jantungnya. Iya, panas kopi itu dan aromanya sampai hingga ke jantungnya. Ajaib memang, tapi begitulah kenyataannya. 

Terlalu banyak keajaiban di tempat itu, sebuah rumah mungil berhalaman stroberi. Bilik kecil berranjang kayu yang berderit setiap tersentuh. Kopi hitam buatan tangan berkeriput yang tak berhenti bicara. Air panas untuk mandi yang telah terjerang dari sebelum matahari menyembul. Menu makanan yang telah disusun dan akan dimasak bersama, dan berbagai keajaiban lainnya yang tak akan cukup waktu satu hari untuk mengurainya.

Pagi ini, lagi-lagi si pembuat kopi berkulit keriput itu tertangkap tengah mengelap matanya dari buliran embun. "Aku teringat sepasang hamster kesayanganku" katanya. Lalu Ia diam dan menghisap rokoknya dalam-dalam. Ia tidak dapat menjawab apa-apa, hanya terus memainkan asap kopinya. 

Rumah berhalaman stroberi, ranjang kayu, aroma kopi panas, sepasang hamster, menu makan siang, air panas untuk mandi, tangan berkeriput, bumbu masakan kampung, dan semua keajaiban itu, berdamailahhh :)

Tuesday, July 28, 2020

Terima Kasih

Bintang senja ...: 2012

Mari sini, aku ceritakan tentang sesuatu. Tentang manusia yang kau tinggalkan itu. Kau tahu sejak kau pergi dengan cara pengecut itu, tidur malamnya tak pernah tenang, dan air matanya tak terhenti jatuh. Dalam sepi ia memikirkanmu. Pun dalam ramai, ia tetap merasa sendiri tanpamu.

Friday, July 24, 2020

Aroma Terapi



Kutemui ia meringkuk di atas sajadah hijau tua miliknya. Mukenah putih bersih membungkus tubuhnya. Sesekali isaknya masih jelas terdengar. Entah sudah berapa lama ia berada di atas sajadah itu hingga akhirnya tertidur, mungkin karena penat raganya, atau memang karena matanya yang telah lelah mengalirkan air bening itu. Kuintip perlahan ke arah mukanya, setitik air mata masih menggelantung di ujung bulu mata lentiknya.

Hei, apakah itu yang ada di genggamannya?? Oh Aku tahu, ini yang katanya aroma terapi kesukaannya itu. Aneh, setahuku aroma terapi itu menggunakan minyak essence khusus. Walau tidak murah, Aku yakin manusia 1 ini sanggup membelinya. Tapi kenapa malah dia menyenangi aroma terapi yang murahan begini??? Ah ya sudahlah, soal selera tidak bisa dipaksakan. Paling tidak aroma terapi kesukaannya itu mampu melegakannya, menghilangkan sesak dadanya yang sudah ia keluhkan dari tadi, dan tentu bisa menggantikan tangisnya, dan membawanya ke dalam dunia tidur. Selamat tidur kamu

Tango D

Sunday, July 5, 2020

Menikmati Memori




Sehabis meletakkan surf-boardnya di pasir dia nyeletuk, "alamiahnya, manusia itu memang makhluk yang susah move-on". Gue penasaran dong, bagaimana penjelasan Mas Mister soal hal menarik ini. Sayang buat dilewatin begitu aja, gue bikinin catatannya di sini, check it out.

Friday, May 29, 2020

Kehilangan dan Alam


Dunia dan segala isinya adalah fana. Kepercayaan apa saja meyakini hal ini. Apapun yang ada di muka bumi ini adalah milik Sang Pencipta yang pada suatu waktu nanti akan kembali kepadaNya. Manusia terkuat sekalipun akan mengalami tutup usia, demikian juga dengan hewan maupun tumbuhan. Bahkan aneka benda langit yang seolah tak terjangkau itu, banyak hasil penelitian yang menyatakan juga memiliki batas usia tertentu dan suatu saat akan meledak dan sirna. Apalah lagi dengan benda-benda buatan manusia, sekokoh-kokohnya itu akan mencapai ambang kehancuran juga. So, dapat dikatakan bahwa tak akan ada yang abadi, kecuali Sang Pencipta saja.

Thursday, April 30, 2020

Move on dengan Maksimalisasi Pikiran Bawah Sadar Manusia




Tidak ada yang terjadi secara kebetulan, termasuk hal terburuk sekalipun. Gue ketemu dia di saat gue sedang hancur-hancurnya. Gue pernah hancur sebelumnya, berkali-berkali, berulang kali. Tapi, kehancuran kali ini benar-benar total setotal-totalnya. Tapi bukan gue namanya kalau hancur gue terlihat di permukaan. Gue tetap jadi sosok terceria, yang bisa hahahihi sana-sini, jadi tempat curhat banyak orang, dan berbagai peran "bahagia" lainnya. Sampai waktu kami berjumpa untuk kongkow-kongkow setelah setahun gak ketemu, pertanyaan pertama yang doi tanyakan ke gue adalah "gue lihat lu gak baik-baik aja, ada apa?" Gue kaget dong, secara waktu itu gue selalu ngakak maksimal, suasana juga happy banget, tapi doi kok bisa nebak kayak begitu?? Ah ya, gue lupa, doi master psikologi. Walau secara tampilan gak keliatan sih. Jadilah akhirnya, sesi lepas kangen itu berubah jadi sesi curhat. Kapan lagi ya kan, bisa konsul ke psikolog lulusan Eropa gratisan, udah gitu dibayarin ngopi pulak. Ada beberapa trik yang doi saranin ke gue, berikut gue urai, sapa tau kalian-kalian yang sedang hancur butuh pencerahan.

Monday, April 20, 2020

Reduksi Makna Tato

Butterfly on tattoos
Sumber: Dok pribadi Mas Mister
Mungkin hingga hari ini, orang-orang yang ditubuhnya terrajah tato masih mendapatkan stigma yang kurang bagus di masyarakat. Baik di Indonesia maupun di belahan bumi yang lain. Kalau di Indonesia, orang-orang yang bertato akan sedikit kesulitan ketika mendaftar sekolah ataupun mendapatkan pekerjaan, apalagi tato berukuran besar pada bagian tubuh yang terlihat. Di Jepang, selain sedikit susah buat dapatin pekerjaan, orang yang bertato juga ga dibolehin masuk ke kolam renang umum atau ke pusat kebugaran. Di Amerika Serikat yang terkenal sebagai negara yang bebas untuk berekspresi sekalipun juga masih mengatur penggunaan tato bagi tentaranya. Gitu juga dengan beberapa negara lain yang masih memposisikan orang bertato setara dengan pelaku kriminal dan stigma negatif lainnya.

Rumah Berhalaman Stroberi

Perlahan aroma manis kopi panas menguar di udara dan menyapa indra penciumannya, membuat kelopak matanya perlahan terangkat dan ter...